45+ Contoh Integrasi Nasional : Keluarga, Sekolah, Masyarakat & Negara

Contoh Integrasi Nasional Terbaik dan Terbaru 2022 – Di era sekarang telah dikenal dengan generasi milenial minim dengan krisis identitas, hal ini dikarenakan kurangnya penerapan integrasi nasional oleh kalangan mereka. Pasalnya tidak sedikit dari anak muda saat ini justru kurang mengakui Indonesia namun malah bangga dengan negara lain.

Contoh integrasi nasional terbaru 2022 ini bisa menjadi salah satu cara untuk memulai penerapannya di kehidupan sehari-hari. Tujuannya agar hal ini dapat dilakukan mulai dari yang paling dekat seperti keluarga dan lingkungan sekitar, harapannya agar krisis identitas bisa diminimalkan oleh mereka.

Krisis integritas ini diartikan sebagai masyarakat yang kurang mengakui dirinya sendiri dan justru menggunakan simbolis bangsa asing menjadi identitasnya, tentu fenomena seperti ini akan mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia apabila dibiarkan merambah begitu saja

Dengan begitu, generasi milenial yang mayoritas jumlahnya lebih banyak daripada generasi muda tentu sangat berpengaruh pada kondisi seperti ini. Berkurangnya rasa cinta terhadap tanah air dianggap sebagai bentuk masalah dari integrasi masyarakat secara nasional sehingga harus dihadapi bersama.

Baca juga: Puisi Hari Pendidikan Nasional

Daftar Isi

Contoh Integrasi Nasional dalam Keluarga

contoh integrasi nasional dalam keluarga
contoh integrasi nasional dalam keluarga, sumber gambar: pexels.com

Keluarga merupakan bagian terkecil masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan secara informal. Dalam keluarga, individu mendapat pengajaran dan pendidikan pertama kali sejak lahir. Pendidikan sejak lahir dan di masa usia emas ini yang akan tertanam di jiwa setiap individunya dengan kuat dan terbawa di kelompok masyarakat selanjutnya. Contoh integrasi nasional dalam keluarga adalah :

1. Saling Membantu Sesama Anggota Keluarga

Saling membantu sesama anggota keluarga merupakan contoh integrasi nasional pertama dalam keluarga. Individu yang membantu orang lain biasanya karena ikatan yang kuat dan rasa saling menyayangi. individu yang tidak mempunyai ikatan apa pun jarang sekali membantu orang lain.

Ketika ini sudah tertanam kuat, barulah saling membantu diterapkan dalam rangka integrasi lebih luas berdasarkan rasa simpati dan empati. Tidak perlu ada ikatan apapun untuk saling membantu. Tetapi atas nama kemanusiaan dan persaudaraan.

2. Saling Menghargai Pendapat Sesama Anggota Keluarga

Sama halnya dengan saling membantu sesama anggota keluarga, saling menghargai pendapat sesama anggota keluarga membuat ikatan hati semakin kuat. Ikatan hati yang kuat bagian dari integrasi nasional. Saling menghargai ini, diwujudkan dengan mendengarkan setiap anggota keluarga dengan tidak memandang umurnya. Menghargai pendapat berarti memahami bahwa setiap orang butuh didengarkan dan mempunyai kebutuhan yang berbeda.

3. Rajin Beribadah

Terlihat tidak lazim menghubungkan integrasi nasional dengan rajin beribadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing, Esensi beribadah adalah kepada Tuhan Yang maha Esa. Namun, di dalamnya ada kewajiban cinta tanah air yang menjadi pendorong terjadinya integrasi nasional. Ibadah dimulai dan diterapkan sejak masa kecil dalam keluarga.

4. Patuh Pada Orangtua

Patuh pada orang tua merupakan ajaran dalam setiap agama. Kepatuhan juga menjadi norma kesopanan orang Indonesia. Patuh tidak berarti harus menurut tanpa batasan tanpa mempunyai keinginan sendiri. Patuh mempunyai pengertian bahwa setiap individu dapat mempunyai keinginan yang berbeda dengan orang tua tetapi disampaikan dengan cara yang baik. Dengan demikian patuh pada orang tua menjadi bagian dari integrasi nasional.

Contoh Integrasi Nasional dalam Sekolah

contoh integrasi nasional dalam sekolah
contoh integrasi nasional dalam sekolah, sumber gambar: pexels.com

Sekolah menjadi tahapan pendidikan anak selanjutnya setelah keluarga. Bahkan beberapa keluarga menyekolahkan anaknya sejak usia bayi dengan berbagai macam tujuan. Di sekolah, integrasi nasional dibentuk dan terlihat dari beberapa kegiatannya.

Contoh integrasi nasional dan penjelasannya, antara lain :

1. Seragam

Seragam di sekolah menandakan persamaan semua anak yang bersekolah. tanpa membedakan kedudukan orang tua, ekonomi, suku, ras, dan agamanya di sekolah mereka memakai seragam. Yang membedakan mereka umumnya hanya bagian wajah dan kepala. Kulit, wajah, dan bentuk rambut, serta memakai jilbab jika muslim. Semua itu menandakan integrasi nasional di sekolah. Semua unsur yang ada disatupadukan untuk mencapai tujuan bersama.

Tidak hanya siswa, sekolah menyeragamkan pakaian guru sampai kepala sekolah. Hal ini juga merupakan bagian dari integrasi nasional.

2. Piket

Piket di sekolah untuk anak dan guru mengajarkan bahwa semua di sekolah mempunyai hak dan kewajiban warga negara sama sesuai kedudukannya. Piket murid biasanya dalam bentuk membersihkan ruangan kelas dan lingkungannya.

Ini berlaku untuk semua siswa tanpa membedakan keragaman yang ada dan kedudukannya. Semua siswa harus belajar bertanggung jawab dari tugas piket yang didapatnya dari guru di sekolah.

Sementara piket guru dalam bentuk piket memeriksa murid dan menerima tamu di sekolah. Sama dengan siswa atau murid, piket guru diberlakukan kepada semua gurun

3. Menaati Peraturan

Umumnya peraturan di rumah diterapkan secara fleksibel. Di sekolah tidak demikian. Peraturan diterapkan dengan lebih disiplin dan tegas. Semua anggota keluarga sekolah wajib menaati peraturan yang ada. Sesuai dengan kedudukan dan tugasnya masing-masing di sekolah tanpa pengecualian. Integrasi nasional lahir dari menaati peraturan sekolah. Akan tampak bahwa hukum berlaku sama bagi setiap orang.

4. Menaati Guru

Bapak atau ayah adalah kepala atau pimpinan di rumah atau keluarga. Di rumah, semua anggota harus menaati orang tua, seperti telah dijelaskan sebelumnya.

Di sekolah, bagi siswa pimpinan mereka adalah guru, khususnya wali kelas. Setelah itu ada ketua kelas sebagai perpanjangan tangan dari guru. jadi, di sekolah siswa harus menaati guru. menaati guru bagian dari menaati pimpinan. Hal ini penting dan termasuk salah satu contoh integrasi nasional.

Suka atau tidak suka pimpinan, dalam hal ini guru, harus ditaati dan dihormati, Jika ada yang tidak disetujui, atau berbeda pendapat, maka sebaiknya pendapat dikemukakan dengan cara mengemukakan pendapat yang baik. Cara mengemukakan pendapat ini sesuai dengan pasal 28 UUD 1945.

5. Upacara Bendera

Contoh Identitas nasional salah satunya adalah bendera. Upacara bendera yang diadakan setiap hari Senin di sekolah dan pada hari-hari perayaan tertentu, seperti Hari Kemerdekaan, Hari Sumpah Pemuda, dan sebagainya, menjadi bagian dari integrasi nasional. Di saat ini, siswa ditanamkan sikap cinta tanah air dan sikap rela berkorban melalui pengibaran bendera merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional.

Dalam upacara bendera juga siswa berlatih disiplin dalam menaati peraturan, menaati guru, dan memakai seragam yang menjadi bagian dari taat peraturan.

Baca juga: Doa Kristen Untuk Bangsa dan Negara Indonesia

Contoh Integrasi Nasional di Masyarakat

contoh integrasi nasional di masyarakat
contoh integrasi nasional di masyarakat, sumber gambar: pexels.com

Integrasi nasional sebelum di tingkat negara, dapat dilihat di tingkat masyarakat. Persatuan dan perpaduan yang ada di tengah masyarakat akan menjadikan integrasi nasional tingkat negara solid. Sebaliknya, jika di dalam masyarakat tidak ada persatuan dan kesatuan, maka tidak akan integrasi nasional. Beberapa contoh integrasi nasional yang berkembang dalam masyarakat adalah sebagai berikut:

1. Pelaksanaan Gotong Royong

Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang mempunyai nilai kemanusiaan sangat tinggi. Gotong royong dalam masyarakat meninggalkan banyak perbedaan di belakang untuk mencapai tujuan bersama. Dengan bergotong royong, semua permasalahan yang ada menjadi lebih ringan. Berat sama dijinjing ringan sama dipikul, demikian istilah yang sering kita dengar dan baca.

Pelaksanaan gotong royong semakin memudar dalam masyarakat kota. Tinggal segelintir orang yang melaksanakannya. Masih banyak ditemui pada masyarakat desa, di mana segala sesuatu masih dinilai dengan keikhlasan dan ketulusan, bukan berdasarkan materi. Contoh pelaksanaan gotong royong, antara lain :

  • Bergotong- royong dalam meringankan beban masyarakat yang terkena musibah. Biasanya dengan mendirikan posko-posko darurat bencana.
  • Bergotong-royong dalam membangun ibadah kecil seperti mushola. Pada masyarakat desa, pembangunan ini dilaksanakan bersama tanpa perlu upah.
  • Bergotong-royong dalam memelihara keamanan masyarakat atau kampung. Biasanya dilaksanakan secara bergiliran. Gotong royong dalam keamanan disebut juga sebagai siskamling.

2. Saling Menghargai

Saling menghargai dan menghormati adalah wujud lain dari integrasi nasional. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia hal ini sangat penting. saling menghormati dan menghargai antara sesama yang berbeda suku, berbeda budaya, berbeda adat-istiadat, berbeda ras, dan berbeda agama. Sikap ini akan menghantarkan masyarakat ke dalam hidup rukun dan damai

3. Sikap Saling Berbagi

Bangsa Indonesia sejak zaman dahulu terkenal sebagai bangsa yang sangat ramah. Sikap ramah-tamah ini dibarengi dengan sikap saling berbagi terhadap sesama. Sejak usia dini, sikap ini dikembangkan agar manusia Indonesia yang memegang teguh Pancasila sebagai pandangan hidup, mau bersikap empati dan simpati terhadap sesama dengan saling berbagi.

Sikap saling berbagi menghindari sikap egois individu. Berbagi ini ditandai dengan pesta-pesta dalam beberapa adat dan budaya Indonesia, seperti perayaan sekaten, pesta perayaan khitanan anak, dan sebagainya. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari sikap saling berbagi dengan tetangga dikembangkan. Contohnya saling berbagi makanan dengan tetangga sebelah rumah. Ini juga menciptakan integrasi nasional.

4. Tidak Sombong

Sikap egois biasanya didasari dengan adanya sikap sombong dari individu dalam masyarakat. Jika banyak orang memegang teguh sikap ini, maka yang muncul adalah sikap tidak acuh. Individu tidak peduli dengan lingkungannya. Akan mudah sekali terpecah belah masyarakat yang individunya banyak bersikap sombong.

Sebaliknya, tidak sombong melahirkan integrasi nasional kokoh. Individu yang tidak bersikap sombong akan mudah bergaul dalam masyarakat. Dengan demikian integrasi nasional dalam masyarakat yang dijelaskan sebelumnya seperti gotong royong, saling menghargai, dan sikap saling berbagi akan tercipta dengan sendirinya.

Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Menjadi Warga Negara yang Baik

Contoh Integrasi Nasional Berbangsa dan Bernegara

contoh integrasi nasional berbangsa dan bernegara
contoh integrasi nasional berbangsa dan bernegara, sumber gambar: pexels.com

Tujuan akhir dari sikap, perilaku, dan perbuatan yang menghasilkan integrasi nasional adalah integrasi nasional yang tercermin dalam negara. Integrasi nasional ini sangat penting dalam upaya menjaga keutuhan NKRI. Negara yang kita cintai dan diperoleh dengan perjuangan dan air mata para pahlawan nasional. Di bawah ini adalah beberapa sikap dan perbuatan serta simbol contoh integrasi nasional.

1. Pembangunan TMII

Taman Mini Indonesia Indah, sesuai namanya adalah bentuk miniatur dari Indonesia tercinta. Tempat ini dibangun pada tahun 1976 atas prakarsa Ibu Tien Soeharto, isteri Presiden Soeharto. Taman Mini, dibangun di atas tanah ratusan hektar. Di sini ada taman yang berbentuk berbagai pulau di Indonesia secara lengkap, jika dilihat dari atas. Sebuah pembangunan yang mencerminkan integrasi nasional karena di dalamnya di bangun berbagai rumah adat dari 27 provinsi yang ada pada saat itu, dengan berbagai ciri khas masing-masing. Setiap rumah adat juga menampilkan berbagai budaya dan berbagai kekhasan daerah masing-masing.

Meski sudah dibangun puluhan tahun yang lalu, TMII tetap menjadi destinasi wisata yang diperhitungkan. Harga tiket yang murah membuatnya diserbu keluarga saat liburan tiba. Pada saat tertentu, di beberapa anjungan atau rumah yang menunjukkan budaya dan kekhasan provinsi sering diadakan festival. Festival ini memperkenalkan budaya, makanan, dan berbagai ciri khas provinsi.

2. Toleransi Umat Beragama

Indonesia mempunyai 6 agama yang diakui sebagai agama resmi negara. Di sini hak asasi manusia sangat dilindungi. Kebebasan menjalankan agama dan beribadah sesuai kepercayaan masing-masing berkembang dengan baik. Bandingkan dengan negara lain yang hanya memiliki keragaman ras, masyarakat Indonesia dengan keragaman ras dan agama mempunyai rasa toleransi yang besar.

Contoh sikap toleransi antar umat beragama ini membawa integrasi nasional yang cukup berhasil selama puluhan tahun merdeka. Tetap diingat bahwa toleransi bukan berarti setiap pemeluk agama harus mengikuti kegiatan keagamaan yang berbeda. Toleransi berarti tidak mengganggu ibadah dan kegiatan agama lain.

3. Penyelenggaraan PON

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) empat tahun sekali menjadi wujud dan contoh integrasi nasional selanjutnya. PON diselenggarakan di tempat yang berbeda-beda secara bergiliran. Ini memberikan kesempatan pada daerah yang terpilih untuk mengembangkan pembangunan sebelum PON berlangsung.

Pertandingan olahraga yang diadakan pada PON adalah antar provinsi. Pertandingan yang menunjukkan sportivitas tinggi. Pada saat pertandingan seluruh atlet diajak untuk bersaing secara sehat dan menghilangkan egois kedaerahan masing-masing.

4. Akulturasi dan Asimilasi Budaya

Tiap daerah Indonesia mempunyai perbedaan budaya dan adat istiadat. Proses menuju integrasi nasional dari sisi budaya adalah dengan adanya akulturasi dan asimilasi budaya. Jadi, setiap budaya yang berdampingan berusaha menyatu dan menyesuaikan diri. Tidak jarang, akulturasi dan asimilasi budaya membentuk kebudayaan nasional yang berkembang lebih bagus dengan tidak mengesampingkan kebudayaan daerah.

Akulturasi dan asimilasi budaya yang paling terkenal terjadi adalah ketika transmigran dari Pulau Jawa ditempatkan di Lampung. Dua kebudayaan berbeda menyatu di wilayah yang sama. Pada awalnya, sifat kesukuan dan perbedaan membuat seringnya terjadi bentrokan antara kedua suku. Namun, kemudian seiring dengan berjalannya waktu, orang Lampung dan transmigran Jawa dapat hidup berdampingan dengan damai.

5. Tidak Menciptakan Kelompok Tertentu

Integrasi nasional sudah terbentuk dan seharusnya semakin solid dari waktu ke waktu. Integrasi nasional demikian dapat tercapai jika setiap individu tidak saling menciptakan kelompok tertentu yang dapat memecah belah. Mengapa demikian? Bagaimanapun keberagaman Indonesia membuatnya mudah sekali dipisahkan menjadi kelompok-kelompok yang saling bertentangan.

6. Saling Menghargai dan Tepa Selira

Sikap saling menghargai yang telah ada sejak di keluarga, sekolah, dan masyarakat harus terus berkembang dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sikap ini adalah contoh integrasi nasional yang paling nyata. Integrasi yang telah disebutkan sebelumnya tidak akan terjadi dan berhasil baik tanpa ada saling saling menghargai dan tepa selira atau tenggang rasa.

7. Menaati UU

Peraturan dibuat untuk kepentingan bersama. Agar hak seseorang tidak berbenturan dengan hak orang lain. Alhasil dengan mentaati peraturan, maka integrasi nasional juga akan terwujud. Contoh, menaati peraturan lalu lintas. Jika individu tidak saling menaatinya, maka jalan akan kacau. Perpecahan dapat terjadi dengan mudah karena pejalan kaki dan setiap kendaraan bermotor saling bersinggungan.

Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Pemulihan Bangsa dan Negara

Kumpulan Contoh Integrasi Nasional Terbaru 2022

contoh integrasi nasional indonesia
contoh integrasi nasional indonesia, sumber gambar: pexels.com

Beragam contoh yang dapat dikemukakan dalam integrasi nasional, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Membantu Antar Anggota Keluarga

Rasa cinta terhadap tanah air bermula dari dijalankannya fungsi keluarga. Hal ini lantaran pengertian lembaga keluarga adalah pendidikan dasar bagi setiap manusia dalam bermasyarakat sekaligus berbangsa dan bernegara. Dalam hidup berkeluarga apabila dibiasakan dengan membantu antar anggota keluarga tentunya dapat menciptakan kebiasaan membantu di masyarakat sehingga dapat tercipta rasa integrasi dalam kehidupan.

2. Menghargai Pendapat Antar Anggota Keluarga

Salah satu sila dalam Pancasila yaitu sila keempat berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Sila tersebut mengandung arti bahwa kita harus menghargai pendapat orang lain termasuk dalam hidup berkeluarga kita harus menghormati pendapat antar anggota keluarga.

3. Ibadah yang Rajin

Beribadah merupakan kebutuhan rohani yang dibutuhkan setiap manusia yang memiliki agama. Dengan beribadah yang rajin maka akan terlihat dari kebiasaan baik yang dilakukan sehari-hari. Maka, menjaga ibadah secara rajin dapat mensukseskan integrasi nasional di masyarakat Indonesia.

4. Mempunyai Sikap yang Patuh Terhadap Orang Tua

Patuh terhadap orang tua adalah sikap yang wajib dimiliki oleh setiap orang. Perintah dari orang tua yang sifatnya positif wajib untuk dilakukan dan dipatuhi. Apabila perintah yang diberikan orang tua itu sikapnya tidak baik atau salah kita bisa menolaknya dengan halus serta dengan penjelasan yang mudah dimengerti.

5. Membentuk Regu Piket di Sekolah

Membentuk regu piket di sekolah lalu melaksanakannya merupakan sikap gotong royong di sekolah. Sikap gotong royong tersebut mampu menumbuhkan integrasi nasional dari diri siswa dalam hidup bermasyarakat nantinya.

6. Memakai Seragam yang Sesuai dengan Ketentuan Sekolah

Seragam adalah bentuk dari suatu identitas. Identitas peserta didik ditentukan dari seragam yang dipakai sesuai dengan ketentuan dari sekolah. Dengan mematuhi penggunaan seragam sekolah sesuai dengan peraturan maka siswa mewujudkan terbentuknya sikap cinta terhadap tanah air. Selengkapnya, baca; Pengertian Lembaga Pendidikan, Bentuk, Fungsi, dan Contohnya

7. Menaati Guru di Sekolah

Menaati guru sama halnya dengan menaati orang tua. Sebab, guru adalah orang tua di sekolah. Dengan menaati guru maka akan tercipta suasana tenang dan harmonis dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

8. Menaati Peraturan di Sekolah

Tujuan dari menaati peraturan di sekolah adalah agar terwujudnya sikap menghargai sekolah itu sendiri. Dengan menghargai nama baik identitas sekolah maka akan terwujud rasa cinta terhadap sekolah. Rasa cinta tersebut adalah bentuk dari contoh integrasi nasional.

9. Mengikuti Upacara Bendera Secara Khidmat

Mengikuti upacara bendera dengan khidmat adalah contoh bentuk menghargai jasa para pahlawan yang gugur dalam membela kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, mengikuti upacara bendera secara khidmat adalah salah satu bentuk integrasi nasional.

10. Saling Menghargai Antar Masyarakat

Dalam hidup bermasyarakat harus memiliki sikap saling menghargai antar anggota masyarakat. Sikap saling menghargai tersebut akan menumbuhkan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, yang kemudian dikenal istilah dengan pengertian toleransi.

11. Saling Berbagi Antar Masyarakat

Mempunyai sikap saling berbagi antar anggota masyarakat adalah hal yang wajib dimiliki. Sikap saling berbagi tersebut bukan karena tetangga membutuhkan, tapi untuk menjalin persaudaraan antar sesama masyarakat.

12. Gotong Royong Antar Masyarakat

Sikap gotong royong antar masyarakat ditumbuhkan melalui kegiatan kerja bakti, membantu masyarakat yang mempunyai hajatan, dan lain sebagainya. Memiliki sikap gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat mampu untuk menumbuhkan rasa integrasi nasional.

13. Menjaga Sikap Tidak Sombong Dalam Hidup di Masyarakat

Sombong merupakan sikap yang dibenci masyarakat. Sebagai seorang manusia yang hidup bermasyarakat, kita harus menghilangkan sikap sombong dengan selalu bersikap rendah hati. Sikap rendah hati akan disenangi anggota masyarakat yang lain.

14. Membangun Sarana dan Prasarana Umum

Sarana dan prasarana umum akan dipakai setiap masyarakat dalam melakukan kegiatan. Dengan bergotong royong untuk membangun sarana dan prasarana umum di suatu wilayah dapat menumbuhkan rasa integrasi nasional.

15. Mempunyai Sikap Saling Toleransi Antar Umat Beragama

Di negara Indonesia terdapat 6 agama yang berbeda-beda. Agama tersebut adalah islam, Kristen, katolik, budha, hindu, dan konghucu. Sebagai umat manusia kita harus dapat mentoleransi perbedaan keyakinan tersebut agar tercipta integrasi nasional.

16. Akulturasi Budaya

Pengertian akulturasi budaya adalah perpaduan dua budaya atau lebih yang berbeda dalam satu wilayah. Contoh dari perpaduan budaya adalah transmigran dari Pulau Jawa yang melakukan Transmigrasi ke Pulau Sulawesi akan membawa kebudayaan Jawa yang bercampur dengan kebudayaan khas Sulawesi. Selengkapnya, baca; Contoh Akulturasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

17. Asimilasi Budaya

Pengertian asimilasi budaya adalah percampuran dua budaya atau lebih dalam suatu wilayah. Percampuran macam budaya ini tidak menghilangkan ciri khas dari masing-masing kebudayaan yang bercampur tersebut. Percampuran kebudayaan lewat asimilasi budaya akan membawa tambahan karakteristik pada setiap kebudayaan yang telah bercampur. Selengkapnya, baca; Bentuk Asimilasi dan Contohnya

18. Menyelenggarakan Kejuaraan Olahraga

Menyelenggarakan kejuaraan olahraga seperti PORDA, PORPROV, PON, dan lain-lain dapat menyatukan bangsa dari berbagai daerah agar terlaksana integrasi nasional antar daerah di Indonesia melalui olahraga.

19. Menaati Undang-undang yang Berlaku

Undang-undang adalah dasar peraturan yang berlaku untuk ditaati oleh seluruh warga negara. Masyarakat yang dalam hidupnya selalu menaati undang-undang yang berlaku akan dapat dengan mudah terciptanya sikap integrasi nasional.

20. Memiliki Sifat Disiplin

Dalam hidup bermasyarakat maupun hidup dimanapun, memiliki sifat disiplin dapat membuat seseorang akan menjadi pribadi yang dapat diandalkan sehingga mudah tercipta integrasi nasional.

21. Menghargai Waktu

Menghargai waktu adalah memiliki sikap tepat waktu dalam berbagai hal. Seseorang yang mampu menghargai waktu akan dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan bermasyarakat sehingga akan mudah tercipta integrasi nasional.

22. Tidak Membiasakan Kebiasaan Berhutang

Berhutang tidaklah bagian daripada pengertian kriminalitas, namun perbuatan tersebut tidak baik. Berhutang dapat memecah belah persaudaraan antar umat manusia. Sebaiknya kita harus menghindari sikap berhutang agar mampu mewujudkan sikap integrasi nasional.

23. Menaati Aturan Lalu Lintas

Menaati peraturan lalu lintas dalam berkendara mewujudkan lingkungan jalan raya yang aman dan tentram. Dengan menaati aturan lalu lintas maka angka kecelakaan lalu lintas dapat berkurang.

24. Menjaga Sikap Bicara

Menjaga sikap bicara dapat mewujudkan sikap dihargai dan terpandang oleh orang lain. Sikap bicara juga menentukan status sosial seseorang. Untuk itu perlu menjaga sikap bicara dalam percakapan secara langsung.

25. Menjaga Kebersihan

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Menjaga kebersihan setiap waktu mampu untuk mewujudkan lingkungan yang sehat. Menjaga kebersihan dapat dimulai dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan.


Kumpulan contoh integrasi nasional dalam keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa dan negara bisa mulai diterapkan dengan kesadaran diri sendiri, pasalnya kalangan milenial tidak harus langsung berkontribusi secara langsung pada Indonesia namun dapat dimulai dari hal-hal kecil seperti di lingkungan keluarga dan teman terdekat.

Untuk itu, guna meningkatkan integrasi nasional seperti ini sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal dekat. Namun pentingnya upaya ini harus dilakukan secara konsisten agar perubahannya pun benar-benar terlihat pada generasi selanjutnya.

Irwin Day

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

Tinggalkan komentar

error: Konten dilindungi !!