5 Puisi Tentang Angin Puting Beliung yang Penuh Makna

Puisi Tentang Angin Puting Beliung Terbaru 2022 – Memang terasa sungguh menakutkan apabila angin puting beliung ini terjadi, biasanya fenomena ini semakin sering dialami pada saat peralihan musim dari kemarau menuju penghujan. Penyebabnya pun satu yakni dikarenakan pembentukan awan cumulonimbus akibat suhu lumayan tinggi.

Puisi tentang angin puting beliung mungkin bisa menjadi referensi bagi Anda untuk menggambarkan betapa dahsyatnya fenomena ini terjadi, angin akan bergerak begitu cepat dan berhasil menyapu keseluruhan di depannya. Selama proses ini, hujan belum turun karena titik air masih tertahan di atas.

Gesekan bisa saja semakin besar dan membuat suhu di sekitarnya berubah menjadi sangat dingin, dalam hal ini akan membentuk sebuah udara berputar sungguh kencang hingga menyerupai siklon. Kecepatannya pun mencapai 63 kilometer per jam dengan disertasi oleh hujan deras.

Anda bisa mencermati beberapa tanda-tanda yang menunjukkan bahwa angin puting beliung akan terjadi. Beberapa diantaranya seperti udara panas dan gerah, pertumbuhan awan cumulus di awan, awan berubah menjadi gelap. ranting pepohonan bergoyang lumayan keras dan terdengar gemuruh.

Baca juga: Doa Kristen Saat Angin Puting Beliung

Puisi Tentang Angin Puting Beliung

ilustrasi angin puting beliung
ilustrasi angin puting beliung

Anda bisa membaca puisi tentang angin puting beliung yang dapat menggambarkan mengerikannya fenomena ini terjadi, terlebih jika peristiwa tersebut telah disertai oleh hujan deras sehingga suasana akan jauh terasa mencekam.

Puting beliung bisa menyapu benda apapun yang ada di sekitarnya, tidak jarang ada pohon tumbang dan bangunan rubuh akibatnya.

Judul: Kegilaan Yang Memilukan

Karya: Adi taufik, S.Pd & Ridho an Nidzar

Ketika sapa sang badai datang
Angin berbisik bertiup kencang
Merusak keindahan alam raya
Yang semula penuh pesona

Hembusan badai terus berputar
Bunga bunga indah jatuh terkapar
Hingga rusak juga beribu pagar
Yang menjadi tempat bunga bersandar

Di sinilah aku terdampar
Jiwa terkulai dan terkapar
Di kota mati yang amat sunyi
Berteman debu ke sana kemari

Musnahkah sudah sebuah peradaban
Ditelan buta dan kegilaan
Sungguh memilukan kegilaan ini
Bagaikan naga menyemburkan api

Judul: Puting Beliung

Karya: Munawar Syamsuddin

Terkurung langit hitam
Sebuah bukit yang runcing
Terpusar oleh angin kencang
Memutar-mutar sejuta pendulum

Dan pepohonon saling tumbang
Mencabik-cabik sawah dan ladang
Digerus digilas oleh hujan es
Seluruh penduduk telah tewas

Setengah jam hari kembali terang benderang
Manamatkan sebuah kiamat di kecamatan
Belasungkawa untuk titik negeri mantan
Bekas menara stasiun televisi yang menantang

Tinggallah sebuah bukit terbelah. Kenangan
Mengubur segala jumawa dan durhaka
Kepada keseimbangan
Alam yang molek. Amanah atau bencana.

Judul: Tenanglah

Awan badai telah berlalu
Puting beliung yang tadi menderu
Meninggalkan puing-puing dan reruntuhan
Wadah dunia yang hancur berantakan

Air hujan belumlah reda
Saat tangisan memecah cakrawala
Akan dera dan siksa
Yang ditinggalkan angin bencana

Pohon-pohon yang bertumbangan
Menimpa rumah dan pemukiman
Hilang sudah keteraturan
Kini hancur berantakan

Namun tangan-tangan tua
Yang arif cekatan dan bijaksana
Menekan galau yang melanda
Tenangkan rasa gulana

Tenanglah wahai jiwa
Bencana adalah kehendak yang kuasa
Memberi pembelajaran pada semua
Untuk menatap alam secara seksama

Membaca gemuruh rasa gelisah
Akan rasa punak sang amarah
Yang disakiti tangan rakus manusia
Mengeruk alam dengan buasnya

Tenanglah wahai jiwa amarah
Agar kembali merasakan indah
Akan keseimbangan kehidupan
Setelah angin beliung yang menakutkan

Tenanglah alamku
Jangan lagi lepaskan amarahmu

Judul: Angin

Angin..
Terkadang kau memberi kesejukan…
Terkadang kau memberi ketentraman
Dan terkadang pula kau memberi kesengsaraan..

Tetapi..
Aku tahu, apapun yang terjadi adalah yang terbaik dariNya
Tuhan..
Tolonglah kami, kuatkanlah kami dalam menghadapi cobaan ini

Wahai angin..
Apapun yang terjadi..
Kau tetap pernah berjasa kepada kami
Untuk memberikan udaramu yang sejuk itu..

Maafkanlah kami..
Jika kami telah banyak membuat kerusakan
Sehingga terjadilah bencana ini
Bencana angin puting beliung..

Kami akan terus berusaha dengan penuh semangat
Meskipun angin telah memporak-porandakkan semua
Dan kami akan selalu berusaha ikhlas untuk menghadapi semua ini
Meski pahit, kami takkan pernah menyerah berjuang.

Judul: Puting beliung

Angin keras
Berhembus kencang
Meliuk liuk
Di daratan luas

Angin menyeramkan
Awan gelap
Menjadi sang raja
Dalam dunia

Ya tuhan
Tolonglah kami
Dari bencana ini
Semoga kami….
Selamat

Baca juga:


Itulah tadi contoh puisi tentang angin puting beliung terbaik 2022 yang bisa Anda baca dan pahami bagaimana proses terjadinya, terlebih ketika fenomena ini sungguh terjadi begitu menyeramkan dan berhasil merobohkan pohon hingga bangunan di sekitarnya.

Untuk itu cobalah peka dengan tanda-tanda alam yang sudah diberikan, karena biasanya beberapa pertanda telah muncul sebelum bencana ini terjadi begitu pula pada angin puting beliung. Tetaplah berada di tempat aman agar terhindarkan dari resiko bahayanya.

Bayu Kurniawan

SEO Specialist di Kristenly, berpengalaman lebih dari 4 tahun dalam SEO dan sangat tertarik pada seni dan digital marketing.

error: Konten dilindungi !!