5 Ayat Alkitab Tentang Operasi Plastik Menurut agama Kristen

Kristenly.com – Antar budaya dengan gama memang terkadang terjadi aturan yang tumpang tindih. Apakah kalian tahu ada ayat Alkitab tentang operasi plastik menurut agama Kristen ? dan seharusnya seperti apa kita dalam menghadapi seseorang yang melakukan operasi plastik ?

Operasi plastik merupakan salah satu bukti kecanggihan teknologi, dan orang yang melakukannya terkadang karena memiliki ketidakpuasan terhadap penampilan fisik. Sehingga secara tidak langsung kegiatan ini merupakan cara untuk mengubah bentuk diri.

Padahal Tuhan dalam Alkitab sudah menyebutkan jika anak-anak ciptaan-Nya sempurna. Manusia memiliki kemuliaan yang tidak dapat diganggu, ada baiknya untuk tetap menghormati pemberian Tuhan. Dengan cara tidak melakukan operasi plastik atau mengubah bentuk ciptaan-Nya.

Baca juga: 10+ Doa Kristen untuk Orang yang Akan Dioperasi Supaya Lancar

Daftar Ayat Alkitab tentang Operasi Plastik

ilustrasi dokter sedang operasi plastik
ilustrasi dokter sedang operasi plastik, sumber gambar: pexels.com

Di dalam Alkitab telah dijelaskan bahwa Allah telah menciptakan seluruh ciptaaNnya di muka bumi ini dengan sempurna. Manusia pun memiliki kemuliaan yang tidak dapat diganggu.

Jadi ada baiknya untuk selalu menghormati hasil penciptaanNya tanpa harus merubahnya seperti melakukan operasi plastik. Untuk memperjelas hal tersebut, baca dan renungi ayat Alkitab tentang operasi plastik menurut agama kristen berikut ini.

1. Kejadian 1:27

“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

Kita manusia diciptakan menurut gambaran Tuhan. Sebelum jatuh dalam dosa, manusia memiliki kemuliaan yang tidak dapat diganggu oleh dunia. Kemuliaan ini termasuk dalam hal fisik yang berarti kesehatan, keindahan, dan juga damai sejahtera yang tidak terganggu dengan standar kecantikan duniawi yang sifatnya relatif dalam pandangan manusia. Hanya setelah kejatuhan dalam dosalah manusia terpisahkan dari kemuliaan Tuhan sehingga dapat mengalami sakit, penuaan, penurunan secara fisik, dlsb. dan harus bersusah payah dalam hidup (Kej. 3:16).

2. Mazmur 139:13-14

“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.”

Ayat ini kembali mengkonfirmasi bahwa sesungguhnya Tuhan menciptakan dan memandang kita indah di mata-Nya. Bagaimana tidak, Ia membentuk kita hingga begitu detail: organ tubuh dengan berbagai fungsinya, bentuk wajah, warna kulit, mata, dll. Sebegitu perhatiannya kepada kita sampai rambut di kepala kita pun (yang setiap hari mungkin berubah jumlahnya karena ada yang tumbuh, ada yang rontok) terhitung jumlahnya (Luk. 12:7a).

3. Roma 9:20-21 & Amsal 30:31

  • Roma 9:20-21 : “Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?” Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?”
  • Amsal 31:30 : “Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.“

Konteks dalam Roma 9:20-21 mungkin tidak secara eksplisit membicarakan mengenai ketidakpuasan seseorang akan kondisi fisiknya melainkan mengenai ketidakadilan yang dirasakan orang Roma (non-Yahudi) karena Tuhan sepertinya lebih mengistimewakan orang Israel (Yahudi). Walau demikian, kita dapat mengambil relevansi dari ayat ini dengan rasa iri atau ketidakpuasan yang mungkin dirasakan karena fisik seseorang dalam pandangannya sendiri tidak secantik orang lain.

Adanya tuntutan kriteria kecantikan di zaman modern ini pun semakin mendorong orang untuk merasa tidak puas dengan keadaannya. Orang-orang menjadi semakin self-conscious atau terlalu fokus pada penampilan dirinya. Kesadaran dan ketidakpuasan akan penampilan diri yang berlebihan inilah yang kemudian dapat menjadi alasan seseorang melakukan operasi plastik.

Operasi ini seringkali memang dilakukan demi mendapat bentuk fisik tertentu (terutama bagian wajah) yang berbeda dengan aslinya karena dianggap bentuk yang diinginkan itu lebih cantik. Padahal, Amsal 30:31 mengatakan bahwa kecantikan adalah sia-sia tanpa pengenalan akan Tuhan.

Baca juga: 10+ Doa Kristen untuk Kelancaran Operasi Untuk Umat Kristiani

4. Amsal 4:20-23

“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Sampai di sini kita telah memahami bahwa Tuhan memandang diri kita berharga dan indah di mata-Nya. Namun, selama hidup di dunia ini kita tidak dapat lepas dari penurunan fisik kita termasuk hal-hal kecil seperti rasa lelah, jerawat, keriput, dsb. Kita juga tidak dapat lepas dari tuntutan dunia untuk tampil menawan. Namun, dengan kerinduan dan ketekunan dalam merenungkan firman Tuhan maka kita akan mendapat kehidupan (secara figuratif maupun literal seperti kesehatan, kecantikan) yang memancar dari dalam diri kita. Rahasianya bukanlah operasi plastik, namun kedekatan dengan Tuhan Yesus. Lagipula, kesehatan memang salah satu janji Tuhan bagi orang percaya.

5. Kejadian 18:11, 20:2

  • Kejadian 18:11 : “Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. …”
  • Kejadian 20:2 : “Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.”

Kutipan ayat ini merupakan sebagian kecil dari kisah Abraham dan Sara yang tercatat di Alkitab. Sadar atau tidak, ada hal yang menarik dari bagian dimana Abraham berbohong pada raja Abimelekh. Abraham tidak berani mengakui bahwa Sara adalah istrinya karena takut bahwa Abimelekh mungkin akan mengancam atau membunuhnya demi memperistri Sara, istrinya yang cantik. Namun, dalam ayat-ayat sebelumnya, bukankah sudah dikatakan bahwa Sara sudah tua dan lanjut umurnya? Perlukah Abraham khawatir bahwa seorang raja akan sebegitu tertariknya pada wanita yang sudah tua?

Jika kita mundur sedikit lagi dalam membaca kisah Abraham dan Sara, sebelumnya nama mereka sebenarnya Abram dan Sarai. Tuhanlah yang kemudian menambahkan huruf kelima dari abjad bahasa Ibrani pada nama mereka, dimana huruf ini melambangkan anugerah karena pengucapannya yang tidak perlu menggerakkan lidah (karena keselamatan dalam contoh kebudayaan yang sesuai dengan iman Kristen bukanlah hasil usaha kita namun anugerah Tuhan), sehingga nama mereka menjadi Abraham dan Sara. Sebagai ilustrasi, Anda dapat mencoba mengucapkan huruf ‘H’: lidah Anda tidak bergerak, bukan?

Detail kecil ini memberitahu kita bahwa walaupun Sara sudah tua, namun kehadiran anugerah Tuhan dalam dirinya tetap cantik. Selama ini kita mungkin berpikir bahwa pengenalan akan Tuhan menumbuhkan kerohanian kita tanpa adanya kaitan dengan kesehatan secara fisik. Namun, melalui Sara kita menjadi tahu bahwa Tuhan tidak hanya memelihara ‘kesehatan’ iman kita, namun melalui iman itu kesehatan fisik kita, termasuk kecantikan, juga ikut terpelihara.

Baca juga: 14 Ayat Alkitab yang Menenangkan Sebelum Menjalani Operasi

Maka dari itu tugas kita sebagai anak-anak Tuhan adalah senantiasa memuliakan apa yang sudah diberikan Tuhan. Sesungguhnya Tuhan menciptakan anak-anak-Nya indah dimata-Nya, dan membentuk kita hingga sempurna dan detail.

Karena kecantikan itu hanya sementara dan sia-sia, sehingga jangan terlalu bersusah payah untuk mewujudkannya. Rasa ketidakpuasan yang dihadapi manusia adalah rasa tidak syukur-Nya, sehingga jauhi sifat yang demikian.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!