6 Renungan Kristen Tentang Akhir Tahun 2022, Untuk Instropeksi Diri

Renungan kristen tentang akhir tahun – Akhir tahun merupakan hari dimana seseorang telah menyelesaikan hari-harinya selama setahun penuh dengan penuh lika-liku hidup. Seberat apapun yang telah Anda lalui, kasih sayang Kristus telah nyata Anda rasakan sehingga Anda mampu bertahan dan mampu tetap tersenyum di penghujung tahun. Kasih sayang Kristus sangat nyata adanya sebab tanpaNya bisa jadi Anda sebagai umatNya tak mampu melewati semua hal berat dalam hidup Anda dengan baik.

Tak jarang kita merasa bahwa kesulitan atau problem hidup terasa mustahil dilalui, rasanya tanpa campur tanganNya tiada mungkin solusi bisa datang. Masalah yang ada, nyaris seperti hal yang tak mampu diselesaikan oleh kemampuan manusia tetapi Tuhan Yesus tak pernah tega melihat umatnya tenggelam dalam masalah hingga berlarut-larut. Problematika yang dihadapi umat Kristiani merupakan langkah pembuktian cinta kasihNya pada Tuhan Yesus yang penuh kasih.

Keajaiban Tuhan Yesus yang dihadirkan pada hari-hari yang penuh problem, saat sukar, dan kondisi yang sangat membutuhkan solusi dan nyatanya bisa diselesaikan layak untuk disyukuri. Sebagai umat Kristen yang taat mensyukuri keajaiban Tuhan Yesus adalah keniscayaan terlebih akhir tahun seperti ini. Hari yang sangat layak untuk dijadikan momentum refleksi diri dan menghitung secara kolektif seberapa berlimpah nikmat Tuhan Yesus yang telah dianugerahkan.

Baca juga: Ucapan Selamat Tahun Baru Kristen, Penuh Harapan

Renungan Kristen Tentang Akhir Tahun

ilustrasi perayaan akhir tahun
ilustrasi perayaan akhir tahun, sumber gambar: pexels.com

Semua waktu yang kita lewati akan berakhir. Entah waktu baik maupun buruk selama di bumi pasti akan habis ketika waktunya selesai. Karena setiap apapun di dunia bersifat sementara. Maka lewatilah akhir tahun dengang sebaik-baiknya. Untuk itu pahamilah renungan kristen tentang akhir tahun 2022 berikut ini:

Judul 1: Mengingat Perbuatan Kasih Tuhan

Telah diturunkan Ayat Mazmur 77:12 dimana dalam ayat tersebut kita semua sebagai umat Kristus telah berjanji untuk mengingat perbuatan kasih Tuhan dan segala keajaiban dariNya sejak zaman purbakala. Disitu sangat jelas bahwa rasa syukur kita terhadap Tuhan Yesus bahkan kita tarik jauh sebelum kita sendiri lahir. Artinya kita memiliki kesadaran hubungan kausalitas, karena tak ada kita hari ini jika tak ada kasih sayang Yesus pada orang tua kita terdahulu.

Hidup adalah rangkaian sebab akibat sehingga jika orang tua kita tak diberikan keajaiban dan pertolongan dari Tuhan Yesus maka bisa dipastikan kita pun tak bisa eksis sampai hari ini. Pada Mazmur ayat 12 diatas telah dijelaskan secara jelas bahwa keajaiban Tuhan Yesus memang nyata bisa dirasakan manusia dan kerap hadir pada saat yang memang dibutuhkan. Berterima kasih kepada Tuhan Yesus sejak nenek moyang sudah selayaknya kita panjatkan kepadaNya.

Kegiatan akhir tahun cenderung dihabiskan untuk berpesta dan bersenang-senang tetapi umat Kristiani terkadang lupa bahwa ada kegiatan lain yang perlu diberi alokasi waktu. Merenung atau kontemplasi merupakan kegiatan penting yang harus dijadikan kebiasaan sebagai jalan refleksi untuk menghitung diri atau introspeksi diri. Sebab dengan kita selalu melihat ke diri maka akan lebih mudah untuk bersikap rendah hati, tidak jumawa terhadap pencapaian hidup yang dimiliki.

Sebab setiap orang pasti punya pencapaian, setiap orang juga punya kelebihan, maka sifat sombong terhadap pencapaian yang tidak terkontrol dapat berakibat buruk pada kehidupan sosial masyarakat. Sebagai umat Kristen yang taat, sudah seharusnya Anda memberikan teladan yang baik kepada orang lain tanpa harus banyak bicara tetapi dengan tindakan. Berperilaku baik secara tak langsung memberi orang lain pandangan bagaimana menjadi umat Kristiani yang baik.

Judul 2: Gambaran Konsep Tentang Hadiah

Tak hanya pada Mazmur, Filipi 13-14 juga memberikan Anda gambaran tentang bagaimana konsep Tuhan Yesus memberikan gambaran tentang hadiah. Tuhan Yesus berfirman bahwa dengan melupakan apa yang telah berlalu dan mengarahkan diri pada Sang Kristus maka Anda akan memperoleh hadiah spesial yakni panggilan surgawi. Siapa umat Kristiani yang tidak ingin memperoleh hadiah besar nan langka dari Tuhan Kristus yang penuh kasih kepada umatNya.

Sedangkan pada Yohanes 5 Tuhan Kristus mendefinisikan diri buah anggur pada sebuah pohon sementara Anda adalah rantingnya. Pada Yohanes 5 disebutkan bahwa ketika Anda menggantungkan hidup Anda pada diri Kristus maka Anda akan memperoleh banyak keberuntungan tetapi jika tidak Anda tak mampu berbuat apapun. Tuhan Kristus seperti ingin bermesraan terhadap seluruh umatNya, seperti menawarkan kerinduan yang ingin dijawab umat.

Pada akhirnya melihat ke dalam diri melalui metode perenungan atau kontemplasi sangat penting bahkan dianjurkan agar Anda merasa rendah hati dihadapan Tuhan Yesus yang Agung. Anda menjadi sadar bahwa apa yang telah dicapai tak akan seperti sekarang jika tanpa kasih sayang dari Tuhan Yesus Adil. Jadi, lakukan renungan setidaknya saat akhir tahun, jangan semua waktu Anda dihabiskan hanya untuk berpesta tetapi Anda juga perlu mengingat kasih Tuhan Yesus.

Tiap tahun memiliki momen yang akan dikenang secara berbeda oleh setiap orang. Proses hidup yang tidak mudah di tahun yang lalu, bisa jadi akan menjadi bahan tertawaan ketika sudah bisa melewatinya di tahun yang baru.

Judul 3: Satu Tahun Dalam Penjagaan Tuhan

Pernahkah Anda membayangkan sedang berada di posisi Anda yang sekarang ketika memasuki awal tahun kemarin? Mungkin di tengah perjalanan, ada banyak badai hebat yang menerpa sehingga muncul pikiran bahwa kita tidak akan dapat bertahan. Namun, waktu membuktikan bahwa sehebat apapun badai, pasti akan berlalu juga pada akhirnya.

Maka pada akhir tahun ini, kita patut bersyukur bahwa Tuhan memampukan kita dalam menghadapi setiap situasi. Bahkan, di saat kita jauh dari Dia, Tuhan tetap adalah Allah yang setia. Dia memberi kita kesempatan demi kesempatan dan menanti kita kembali. Di momen akhir tahun ini, mari kita semakin mendekatkan diri kepada Allah, sebab hanya kepada Dia kita patut berlindung.

Baca juga: Doa Tahun Baru Kristen yang Menyentuh Hati

Judul 4: Kesempatan Untuk Memulai Kembali

Jika pada momen akhir tahun ini, kita sedang ada dalam keadaan yang tidak menguntungkan, maka jangan lemah hati. Ada banyak orang di luar sana yang juga pasti pernah mengalami posisi yang tidak enak seperti kita sekarang. Namun, ada banyak pula yang sanggup keluar dan menjadi pemenang. Hal ini karena mereka mau berusaha dan memulai kembali hal yang pernah runtuh.

Tuhan Yesus adalah Tuhan yang membawa pengharapan. Maka jangan pernah tinggalkan Dia karena alasan apapun. Dalam pengharapan akan selalu ada semangat untuk bisa memulai hal yang baru. Dalam pengharapan selalu ada hidup, dan dalam hidup, Tuhan selalu menyertai.

Judul 5: Harapan Baru

Detik-detik mengakhiri suatu tahun adalah detik yang emosional. Betapa tidak? Ingatan kita akan kembali memutar banyak kenangan selama satu tahun dan semua hal yang pernah dilalui. Dan pada saat yang sama, kekuatan datang karena masih ada kesempatan di tahun yang baru.

Jangan pernah putus harapan. Selalu ada hal baik yang tidak terduga yang sedang Tuhan kerjakan atas hidup kita. Dan nanti di momen akhir tahun depan, kita bisa berdiri dengan senyum penuh kemenangan karena Tuhan ada di pihak kita.

Judul 6: Renungan Tentang Akhir Tahun yang Penuh Berkat

Mengakhiri tahun yang lama dan menyambut tahun yang baru bisa dilakukan dengan berbagai macam tradisi. Namun, momen refleksi dan membuat resolusi tidak boleh dilewatkan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun lalu.

Satu tahun bukanlah waktu yang singkat. Jika di kilas balik, pasti ada jutaan peristiwa yang sudah terjadi. Semuanya membentuk kita menjadi manusia kuat seperti sekarang ini. Dan dalam semua peristiwa tersebut selalu ada campur tangan Tuhan yang memberikan kita kekuatan. Mungkin kita tidak menyadari, ketika ada orang mengulurkan pertolongan, itu adalah saat Tuhan menggerakkan hatinya. Dan kita harus percaya, akan lebih banyak lagi berkat yang disediakanNya kelak.

Sepanjang hidup kita dalam satu tahun, sadar atau tidak, Tuhan turut bekerja dalam segala perkara. Bahkan ketika kita merasakan dunia tidak adil, mengalami kerugian, mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan peristiwa tidak baik lainnya, Tuhan masih menjaga anak-anakNya yang takut akan Dia.

Ketika kita masih dibiarkan hidup hingga mengalami banyak pergantian tahun, itu artinya Tuhan percaya kepada kita, bahwa kita akan bisa mencapai versi terbaik kita. Masih banyak hal yang bisa dicapai dalam tahun yang baru, dan tentunya untuk kemuliaan Tuhan juga.

Baca juga: Ayat Alkitab untuk Menyambut Tahun Baru yang Penuh Harapan

Semua manusia pasti merasakan berakhirnya waktu termasuk berakhirnya tahun. Waktu ini menjadikan kita sebagai pelajaran atas kesalahan yang telah dilakukan dan memperbaikinya pada tahun baru.

Dengan memahami renungan rohani kristen tentang akhir tahun ini, semoga pembaca bisa memahami makna akhir tahun. Tidak hanya sebagai persiapan buat perayaan tahun baru, tetapi juga moment untuk mengevaluasi diri atas kejahatan dan dosa yang telah dilakukan agar bisa memperbaiki di tahun baru.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!