10+ Puisi Tentang Gempa Bumi yang Menyentuh Hati dan Terbaik 2022

Contoh Puisi Gempa Bumi Terbaru dan Terlengkap 2022 – Puisi dianggap sebagai salah satu bentuk karya yang biasanya digunakan untuk mencurahkan isi hati dan pikiran dari penulisnya. Ada banyak hal bisa ditulis sebagai bahan penulisannya baik mulai dari hobi, cinta, pasangan, keadaan alam dan lain sebagainya karena ide bisa berasal dari mana saja.

Misalnya adalah puisi tentang gempa bumi seperti di bawah ini yang menggambarkan betapa dahsyat dan mengerikannya ketika bencana ini terjadi, musibah ini memang terasa sungguh menakutkan karena menimbulkan trauma bagi banyak orang terutama jika mereka sudah pernah mengalaminya.

Sebagai orang yang tidak terdampak oleh gempa bumi, Anda bisa membantu saudara-saudara untuk memberikan dukungan materil seperti kebutuhan sehari-hari. namun apabila tidak memungkinkan, maka cara lainnya adalah dengan ikut bersimpati melalui karya sastra salah satunya lewat puisi.

Anda bisa mencurahkan keprihatinan dan kesedihan atas musibah yang telah terjadi tersebut. Jika masih bingung untuk memulai menulisnya, cobalah membayangkan sedang berada di tengah-tengah terjadinya gempa bumi. Tentu saja akan terasa sangat menakutkan dan mengerikan.

Baca juga: Doa Kristen Saat Gempa Bumi

Puisi Tentang Gempa Bumi

ilustrasi bangunan roboh karena gempa bumi
ilustrasi bangunan roboh karena gempa bumi, sumber gambar: pexels.com

Bagi Anda yang ingin mencurahkan isi pikiran mengenai bencana alam, maka berikut ini ada beberapa contoh puisi tentang gempa bumi sebagai bahan referensinya,

Anda cukup menggambarkan situasi yang terjadi di tengah-tengah gempa bumi itu, banyaknya korban jiwa hingga pengalaman mengerikan lainnya dapat dijadikan sebagai bahan penulisan karya sastra tersebut.

Judul Puisi : Mampukah Memetik Hikmah

Gempa bumi melanda
Bencana menimpa
Tewas sudah ribuan jiwa
Kembali kehadirat-Nya
Harta benda mereka porak poranda
Duka nestapa pun sedalam samudra
Siapa sanggup katupkan luka sukma

Wahai, mampukah kita memetik hikmah
Dari musibah mahapedih
Mampukah menghentikan nafsu serakah
Tergerak menyantuni yang merintih-rintih

Tangisan pilu para korban bencana
Untaian air mata kita
Maka jangan masa bodohkan, Sayang
Mereka yang bernasib malang
Jangan sampai air mata mereka terus berderai
Sementara kita asyik bersantai
Jangan sampai hilang peduli
Agar hidup ini punya arti

Judul Puisi : Bangunkah Hati Kecilmu

Gempa bumi menghampiri
Seraya hidup menghadap Illahi
Pernahkah berfikir intropeksi diri
Hidup ini sudahkah berarti untuk sesama

Wahai hati kecil
Engkau sudah lama tersingkir oleh nafsu
Idemu sudah tidak lagi dihiraukan
Seakan hidup ini terasa di genggaman

Bangunkahlah hati kecilmu
Yang sudah lama tidur pilu
Dengarkan bisikan bisikan kebenaran
Yang sudah lama terhiraukan

Dia selalu mengingatkanmu disaat engkau berada di jurang kesalahan
Dia mengajakmu untuk kembali kejalan-Nya
Dengarkan, rasakan, dia merintih kesakitan
Disaat kamu hiraukan

Hati kecil tiada punya lelah
Membawamu dalam kebenaran
Untuk itu
Dengarkan disetiap langkahmu

Judul Puisi : Sungguh Murkanya Gempa Bumi

Karya ZulviLita

Gempa bumi…
Getaranmu sungguh menakutkan
Guncanganmu memporak-porandakan
Membantai nyawa ribuan orang…

Gempa bumi…
Begitu tamaknya engkau pada dunia..
Melahap dan menghancurkan bangunan
Merata tanahkan semua isi bumi…

Tak tahukah engkau?
Kau sungguh murka..
Kau buta akan golongan
Orang dewasa orang tua..
Bahkan anak kecilpun kau telan…

Betapa kejamnya engkau…
Melumpuhkan kegiatan dunia
Menghentikan langkah para pencari ilmu
Menjatuhkan harapan yang telah tinggi…

Bangunan kau luluh lantakkan..
Banyak insan yang kau kalang kabutkan..
Alam kau taklukan…
Memang, kau sungguh tiada hati…

Banyak puing berserakan
Warga kehilangan tempat tinggal
Suasana benar-benar mencekam…
Mengingat kedatanganmu yang mengancam
Hidup dan kehidupan sebagai jaminan…

Artikel Terkait: Puisi Cinta Untuk Istri

Judul Puisi : Gempa Bumi

Karya ekavit

kenapa bumi bergoyang?
kenapa semua berlarian?
kenapa bumiku seperti ini?
apa salahku, Tuhan?

aku tak menduga malapetaka
menimpa desaku!
meratap pedih
kehilangan segala yang aku punya

aku hanya berlutut memohon pada-Mu
ampuni aku, Tuhan!
selamatkan semua dari murka-Mu!
aku mohon, hentikan bencana ini

Judul Puisi : Bumi Bergetar

Ketenangan malam,
Yang dingin dan mencekam,
Lampu kamar mulai padam,
Berbaring dengan mata terpejam.

Belum lama raga melayang,
Aku tersentak dengan tegang,
Merasakan bumi yang berguncang,
Kuberlari terluntang-luntang.

Bumi terasa amat menakutkan,
Dingin dan pucat menyelimuti badan,
Ke luar rumah, dari dalam ruangan,
Meluluhlantakkan segenap kedamaian.

Bumi bergetar, alam menggelegar,
Sejenak hilangnya suatu tegar,
Membayangkan asa yang kan pudar,
Bunga-bunga gagal mekar.

Oh Tuhan,
Ada apa dengan Bumiku?
Apakah dia marah?
Kenapa jadi sangar?
Oh Tuhan, Maafkan Kami.

Judul Puisi : Datang Tak Diundang

Pagi itu,
Cuaca begitu cerah,
Sinar Surya bersinar sumringah,
Hingga rasa dan selera tergugah.

Kulangkahkan kaki keluar rumah,
Menjemput rezeki dari Allah,
Meninggalkan rasa untuk menyerah,
Menuju masa depan yang cerah.

Namun, tiba-tiba saja,
Ada tamu tak diundang,
Datang kala ku di tengah perjalanan,
Bumi bergetar dan berguncang,
Sontak mengagetkan umat waktu siang.

Semua berlari terluntang-lanting,
Situasi begitu genting,
Panik, cemas dan takut,
Bercampur aduk dalam satu waktu.

Gempa bumi,
Kau adalah tamu tak diundang,
Tanpa isyarat dan tanda,
Terpaksa kami menghadang,
Meski akhirnya menyisakan luka.

Judul Puisi : Tertinggal Puing

Kemaren, semua masih indah,
Hidup tentram bersama alam,
Anak-anak dan orang tua bercengkrama,
Oh damainya, bumiku terkasih.

Namun itu kemaren,
Bukan apa yang terlihat hari ini,
Hanya tersisa puing dan pecahan kaca,
Akibat kejamnya gempa bumi.

Tertinggal puing,
Pedih menusuk relung,
Tak sanggup menatap bangkai,
Dari manusia yang tengah terbengkalai.

Oh Tuhan,
Betapa pedihnya cobaan ini,
Tangisan dan ratapan hati,
Enggan pergi dari dalam diri.

Oh, Gempa bumi.

Judul Puisi : Rintihan Anak Kecil

Miris menyayat hati,
Kala terdengar rintihan diri,
Dari anak kecil yang berlari-lari,
Mencari sosok ibu kesana-kemari.

Betapa pedih merobek jiwa,
Kala tangisan kian menggema,
Aku pasrah mengelus dada,
Atas pilunya realita yang ada.

Wahai kawan, inilah cobaan diri,
Tuhan menitipkan melalui gempa bumi,
Sabarlah, relakan, kuatkan hati,
Berserah dirilah pada Ilahi.

Wahai teman, kau tak bersalah,
Tak usah pula kau menyanggah,
Sungguh Tuhan menyayangimu,
Dan rencana dibaliknya yang indah.

Bersabarlah.

Judul Puisi : Melawan Air Mata

Bagaimana lagi aku bersikap,
Ditengah hari yang amat gelap,
Bagaimana hendak aku kuat,
Sedang cobaan begitu berat.

Air mata yang tak sanggup kutahan,
Menusukkan luka yang membekas,
Mengkhayalkan gelapnya masa depan,
Diantara puing dan mayat meranggas.

Oh, betapa malangnya negeriku,
Setelah gempa bumi mengirim pilu,
Aku tersentak ditengah sendu,
Menahan air mata yang begitu haru.

Oh, air mata, berhentilah mengalir,
Meski masa amat getir.

Baca juga:


Tidak hanya sekedar membaca atau membuat contoh puisi tentang gempa bumi terbaru dan terlengkap 2022 di atas, jangan lupa juga untuk selalu berdoa kepada Tuhan agar para korban senantiasa diberikan kekuatan. Tentunya timbul rasa trauma pada hati mereka setelah mengalaminya.

Jangan lupa juga untuk mencoba memberikan bantuan materil kepada mereka yang sedang membutuhkan, korban gempa bumi tentu memerlukan kebutuhan sehari-hari karena umumnya tempat tinggal mereka rata dengan tanah.

Bayu Kurniawan

SEO Specialist di Kristenly, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada seni dan digital marketing.

Tinggalkan komentar

error: Konten dilindungi !!