4 Renungan Rohani Kristen Tentang Doa dan Harapan Terbaik 2022

Kristenly.com – Tidak ada yang terjadi tanpa adanya kuasa dari Tuhan. Begitu juga mengenai rencana-rencana dari manusia, semua berkat takdir Sang Bapa. Mendalami renungan kristen tentang doa dan harapan bisa memberikan kekuatan untuk lebih percaya akan keputusan terbaik.

Manusia memang sangat baik dalam merencanakan berbagai hal dalam kehidupan. Namun, apakah mereka yakin tentang apa yang akan terjadi di masa depan? Tentu tidak sepenuhnya. Ini akan menghadirkan perasaan khawatir.

Kendali kekuatan dari hamba percaya sangatlah tergantung dari doa-doa yang mereka panjatkan, Tuhan Yesus selalu memberikan kepercayaan besar kepada umat-Nya agar memanjatkan keinginan menggunakan cara paling baik.

Orang yang mau berdoa demi masa mendatangnya, mempunyai kekuatan lebih baik. Ia mampu menghadapi apapun secara percaya diri, bahwa doa memberikan kekuatan untuknya karena merasa Tuhan Yesus selalu berada disisinya.

Baca Juga: 75 Ayat Alkitab Tentang Doa dan Berdoa Dengan Penuh Harapan

Renungan Kristen Tentang Doa Terbaru 2022

ilustrasi orang sedang berdoa penuh harapan
ilustrasi orang sedang berdoa dengan penuh harapan. Sumber gambar: pexels.com

Melafalkan doa-doa pujian kepada Tuhan Yesus akan melahirkan energi sangat baik. Berikut ini adalah renungan Kristen tentang doa dan harapan yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan pelajaran dalam hidup agar selalu menggantungkan harapan kepada Sang Bapa.

Judul 1: Cara Berdoa

Banyak dari kita kerap tanpa sadar maupun sadar selalu berdoa kepada Tuhan, entah kita percaya bahwa doa kita benar-benar akan terkabul, atau hanya sekadar dijadikan penghibur diri ketika kita tak tahu apa yang mesti dilakukan lagi.

Tentu semestinya kita percaya serta yakin doa tersebut akan terjawab, atau jika pun tak terjawab, kita mesti yakin jika Tuhan telah menyiapkan yang lebih baik untuk kita. Sesuatu yang bahkan tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Dalam Lukas pasal 11 ayat 1 Yesus mengajarkan kepada para pengikutnya untuk berdoa dengan mengawali puji-pujian kepada Allah yang Esa, kemudian dilanjutkan dengan doa-doa umum seperti meminta ampunan dosa dan diberi berkat berupa rahmat kebaikan yang berlimpah, lalu mungkin selepas itu kita dapat menyambungnya dengan doa-doa personal kita.

Selain itu pula, Yesus berkata dalam Lukas pasal 11 ayat 10, bahwa orang-orang yang meminta akan menerima, orang-orang yang mencari akan mendapat, dan orang-orang yang mengetuk akan dibukakan pintunya. Maka janganlah galau dan berputus asa jika merasa doamu tidak terkabul, Tuhan tahu apa yang terbaik.

Apakah sebenarnya selama ini alasan doa-doa kita tidak kunjung dikabulkan sebab kita hanya hamba egois yang ingin segala sesuatu terkabulkan tanpa mau mengingat Tuhan? Atau selama ini kita berdoa betul hanya sebatas penghibur diri tanpa dilandasi kepercayaan?

Kita mungkin masih sangat sering merasa diri ini paling suci selepas mengambil niatan untuk melangkah sedikit demi sedikit menuju pribadi yang lebih baik. Kita secara sengaja membuat orang-orang mengetahui kebaikan apa yang telah kita lakukan, serta betapa percaya dan yakin kan kita kepada kebesaran Tuhan.

Kita pergi ke tempat ibadat secara rutin untuk menunjukkan kepada jajaran para manusia itu bahwa kita hamba taat yang selalu menjadikan Tuhan sebagai tempat pertama untuk kembali dan menjadikan Tuhan sebagai sosok yang mampu mengusir segala kegelisahan yang tengah kita rasakan.

Tetapi ingatlah, dalam Matius pasal 6 ayat 1 hingga 13, kita telah ditegur. Jika kita pergi ke tempat ibadat hanya untuk pamer di simpang jalan bahwa kita telah berdoa menghadap kepada Tuhan, maka kita telah berpura-pura. Berdoalah ketika tidak ada sepasang mata mana pun yang menyaksikan kita, hanya Tuhan dan kamu, hanya kamu dan Bapamu yang tidak terlihat itu.

Judul 2: Kekuatan Harapan

Pernahkan kamu berada di titik terendah di dalam hidupmu, lalu kemudian kamu diberi satu kesempatan kecil dari Tuhan, kamu merasa adanya harapan untuk bangkit dari sana? Lalu kamu mengambil kesempatan itu, walau kamu tahu bahwa itu hanya kesempatan kecil. Lantas, apa yang membuatmu memilih untuk bangkit?

Tentu, harapan.

Harapan berasal dari kepercayaan kita serta keyakinan kita atas kekuatan Tuhan. Kita percaya bahwa Tuhan selalu ada bersama kita kemana pun, dimana pun, dalam keadaan apa pun.

Dalam Yesaya pasal 40 ayat 28 hingga 29 diperjelas, jika Allah yang kekal tak pernah lelah maupun lesu. Malah, Dia yang menguatkan orang-orang dan memberi semangat kepada mereka. Allah kuatkan orang-orang lelah dan Allah beri semangat kepada orang-orang tak berdaya.

Yakin seratus persen bahwa masih banyak orang-orang yang menggantungkan harapan kepada Tuhan namun mereka kerap tak sadar diri. Mereka berharap dan berdoa untuk segera mendapat pekerjaan impian mereka, tetapi dalam kesehariannya, mereka hanya bangun tidur, makan, mandi, lalu lanjut tidur kembali.

Tidak ada usaha yang spesifik untuk meraih impian mereka.

Percayalah, harapan di lubuk hati kalian yang paling dalam akan semakin besar ketika kalian memilih untuk melangkah maju mendekati harapan kalian. Jika kalian sudah bekerja keras untuk menggapai apa yang kalian harapkan namun tak kunjung pula dikabulkan, teruslah berharap!. Jangan takut, sebab ini dapat memupuk keyakinan kalian.

Dalam Ibrani pasal 6 ayat 10 hingga 12, Allah memperjelas jika Allah bukannya tak adil, Allah tidak pernah lupa apa yang telah kita kerjakan untuk saudara-saudara kita.

Allah ingin kita terus bersemangat hingga akhirnya kita dapat meraih apa yang kita impikan. Allah tidak ingin kita menjadi orang malas, tetapi Allah ingin kita semakin percaya kepada-Nya dan mendapat apa yang telah Allah janjikan sebab kita sudah sabar.

Baca Juga: 35 Kata-Kata Bijak Kristen Tentang Doa yang Inspiratif

Judul 3: Kekuatan Doa di Tengah Badai Kehidupan

Alkitab sudah mengajarkan kepada kita untuk menyerahkan doa dan harapan ke dalam tanganNya. Berikut renungan yang berkaitan dengan dua hal tersebut dalam urgensinya sebagai dasar perjalanan manusia.

“…dan pada paruhnya dibawanya sehelai daun zaitun yang segar. Dari situlah diketahui Nuh, bahwa air itu telah berkurang dari atas bumi.” (Kejadian 8:11)

Dari sudut pandang penumpang kapal yang karam di sebuah pulau kecil, suara pencarian helikopter menandakan adanya harapan. Sedangkan bagi pelaut yang sedang bergelut dengan derasnya ombak, kelap-kelip mercusuar adalah sinyal sebuah pengharapan.

Untuk orang tua yang merasakan sulitnya ekonomi, pengharapannya dapat berupa anak-anak yang berprestasi di sekolah.

Meskipun air masih setinggi gunung, hujan sudah reda dan air mulai surut. Tetapi, bagaimana Nuh bisa tahu sebagai penghuni bahtera? Nuh hanya tahu bahwa bumi sudah hancur dan kehidupan menampakkan kepunahan. Tidak ada tanda-tanda kehidupan.

Namun, kita tahu bahwa Allah mengirimkan sinyal pengharapan lewat seekor burung merpati yang dilepas. Zaitun adalah tumbuhan yang bandel, mudah menuai, dan sulit dibunuh. Tidak heran jika di tanah yang kering ia lekas bertumbuh. Daun segar dari merpati menjadi tanda bahwa harapan itu mulai terlihat.

Banyak orang menghadapi perjalanan hidup yang penuh perkara, masalah, kesukaran, atau posisi buntu yang melumpuhkan. Mereka membutuhkan sinyal harapan untuk mengumpulkan kekuatan dan bergerak maju.

Sebagai orang beriman, kita bisa memberikan harapan dan bantuan kepada mereka lewat kebaikan sederhana nan tetap menguatkan.

Judul 4: Kekuatan Dahsyat Dibalik Doa

“Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.” (Mazmur 71:5)

Kepada siapakah kita menggantungkan kehidupan? Apakah kepada manusia? “Jangan berharap pada manusia, sebab ia tidak lebih dari pada hembusan nafas, dan sebagai apakah ia dapat dianggap?” (Yesaya 2:22).

Atau kita merasa punya kekayaan sehingga bergantung harapan kepada harta? Padahal, Tuhan bersabda lewat firman berikut:

“Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap kepada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan melainkan pada Allah yang dalam kekayaanNya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” (1 Timotius 6:17).

Untuk itu, hendaklah kita berani mencontoh Daud yang meletakkan harapan kepada Tuhan di tengah kehidupan serba mewah dan diberkati secara duniawi. Ia sadar bahwa manusia tidak selamanya sehat, kuat, dan malah punya kekuatan terbatas. yang terkuat sekalipun akan menua dan renta.

Mengapa manusia harus berharap kepada Tuhan Allah saja? Karena Dia sendiri adalah pribadi yang tidak akan berubah dan tidak pernah mengecewakan. Janganlah kita menjauhkan diri dari Tuhan dan kuasaNya dengan menaruh segala harapan selama ada di dunia.

Kejauhan dari Tuhan akan menimbulkan kedekatan pada kegagalan serta hancurnya hidup.

Baca Juga: 10 Ayat Alkitab Tentang Pengabulan Doa dari Tuhan

Rasanya berdoa sudah jadi rutinitas wajib karena merupakan nafas hidup orang beriman, kita bisa berdoa kapan saja dan di mana saja menurut aktivitas tertentu. Setiap orang belajar untuk menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan.

Begitu juga dengan harapan yang senantiasa terwujud dalam doa, beberapa mungkin diucapkan ketika beribadah di Gereja dalam bentuk doa syafaat. Ada juga doa pribadi seputar pergumulan jodoh, pekerjaan, ekonomi, dan sebagainya.

Salah satu tujuan doa memang menaikkan permohonan seputar kebutuhan dan keinginan, kita perlu mengutamakan sikap berserah dan percaya akan jawaban dari doa tersebut.

Mendapatkan jawaban atas doa-doa tentu membutuhkan usaha, ini bisa Anda lihat dengan adanya tata cara berdoa. Merenungkan makna kekuatan doa bisa membuat seorang hamba lebih percaya diri atas segala keputusan masa mendatang.

Dari informasi tentang renungan Kristen tentang doa dan harapan terbaru 2022, semoga menjadikan pembaca lebih taat dalam melakukan ibadah. Ungkapan tentang harapan tulus dari dalam hati disertai kejujuran dan kepasrahan, Tuhan Yesus akan mengabulkannya.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!