4 Renungan Harian Kristen Tentang Kasih Tuhan Yesus Terbaik 2022

Kristenly.com – Kasih sayang Tuhan Yesus kepada umatnya sungguh mulia, Dia rela berkorban banyak untuk membebaskan manusia dari dosa dan kejahatanya sendiri. Oleh karena itu simaklah renungan harian Kristen tentang kasih Tuhan Yesus.

Sebagai umat Yesus pasti sudah mengetahui segala pemberian dan ajarannya kepada umat manusia, semua ini dilakukannya demi kebaikan manusia menjalin ikatan dengan Allah. Serta hal ini juga sebagai bukti ketulusan kasih Yesus.

Dan manusia saat ini masih banyak yang enggan untuk melakukan ibadah kepada Tuhan, disamping itu juga mereka masih tak acuh atas pengorbanan Tuhan Yesus, buktinya banyak dari mereka yang sudah tidak lagi berdoa Yesus.

Sebagai umat beragama Kristen sudah menjadi kewajiban untuk mengingat kasih sayang Yesus terhadap manusia, serta mengenang pengorbanan-Nya dengan menyerukan nama Tuhan Yesus ketika beribadah dan berdoa.

Baca juga: 76 Ayat Alkitab Tentang Pujian dan Penyembahan Kepada Tuhan Yesus

Renungan Kristen tentang Kasih Tuhan Yesus

ilustrasi kasih tuhan
Sumber gambar: pexels.com

Ibadah dan berdoa adalah jalan satu-satunya kita menghadirkan Yesus di sisi kita, kehadiran Yesus akan mengobati segala kerinduan kepada-Nya serta mengabulkan segala doa kita. Maka simaklah renungan kristen tentang kasih tuhan berikut.

Judul 1: Renungan Rasa Kasih Sebagai Dasar Menjalani Hidup

Korintus 13:1

Dikatakan dalam Korintus 13:1, bahwa jika seseorang memiliki kasih maka ia persis gong yang berbunyi serta canang yang gemerincing.

Sesuai ayat renungan tentang kasih di atas, sebetulnya ada dua ajaran Yesus Kristus yang mengarahkan pada sesuatu yang sifatnya luhur dan agung. Sifat dalam ajaran tersebut adalah tentang ‘mengasihi’ dan ‘memuridkan’.

Karena ajaran tersebut hukumnya wajib diterapkan bagi orang yang percaya, maka ajaran ini juga sifatnya imperatif dan bukan bersifat alternatif. Artinya mau tak mau kita dituntut menjadi orang yang memiliki prinsip saling mengasihi, tidak semaunya sendiri atau abai dalam mengamalkan ajaran ayat tersebut.

Bahkan persoalan ini ditegaskan oleh Rasul Paulus melalui pesannya dalam surat yang ia sampaikan kepada seluruh jemaat di Korintus. Dalam pesan tersebut Ia begitu menegaskan betapa pentingnya bagi manusia memiliki kasih.

Maka kasih yang seperti apa dan bagaimana maksudnya? Tentunya kasih atas dasar motivasi yang benar dan dipraktikkan atau diterapkan dengan tepat. Bahkan lebih dalam lagi, orang yang mempercayai dituntut untuk hidup dalam hukum kasih.

Dan hukum kasih tersebutlah yang bisa menekankan pada motivasi di setiap tindakannya. Jadi, segala sesuatu yang kita kerjakan tidak akan ada faedahnya atau sia-sia di mata Tuhan. Misalnya kita mengerjakan ibadah, menolong orang lain, bekerja, dan hal lainnya, jika tidak didasari atas kasih atau motivasi yang tepat, maka tidak akan ada manfaatnya di mata Tuhan.

Korintus 13:1-3

Pada Korintus 13:1-3, dijabarkan jika pun dapat berbicara bahasa manusia dan malaikat, atau jika memiliki karunia untuk tahu setiap rahasia dan pengetahuan, dan jika pun memiliki iman yang besar dan kuat, dan jikapun dirinya menyerahkan diri.

Menyangkut hal di atas, Rasul Paulus kembali menekankan akan hal yang paling besar dan utama, yaitu kasih. Oleh karenanya dapat kita pahami bahwa kasih, memiliki peran penting dalam segala aspek hidup dan segala apapun yang kita kerjakan.

Ironisnya, di zaman sekarang ini dapat dikatakan bahwa jarang dan sulit sekali untuk menemukan orang dengan kasih. Karena sudah menjadi hal yang langka, maka manusia yang memiliki kasih, dipandang sebagai insan yang luhur.

Mengapa dikatakan sulit menemukan orang yang memiliki kasih saat ini? Karena sekarang ini lebih banyak manusia yang yang hanya mementingkan diri sendiri, bersikap acuh tak acuh, egois. Bahkan segala sesuatu dan tujuannya hanya dilakukan karena ambisi demi kepentingan pribadi dan menyampingkan kedamaian bersama.

Maka dengan memahami persoalan ini, bisa kita renungkan sama-sama sebagai bahan untuk memperbaiki diri sendiri, yaitu dengan menerapkan kasih. Dengan begitu kita bisa menjadi insan yang lebih dekat dengan Tuhan, berpijak di muka bumi dengan bertujuan baik, yaitu mengutamakan kasih atas sesama ketika melakukan setiap perbuatan.

Baca juga: 15 Ayat Alkitab Tentang Kelahiran Yesus di Perjanjian Lama dan Baru

Judul 2: Rasa Kasih yang Menjadi Sumber Penyelamat

Pada Yohanes 4, ayat 20, dijabarkan bahwa jika seseorang mengaku mengasihi Tuhan namun dirinya benci dan tidak memiliki kasih sedikitpun kepada saudara atau sesamanya, maka mutlak ia sedang berdusta. Jika saudaranya saja tidak ia kasihi, maka tidak mungkin ia dapat mengasihi Tuhan yang tidak dilihat olehnya.

Atas persoalan ini, manusia yang menyimpang dengan tidak memiliki kasih, ia tidak sadar bagaimana pentingnya bagi kita untuk memperhatikan segala sesuatu yang ada di sekitar kita, itulah hakikat kita sebagai makhluk sosial juga.

Dari ayat di atas juga, berkaitan dengan makna, bahwa kita mampu memberikan kasih terhadap sesama, itu artinya kita juga telah menunjukkan kasih terhadap Allah Bapa. Jadi, manusia yang tidak memiliki cinta kasih terhadap sesama, maka artinya belum menjadi insan yang memiliki kasih terhadap Tuhan.

Jadi, jika kita ingin menjadi manusia lurus yang memiliki cinta kasih, maka harus dibuktikan pula terhadap sesama maka akan membuktikan apakah kita memiliki kasih terhadap Tuhan atau tidak.

Dari semua makna itu, ada hakikat mendalam di sampingnya. Berkaitan dengan hal ini, dikatakan bahwa Yesus hadir untuk menanggapi sabda Allah berkenaan dengan persoalan tersebut. Bahkan dengan cinta kasih yang dimilikinya, Yesus membawa dan memberikan sumber keselamatan bagi setiap umatnya.

Baca juga: 6 Ayat Alkitab Tentang Kebangkitan Yesus yang Paling Sejati

Renungan Harian Kristen Tentang Kasih Tuhan Yesus

renungan harian tentang kasih tuhan
renungan harian tentang kasih tuhan, sumber gambar: pexels.com

Apabila kita mau melihat kembali, ternyata kasih Allah memang luas dan tidak bisa dihitung dengan angka. Renungan harian di bawah ini boleh menjadi referensi bagi kita untuk memahami arti kasih dari Allah.

“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.” (Efesus 3:18)

Sebelum membahas perenungan lebih jauh, coba lihat kembali berapa banyak besarnya kasih Tuhan bagi kehidupan kita? Tentu tidak terhingga. KasihNya tidak pernah berubah walaupun kita sudah melewati detik, menit, jam, hari, bulan, maupun tahun dengan penyertaan yang luar biasa.

Secara garis besar, Tuhan memiliki kasih yang berkarakter. Pertama, tidak berubah. Hal ini mau mengartikan bahwa kasihNya akan mengalir terus menerus sampai selama-lamanya. Bentuknya tidak akan berubah oleh apa pun. Tuhan mengasihi kita lebih dulu dibandingkan kita mengasihiNya.

Kedua, kasih Tuhan itu sempurna. Memiliki arti yang utuh, lengkap, dan benar-benar ada. Untuk itu, janganlah kita sekali-kali mengukurnya dalam kuantitas, melainkan ingatlah terus pengorbanan Yesus di atas kayu salib.

Ketiga, tidak bersyarat. Kasih Allah memiliki karakter yang tidak terbatas pada syarat karena Ia memeluk semua anak-anakNya tanpa membeda-bedakan.

Kasihnya sedemikian rupa dan terbukti “…tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi yang menyerahkanNya bagi kita semua.” (Roma 8:32)

Mari kita semakin memaknai dan tidak meragukan kasih terbesar Allah bagi dunia.

Baca juga: 12 Ayat Alkitab yang Menyatakan Yesus Adalah Tuhan

Renungan Rohani Kristen Tentang Kasih Tuhan Terbaru 2022

renungan rohani tentang kasih tuhan
renungan rohani tentang kasih tuhan, sumber gambar: pexels.com

Apabila kita mau melihat kembali, ternyata kasih Allah memang luas dan tidak bisa dihitung dengan angka. Renungan harian di bawah ini boleh menjadi referensi bagi kita untuk memahami arti kasih dari Allah.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:7)

Jika melihat kutipan ayat di atas, Tuhan ingin menunjukkan bahwa Allah merupakan kasih dan tidak segan-segan memelihara kehidupan. Ada 2 hal penting yang perlu digaris bawahi, yaitu Allah adalah kasih dan kita harus saling mengasihi.

Yang pertama, kasih adalah karakter Allah sendiri dan berbagai bentuk tindakannya bagi kehidupan manusia. Allah telah mengasihi anakNya terlebih dahulu, bahkan sebelum kita mengasihiNya. Di samping itu, Yesus telah diutus ke dunia untuk menebus dosa umat manusia.

Yang kedua, Tuhan telah menghendaki kita untuk mengambil tindakan mengasihi dan meneladani kasih Bapa. Sebagai umat percaya, kita mau diingatkan bahwa hal tersebut adalah yang utama. Apabila kita mau saling mengasihi, maka Allah tinggal dan kasihNya akan semakin sempurna di dalam kita.

Oleh karena itu, marilah kita memelihara kasih Bapa sebagai bagian paling sempurna di dalam kehidupan masing-masing. Mau mengambil peran dan bagian khusus sebagai berkat di antara relasi dengan sesama. Mari, jadilah anak-anak terang karena mau mengikut Tuhan Yesus!

Baca juga: 4 Renungan Kristen Tentang Berkat Tuhan Yesus Kristus

Kasih Tuhan Yesus kepada manusia tulus. Yesus telah mencontohkan kepada manusia untuk saling berbagi kasih sayang terhadap sesama, kelembutan-kelembutan sifat Yesus dapat dijadikan teladan dalam kehidupan kita.

Melalui renungan kristen tentang kasih tuhan terbaru 2022 diatas, semoga kita semua termasuk umat-Nya yang mendapat berkat-Nya. Sehingga dapat menghantarkan kita kepada Allah serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus Kristus.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!