42 Ayat Alkitab Tentang Karakter Kristen dalam Hidup

Kristenly.com – Dalam hidup, manusia selalu mengambil sikap atas tindakannya. Tuhan Yesus selalu melihat hamba-Nya dengan kepribadian mereka masing-masing. Supaya lebih memahami sifat diri sendiri, ketahui ayat Alkitab tentang karakter.

Karakter sangatlah penting dalam pandangan Tuhan, Sang Bapa tidak melihat penampilan fisik manusia. Dengan begitu, sikap dan sifat mereka dalam menghadapi kehidupan serta menjalan keimanan lebih mendalam itulah bagian paling penting.

Dengan mengetahui betapa pentingnya karakter, maka harus selalu menjadi pedoman supaya mau memperbaiki kepribadian. Semakin baik sikap dan sikap dalam kehidupan sehari-hari, maka Tuhan Yesus akan melimpahkan kasih sayang.

Melalui ayat Alkitab, Tuhan Yesus memberikan gambaran untuk bisa mengambil contoh karakter yang baik. Sehingga, setiap umat mampu menerapkannya dalam kehidupan bersama manusia lain atau menjalin hubungan antara hamba dengan Allah.

Baca juga: 22 Ayat Alkitab Tentang Jati Diri Agar Percaya Diri

Daftar Ayat Alkitab Tentang Karakter

ilustrasi karakter orang kristen
ilustrasi karakter orang kristen, sumber gambar: pexels.com

Sikap seseorang ketika menghadapi masalah mencerminkan karakternya. Jika mampu menyelesaikan persoalan secara tenang, maka kebijaksanaan tersebut menimbulkan kedamaian hidup. Untuk itu, bacalah ayat Alkitab tentang karakter kristen dalam hidup berikut ini.

  1. Galatia 5:22-23 : “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
  2. Roma 8:14 : “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.”
  3. 1 Korintus 13:4-7 : “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.”
  4. Yudas 1:19 : “Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.”
  5. 1 Korintus 13:8 : “Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.”
  6. Yesaya 57:15 : “Sebab beginilah firman yang Mahatinggi dan yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.”
  7. Matius 4:4 : “Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
  8. Amsal 31:10 : “Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga daripada permata.”
  9. Mazmur 34:18 : “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.”
  10. Yehezkiel 11:19 : “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat.”
  11. Mazmur 112:1 : “Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.”
  12. Filipi 3:20-21 : “Karena kewargaan kita adalah didalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.”
  13. Roma 5:3-4 : “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.”
  14. Mazmur 112:7 : “Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada Tuhan.”
  15. Amsal 28:1 : “Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda.”
  16. 1 Korintus 6:11 : “Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.”
  17. Roma 12:2 : “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”
  18. Matius 5:9 : “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
  19. Matius 5:3 : “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”
  20. Matius 5:5 : “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.”
  21. Matius 5:7 : “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.”
  22. Matius 5:8 : “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
  23. Kisah Para Rasul 10:38 : “yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.”
  24. 1 Korintus 15:33 : “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.”
  25. Kisah Para Rasul 7:51 : “Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu.”
  26. Amsal 6:16-19 : “Enam perkara ini yang dibenci Tuhan, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.”
  27. Yesaya 66:2 : “Bukankah tangan-Ku yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi? demikianlah firman Tuhan . Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang tertindas dan patah semangatnya dan yang gentar kepada firman-Ku.”
  28. Wahyu 21:8 : “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.”
  29. Matius 11:29-30 : “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”
  30. 1 Timotius 3:2 : “Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang.”
  31. Roma 1:20-21 : “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.”
  32. Yehezkiel 36:26 : “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.”
  33. Amsal 16:18-19 : “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan. Lebih baik merendahkan diri dengan orang yang rendah hati daripada membagi rampasan dengan orang congkak.”
  34. Kolose 1:21-22 : “Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.”
  35. 1 Petrus 1:14 : “Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu.”
  36. Roma 8:8 : “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.”
  37. Efesus 4:1-6 : “Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.”
  38. Efesus 4:17-18 : “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.”
  39. Kolose 2:5 : “Sebab meskipun aku sendiri tidak ada di antara kamu, tetapi dalam roh aku bersama-sama dengan kamu dan aku melihat dengan sukacita tertib hidupmu dan keteguhan imanmu dalam Kristus.”
  40. Yesaya 29:13-15 : “Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, maka sebab itu, sesungguhnya, Aku akan melakukan pula hal-hal yang ajaib kepada bangsa ini, keajaiban yang menakjubkan; hikmat orang-orangnya yang berhikmat akan hilang, dan kearifan orang-orangnya yang arif akan bersembunyi.” Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap Tuhan , yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: “Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?.”
  41. 2 Petrus 1:4-9 : “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.”
  42. Titus 3:3-7 : “Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.”
Baca juga: 6 Ayat Alkitab Tentang Kedewasaan Iman Kristen

Tuhan Yesus memberikan kesempatan hidup kepada manusia supaya bisa berbuat baik kepada sesama. Mereka yang mempunyai karakter baik, maka bisa berdampak pada lingkungannya, selain itu jika berbuat keburukan justru mendapatkan kesengsaraan.

Dengan memahami makna dari ayat Alkitab tentang karakter tersebut, semoga membuat semua orang baik adalah anak Allah yang memberikan manfaat kepada sesamanya. Selain itu, para pemecah belah akan jauh dari keberkatan Roh Kudus.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!