5+ Puisi Menanti Kelahiran Buah Hati (Anak) Terbaik 2022

Kristenly.com – Seorang anak memang dianggap sebuah anugerah yang dimiliki oleh kedua orang tua, tak heran jika keduanya sangat menantikan momen tersebut ketika sang buah hati berhasil dilahirkan di dunia ini. Penantian selama 9 bulan terasa begitu lama hingga akhirnya tak terasa tiba saatnya momen lahiran.

Puisi menanti kelahiran buah hati (anak) menggambarkan betapa bahagianya kedua orang tua untuk mendambakan datangnya anak mereka di dunia dengan selamat, terlebih jika hal ini terjadi pada anak pertama sehingga tidak hanya ditunggu oleh ayah dan ibu melainkan juga calon kakek dan nenek.

Seluruh anggota keluarga pun juga ikut menantikan momen kelahiran sang buah hati, mereka tidak segan untuk selalu menjaga kesehatan dari sang ibu agar kandungannya tetap terjaga hingga 9 bulan lamanya sampai benar-benar selamat melahirkan anak mereka.

Jadi jangan lupa untuk selalu memohon keselamatan dan harapan baik agar seluruh momen kehamilan dan juga lahiran dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, kesehatan juga selalu menyertai dari ibu dan sang buah hati pasca melahirkan sehingga benar-benar lahir dalam keadaan sehat.

Baca juga: Ayat Alkitab Untuk Bayi/ Janin dalam Kandungan

Puisi Menanti Kelahiran Buah Hati

ilustrasi kelahiran anak yang dinanti
ilustrasi kelahiran anak yang dinanti, sumber gambar: pexels.com

Puisi menanti kelahiran buah hati (anak) berikut ini bisa Anda baca kembali untuk menantikan momen membahagiakan tersebut, mengingat bahwa kelahiran dari anak selalu ditunggu oleh kedua pasangan orang tua terutama ibu dan anaknya sendiri meskipun satu anggota keluarga juga ikut menunggu.

Jangan lupa untuk selalu menyertakan doa dan harapan baik agar ibu dan anak senantiasa diberikan kesehatan selama masa kehamilan hingga pasca melahirkan.

Judul: Puisi Penantian

Karya : Santi Asesanti

Mendamba hadirmu
ciptakan rerangkaian asa
berharap sempurna tercurah

Terbayang jerit pertamamu
sekencang tangis Ismail
membelah padang pasir
membela resah Siti Hajar

Di selasar kata
terbata kueja gelisah di wajah ayahmu
sebab kaulah buah cinta pertama
amanah paling azimat dari-Nya
surga kami ada padamu

Gejolak rindu kian tak terelak
ketika jarum waktu mendekati hadirmu
dedoa tiada henti kami lantunkan
penuh syukur pada-Mu

Pelangi Kata, Desember 2017

Judul: Puisi Akhir Penantianku

Karya: Endah Susanti Wulandari
Mentari bersinar, udara segar
Burung-burung bersenandung
Pepohonan pun menari
Sambut pagi nan riang

Sembilan bulan lebih sepuluh hari
Kau berada di rahim Ibu
Mendengar suara denyut jantungmu
Bak kuda yang sedang berlari

Kemanapun kau kubawa
Kurasakan setiap gerakmu
Menendang, Meninju
Ah, kau sungguh aktif

Dan kini kau tersadar
Meminta untuk keluar
Pecahlah tangis haru
Kau menyapa dunia

Inilah akhir penantianku
Melihatmu ada di sampingku
Buatku merasa jadi ibu yang sempurna
‘Kan kusediakan segala butuhmu

Bilik Kangen, 12-12-2017 04:50 AM

Judul: Selamat Datang Anakku

By: bidanku com

Nak,
Ingatkah saat sembilan bulan kebersamaan kita?
Sembilan bulan yang tak tergantikan…
Saat kita berada dalam satu hembusan nafas…
Dalam satu detak…
Berbagi kehidupan dalam secuil ruang!
Dimana rahimku menjadi satu-satunya tempat teraman bagimu…

Ketika, sedihku pun membuatmu resah
Ketika, senyumku pun membuatmu tenang
Dalam setiap gerakan, kamu berkata
Dalam setiap gerakan, kamu mencoba memberi makna…
Sampai saat dimana ragamu siap hadir ke dunia…

Pecahnya ketuban,
Mulasnya kontraksi,
Menjadi rasa ternikmat bagiku!
Waktu dimana aku akan menjadi wanita seutuhnya…

Dalam penggalan-penggalan nafas yang terus berjuang,
Segala doa terlantun…
Nyawaku ku pertaruhkan disini!

Demi kamu,
Anakku! Sesosok malaikat mungil yang terlahir dari rahimku sendiri…
Detik itu, dimana tangisanmu dan tangisanku menandakan kemenangan besar…
Selamat datang anakku… Bunda selalu ada untukmu!

Judul: Puisi Menempuh Jalan Cinta

Oleh: Hari Untoro Dradjat

Telah terlahir anak lelaki perkasa.
Dilahirkan sebagai pendaki keindahan.
Mempesona bak permata bertahtakan intan mutiara.
Hadir sebagai lambang kebahagiaan.

Lahir insan di dunia nyata.
Diawali tangisan pertama.
Meratapi peristiwa yang sudah dihadapinya.
Berada dalam bejana proses kelahiran.

Menapakkan kaki bukan berpengharapan.
Memijakkan tapak untuk pendakian.
Mencari arah tujuan perjalanan ke puncak pegunungan.
Dibimbing guru sejati dari kedalaman kata hati.

Tatkala masih di bawah pandangan sangat terbatas.
Di lembah tempatnya kesuburan untuk menjalani kehidupan.
Saat pendakian yang tampak hanya tebing batu penuh kekerasan.
Di penghujung ketinggian terhampar pasir.
Padang nan gersang menghadang perjalanan.

Di ketinggian semakin luas jangkauan pandangan.
Tidak usah berbangga saat dapat melihat ke semua arah.
Tidak usah berpuas diri bisa melihat bentuk lahiriah semata.
Tempuhlah perjalanan Cinta kepadaNya.

Judul: Puisi Lahir Seorang Bayi Laki Laki

Karya: Eko Sutrisno

Bayi kecil laki-laki terlahir
Hadirkan wajah cerah sang ibu
Begitu juga wajah bahagia sang bapak
Di ruang putih Rumah Sakit Bersalin ia terlahir

Kupadang wajahnya yang tertidur pulas
Lembut kulitnya saat kusentuh dengan jemari tangan
Sedikit bergerak tentramkan hati ini

Bayi kecil laki-laki telah lahir di dunia
Untuk melihat, menapaki kehidupan semesta
Hati selalu panjatkan doa
Kelak berguna bagi orang tuanya
Jadi kebanggaan agama dan bangsanya

Malam makin larut, suasana mulai sepi pengunjung
Bayi laki-laki kecil telah tertidur pulas
Kursi-kursipun telah banyak yang kosong
Hening kini yang terasa menyelimuti

Hati berkata
Selamat datang ke dunia, bayi kecil laki-laki
Kehadiranmu telah berikan rasa bahagia
Di wajah Bapak-Ibumu, juga keluargamu

Judul: Si Kecil Dalam Ayunan

Karya: Adi Taufik, S.Pd

Kurangkai diksi menjadi puisi
Aku syukuri hadirnya si buah hati
Amanat terindah dari Ilahi
Yang telah lama dinanti-nanti

Hadir disambut ke alam dunia
Penuh syukur senyum bahagia
Menjadi buah hati pasangan setia
Melengkapi kebahagiaan setiap manusia

Kecil mungil dan menggemaskan
Tertawa lucu dalam ayunan
Hingga terlelap dalam belaian
Dialah buah hati surga dambaan

Timang-timang bundamu menimang
Dengan penuh kasih sayang
Bagai titisan surga ia datang
Hadirkan senyum bahagia nan riang

Menangislah, tertawalah, tidurlah
Warnai mimpi-mimpimu dengan indah
Nantikan hari esok yang lebih cerah
Dalam kebahagiaan bunda dan ayah

Lampung Utara, 21 Februari 2019

Judul: Puisi Untuk Cucuku yang Baru Lahir

Oleh: Muslimin Bando (Bupati Enrekang)

Tak terukur oleh kata
hati gembira bak dipenuhi bunga
bunga di taman hati merekah indah
hadirkan pucuk baru yang lebih hijau..

Cucuku…
kini berada dalam pelukanku
dekapan kasih sayangku
bayi kecil jemari lentik mungil
senyum merekah dari bibir tipismu menyambut kehidupan yang indah ini…

Cucuku…
betapa indahnya hari
bagiku, bagimu, serta bagi mereka kini dan nanti
pandanglah alam sekelilingmu
jangan takut dan usah ragu
karena kau hadir dari perpaduan cinta dan doa…

Dari aku…
yang sangat bangga atas lahirmu
dari aku…
yang gembira atas predikatku kini
dan tersebutlah kini aku sebagai KAKEK…

Selamat datang di dunia cucuku,
Bumi Massenrempulu menanti bakti karyamu kelak.

Baca juga:


Contoh puisi menanti kelahiran anak di atas berhasil menunjukkan betapa bahagianya kedua orang tua untuk menunggu momen tersebut. Ada banyak cara yang sudah dilakukan oleh calon ayah dan ibu selama masa kehamilan, terlebih jika mereka sudah cukup lama menunggunya setelah menikah.

Bahkan tidak sedikit diantara pasangan suami istri yang harus melakukan berbagai program kehamilan agar bisa memiliki keturunan, jadi proses kehamilan 9 bulan sangat dinantikan oleh semua calon orang tua.

Irwin Day

Lahir seorang besar dan tenggelam beratus ribu. Keduanya harus dicatet, keduanya dapat tempat - "Catetan Th. 1946" - Chairil Anwar

error: Konten dilindungi !!