12 Renungan Kristen Tentang Keluarga Bahagia & Sejahtera

Kristenly.com – Dalam sebuah lagu yang cukup populer di tahun 90-an dikatakan bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga, sebab tidak ada kekayaan yang mampu menggantikan keberadaan keluarga. Itulah alasan pembahasan renungan Kristen tentang keluarga selalu mendapatkan tempat.

Semua orang pasti rindu dengan keluarga yang baik. Walau mungkin, bagi mereka yang tumbuh dan besar dalam keluarga yang kurang harmonis, keberadaan keluarga menjadi tidak penting karena faktor trauma, namun di dalam hati mereka yang paling dalam pasti merindukan adanya keluarga yang hangat tempat untuk berbagi keluh kesah dan kegembiraan.

Setiap orang tentu saja mendambakan kehidupan berkeluarga yang penuh kebahagiaan. Baik suami, isteri, hingga anak-anaknya harus menjaga keharmonisan supaya mampu melewati berbagai rintangan hidup. Supaya terus termotivasi, bacalah renungan kristen keluarga bahagia.

Tuhan Yesus telah menyatakan dalam Alkitab tentang ciri-ciri keluarga yang bahagia. Sebagai umat Kristen percaya, harus menjadikannya sebagai pedoman sehingga mampu memberikan inspirasi supaya kehidupan berumah tangga selalu dalam limpahan keberkatan.

Setiap kali ada masalah dalam keluarga, hendaknya selalu mengambil langkah pengambilan keputusan secara bijaksana. Kemudian, ketika diselimuti oleh rasa kebahagiaan akan suatu hal, selalu tetap mengingat dan bersyukur kepada Tuhan Yesus.

Keluarga yang senantiasa berada dalam jalan kebenaran Allah akan mendapatkan limpahan keberkatan dari-Nya. Dengan begitu, dalam kehidupan lainnya juga semakin mudah karena selalu memperoleh petunjuk dari Tuhan Yesus.

Agar Tuhan selalu menyertai, tentu seluruh anggota keluarga harus mengundang Yesus untuk hadir dan bertahta di dalam tiap pribadi dan juga di dalam rumah. Tiap anggota keluarga juga harus mencintai diri mereka sendiri, merasa puas dengan dirinya sebelum bisa menghargai keluarga yang lain. Dan hal ini hanya bisa tercipta jika Tuhan yang memampukan.

Baca juga: 69 Ayat Alkitab Tentang Keluarga Diberkati, Bahagia dan Saling Mengasihi

Renungan Kristen tentang Keluarga Bahagia Terbaik 2022

ilustrasi keluarga bahagia
ilustrasi keluarga bahagia, sumber gambar: pexels.com

Kebahagiaan memang relatif. Standar kebahagiaan sebuah keluarga bisa jadi berbeda dengan keluarga lain, termasuk juga dalam pendefinisiannya. Namun, setiap keluarga pasti mengamini bahwa keluarga bahagia adalah keluarga yang selalu dituntun oleh Tuhan.

Kehadiran sebuah keluarga yang utuh merupakan sebagai rancangan Tuhan. Maka, untuk mendapatkan keberkatan serta kebahagiaan selalu, sebagai umat Kristen harus merenungkan renungan rohani kristen tentang keluarga bahagia dan sejahtera terbaru 2022 berikut ini.

Judul 1: Kebahagiaan Keluarga dengan Melibatkan Tuhan

Berdasarkan kitab Mazmur ayat 1, kita sebagai umat Kristus wajib berbahagia karena kita adalah orang yang takut akan Tuhan. Kita juga harus hidup menurut jalan yang telah ditunjukan oleh-Nya. Dijamin hidupmu akan terasa lebih nyaman dan tenang berkat adanya perlindungan Tuhan.

Setiap orang pasti berkeinginan untuk memiliki keluarga yang bahagia. Kunci dari kebahagiaan dalam berumah tangga adalah kebersamaan. Kebersamaan antar anggota keluarga, baik suami, istri, maupun anak-anak. Dari kebersamaan itulah muncul sikap saling menghargai satu sama lain antar anggota keluarga. Dari situlah keharmonisan antar keluarga dibentuk.

Dengan adanya keharmonisan akan lebih mudah untuk berkomunikasi kepada keluarga. Ketika salah satu anggota keluarga ditimpa masalah tidak segan untuk menceritakan masalah tersebut satu sama lain, sehingga mudah untuk mencari solusi. Karena keluarga adalah satu-satunya tempat yang selalu ada, dan selalu setia mendampingi kita saat kita ditimpa masalah yang berat, atau yang selalu ada saat kita mencapai sebuah keberhasilan.

Jangan lupa untuk melibatkan Tuhan di segala urusan. Karena dengan bantuan Tuhan, kamu bisa menyelesaikan meskipun kamu merasa sulit untuk melakukannya. Bahkan dalam pondasi keluarga, takut akan Tuhan adalah hal yang penting. Kita wajib mengajarkan kepada anak-anak kita rasa takut akan Tuhan. Karena Tuhan lah sebaik-baiknya penolong kita ketika tidak ada bantuan lain yang manusia sendiri tidak bisa menolongmu selain diri-Nya.

Misalnya saja ada permasalahan dalam keluarga, seperti uang yang tidak cukup untuk melanjutkan studi. Berdoalah kepada Tuhan untuk memudahkan jalan menempuh studi dengan cara yang lain seperti melalui beasiswa, atau bekerja terlebih dahulu.

Atau masalah hutang yang begitu banyak, dan tidak ada uang sepeserpun untuk membayar hutang-hutang tersebut. Tuhan akan memberikan jalan yang tidak kamu sangka-sangka dan terpikirkan dalam otakmu. Tuhan akan mengirimkan bantuan melalui seseorang yang pernah kamu bantu selama ini, atau seseorang yang tidak terduga.

Tuhan selalu ada saat kita membutuhkan bantuan. Tuhan selalu mendengar kita ketika sedang berdoa. Oleh karena itu, kita wajib untuk melayani-Nya untuk keharmonisan dalam hidupmu dan keluarga. Cara yang paling tepat adalah dengan melakukan pelayanan di gereja, atau dengan rajin beribadah di tiap minggu pagi. Setelah melakukan hal tersebut hidupmu akan jauh lebih tenang dan damai dibanding sebelumnya.

Judul 2: Tuhan Selalu Ada Bahkan disaat Sulit

Kemudian dalam kitab Mazmur ayat ke-2, berisi tentang anjuran bagi hamba-Nya untuk selalu berbahagia dengan apapun keadaanya. Dan diperintahkan untuk selalu memakan hasil jerih payah tangan hamba-Nya, yaitu hasil dari kerja keras untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga sehari-hari. Jika kamu terlahir kaya maka harus mensyukurinya karena berasal dari nikmat-Nya. Ketika kamu terlahir miskin juga bersyukur karena kehendak-Nya.

Ketika bisnis keluarga mengalami kemalangan akibat bencana atau hal buruk, kita harus berbaik sangka kepada Tuhan. Karena dengan adanya bencana tersebut kita mengetahui seberapa besar kuasa Tuhan untuk membuat kita kembali kepada-Nya setelah sekian lama menikmati kenikmatan dunia.

Atau saat kita dilanda kemiskinan kita harus berusaha lagi dan lagi untuk mendapat kehidupan yang lebih baik, dan rezeki yang cukup. Dengan mendekat kepada yang memiliki kuasa atas segalanya, hal yang dirasa tak mungkin bisa menjadi mungkin.

Dengan tangan Tuhan, orang yang miskin dalam hidupnya bisa berbalik dan menjadi kaya raya. Orang yang belum pernah menaiki mobil bisa mempunyai mobil mewah sendiri. Orang yang belum pernah melihat pantai, bisa mempunyai pantai pribadi milik sendiri. Itulah kuasa Tuhan yang diluar kemampuan kita.

Saat masa-masa sulit ingatlah Tuhan. Karena Tuhan akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang kita hadapi. Mungkin beberapa cara tersebut diluar nalar manusia, tetapi percayalah bahwa Tuhan selalu ada melindungi kita semua.

Rajin ibadah tiap minggu, melakukan pelayanan, merayakan hari Paskah dan Natal dengan sukacita adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Tuhan akan senang ketika kita berusaha untuk menyelesaikan kewajiban kita terhadap-Nya.

Baca juga: 20 Lirik Lagu Rohani Kristen Tentang Keluarga Terbaik 2022

Judul 3: Keluarga Sebagai Prioritas

Kita menjalankan rutinitas kita setiap harinya. Bangun pagi-pagi sekali, sembari masih menguap dan lesu kita pergi mandi, kemudian kita sarapan, lalu berangkat ke tempat kerja atau sekolah, selepas matahari mulai turun, kita pulang ke rumah masing-masing, istirahat, dan kemudian menyambungnya dengan tidur. Atau barangkali, di rumah pun kita masih dituntut oleh pekerjaan yang belum juga rampung.

Katakanlah, kita terus melakukan hal seperti itu setiap harinya tanpa ada sesuatu yang baru. Kita terlampau sibuk mengurus pekerjaan atau mengejar mimpi kita hingga kita melupakan orang-orang terkasih yang berada di sekitar kita. yang selalu mendukung kita.

Keluarga.

Tuhan menghadirkan orang-orang baik di dalam kehidupan kita agar kita dapat berbagi cinta kasih, rasa bahagia, senang, maupun sedih serta kecewa dengan mereka. Dalam Alkitab, Kejadian pasal 2 ayat 18, Tuhan menegaskan bahwa manusia tidak baik untuk hidup dalam kesendirian, maka Tuhan membuat teman yang cocok untuk membantu keseharian kita.

Faktanya, manusia merupakan makhluk sosial. Kita membutuhkan orang lain untuk menjalankan suatu rutinitas. Kita dapat hidup hingga saat ini juga sebab ada pengaruh orang lain terhadap kita. Saat kita masih bayi, kita sangat bergantung kepada orang tua kita, terutama ibu kita. Bayangkan jika ibu kita enggan menyusui kita, apakah kita masih dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat seperti sekarang?.

Tentu tidak. Lihat, bahkan sedari kecil saja kita sudah bergantung kepada orang lain. Keluarga kita lah yang banyak membantu kita, dari kita belum bisa melihat dan berbicara hingga kita dapat menjadi tumbuh sebesar dan sehebat sekarang.

Terkadang kita lupa, atau barangkali menyadari namun enggan untuk mencari jalan untuk merubah keadaan, kita kerap lebih memprioritaskan teman-teman kita, atau rekan kerja kita, atau barangkali bos di tempat kita bekerja dibandingkan mereka yang menjadi tempat pertama kita ketika kita lesu dan letih.

Sisihkanlah waktu untuk keluargamu. Tidak perlu mencari sesuatu yang mahal dan berkelas, cukup duduk bersama di ruang keluarga, mengobrol basa-basi, sambil ngemil kue-kue kering yang sebetulnya disajikan untuk tamu dan menyeruput teh hangat atau kopi panas.

Jika tidak dapat melakukannya setiap hari, tak perlu memaksakan. Buatlah satu hari di mana kamu tidak menerima segala ajakan keluar bersama teman atau urusan pekerjaan, dan lakukanlah dengan rutin. Sesekali namun rutin lebih baik dibanding tidak sama sekali.

Apa selama ini kita masih menjadikan keluarga sebagai prioritas kesekian kita? Apa alasan selama ini kita tidak dekat dengan keluarga kita sebab kita tidak meluangkan waktu untuk mereka? Apa alasan selama ini kita tidak dekat dengan keluarga kita sebab kita merasa hidup sendiri jauh lebih baik?

Judul 4: Peran Keluarga

Dalam Alkitab, Kejadian pasal 2 ayat 18, Allah berkata jika Allah membuat teman untuk manusia sebab manusia tidak baik hidup dalam kesendirian, sebab itulah Allah menciptakan Hawa untuk menemani Adam. Mereka pada akhirnya membentuk keluarga dan membuat keturunan.

Dalam sebuah keluarga, ada peran serta tanggung jawabnya masing-masing. Untuk suami, dalam Efesus pasal 5 ayat 25 hingga 28, suami diperintahkan untuk meniru Kristus dalam mengasihi serta mengorbankan diri untuk istrinya. Bahkan suami diperintahkan untuk mengasihi istrinya sebagaimana dia mengasihi tubuhnya sendiri. Serta dalam Kolose pasal 3 ayat 19, dilarang pula suami menjadi kasar terhadap istri.

Untuk istri, masih dalam Efesus pasal 5 ayat 22 hingga 24, diperintahkan istri untuk tunduk kepada suaminya seperti tunduk kepada Tuhan, sebab suami merupakan kepala dalam keluarga. Dalam Kolose pasal 3 ayat 18, diperintahkan pula istri taat kepada suaminya sebab begitulah bagaimana kelakuan seorang Kristen.

Untuk anak, dalam Kolose pasal 3 ayat 20, anak diwajibkan untuk selalu taat kepada ayah dan ibu karena Allah senang dengan anak yang berbakti.

Disebutkan pula dalam Efesus pasal 6 ayat 1 hingga 2, anak-anak mesti taat kepada orang tua, Paulus berpesan untuk menghormati ayah dan ibu sebab janji Allah adalah anak menjadi Bahagia dan panjang umur di bumi.

Judul 5: Kebahagiaan Ada di Dalam Keluarga

Setiap orang pasti ingin merasa bahagia, maka mereka mencari kebahagiaan di manapun bisa didapatkan. Ada yang mencarinya dengan bersenang-senang menghabiskan uang, ada yang bertamasya hingga keluar negeri dan lain sebagainya. Padahal kebahagiaan sejatinya diciptakan bukan hanya dicari. 

Setiap keluarga bisa menjadi keluarga bahagia, asalkan setiap anggota keluarga mau menciptakan kebahagiaan itu. Tuhan harus menjadi kepala dalam keluarga jika ingin keluarga tersebut mengalami kedamaian dan kebahagiaan kekal. Setiap masalah boleh datang, tetapi ketika satu keluarga kompak datang kepada Tuhan, Tuhan pasti luputkan dan menganugerahkan kedamaian yang sejati.

Baca juga: 40 Ayat Alkitab Tentang Masalah Keluarga dan Rumah Tangga

Judul 6: Keluarga Harus Saling Mengasihi

Tidak ada keluarga yang bahagia tanpa bisa mengasihi satu sama lain. Setiap anggota keluarga adalah setara. Orang tua tidak boleh melihat anak sebagai pihak yang selalu inferior, sebab mereka juga memiliki hak mereka untuk bisa berkembang dan memiliki keputusan sendiri untuk hidupnya.

Sebaliknya, anak-anak juga tidak boleh tidak menghormati orang tuanya. Mereka harus tunduk karena kasih, bukan takut karena superioritas. Sebab bagaimanapun, orang tua adalah wakil Allah yang dipercayakan untuk membimbing anak-anakNya. Dengan adanya kasih Tuhan, maka setiap akan mengambil keputusan, pasti setiap anggota keluarga akan menyesuaikan dengan Firman.

Judul 7: Orang Tua Menjadi Contoh

Tentu bukan menjadi sebuah kebetulan jika suami-istri mendapat sebutan orang tua. Sebab mereka lah yang dituakan, bukan hanya karena usia tetapi juga kedewasaan. Maka orang tua harus bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya, Bukan hanya pandai menasehati tetapi juga pandai dalam melakoni, termasuk dalam teladan imannya dan cara mereka menemukan kebahagiaan.

Ketika orang tua adalah Orang tua yang bahagia, mereka akan mendidik anak-anaknya dengan sukacita dan tidak menimbulkan trauma bagi anak-anakNya. Kebahagiaan itu menular, begitu pula dengan kesedihan. Jadi, jika ingin keluarga yang bahagia, kita harus memilih untuk menjadi bahagia terlebih dahulu. Jika kita merasa tidak mampu, maka sepatutnya kita kembali kepada Allah yang merupakan sumber sukacita dan damai sejahtera.

Judul 8: Renungan Kristen Keluarga Bahagia dan Sejahtera Terbaru 2022

Masalah dalam keluarga akan selalu ada. Namun, tidak ada yang tidak bisa diselesaikan dan hal ini tidak boleh sampai mengganggu keharmonisan antara anggota keluarga. Sebab dalam keluarga bahagia akan memunculkan anggota keluarga yang memancarkan kasih Kristus.

Kita tidak bisa memilih akan lahir dari keluarga mana dan seperti apa, namun kita bisa mengusahakan agar keluarga kita menjadi keluarga yang ideal. Ideal bukan berarti sempurna, malahan setiap anggota keluarga harus paham kekurangan masing-masing. Dengan penerimaan maka keluarga akan menjadi hangat dan penghargaan atas pribadi membuat tiap anggota keluarga nyaman dan bahagia.

Sama seperti Kristus mengasihi jemaat, Kristus juga mengasihi keluarga. Dia ingin setiap anak-anakNya bahagia dan mendapatkan hak-hak mereka. Namun terkadang manusia memang sering lupa, bahwa nikmatnya hidup sejatinya adalah anugerah sehingga kerap menimbulkan masalah.

Setiap pribadi adalah utuh di dalam Tuhan. Jika ingin menjadi keluarga yang bahagia, maka tiap anggota keluarga harus merasa bahagia sepenuhnya terhadap dirinya. Maka secara otomatis, kebahagiaan akan menular pada anggota keluarga lainnya.

Membangun keluarga bukan hanya berhenti saat sepasang manusia menikah. Sebab semuanya hanyalah awal mula keluarga berdiri. Akan ada banyak hal yang dihadapi yang menguji ketahanan sebuah keluarga.

Baca juga: 20+ Doa Kristen Untuk Keluarga Agar Sehat dan Selalu Diberkati

Judul 9: Pemimpin Keluarga adalah Yesus

Suami adalah kepala dari istri dan anak-anakNya. Namun suami juga tetap harus tunduk kepada Kristus yang adalah kepala dari semua keluarga. Ketundukan ini harus didasari rasa kasih sehingga melahirkan perbuatan yang tidak hanya baik diluar saja, tetapi benar sejak dari pikiran.

Jika anggota keluarga tidak melakukan perannya dengan baik dalam keluarga, mereka tidak hanya menerima konsekuensi dari pihak keluarga saja tetapi juga dari Kristus. Sebab setiap anggota keluarga sudah diberikan tanggung jawab, artinya Tuhan percaya kepada mereka. Jika dilanggar, artinya juga menyalahgunakan kepercayaan dari Tuhan.

Judul 10: Ciptakan Keluarga Bahagia

Dalam hidup pasti selalu ada pasang surut yang membawa kebahagiaan dan kesedihan. Namun, kita harus paham bahwa Tuhan ada di atas semua itu, sehingga kita harus tetap berbahagia di dalam situasi apapun. Tuhan selalu pegang kendali, Dia tidak pernah meninggalkan anak-anakNya sendirian.

Sama seperti saat keluarga kita tidak baik-baik saja, tiap anggota keluarga tidak boleh berdiam diri saja. Koreksi setiap celah kesalahan yang dibuat dan perbaiki bersama-sama. Dengan demikian, menciptakan kebahagiaan adalah tindakan nyata bahwa tiap keluarga saling menyayangi.

Judul 11: Keluarga yang Penuh Kasih

Dasar dari iman Kristen adalah kasih. Maka saat membangun sebuah keluarga juga harus didasari oleh kasih Kristus. Dengan demikian, kita bisa menerima kekurangan anggota keluarga lain dengan tanpa syarat. Darah lebih kental daripada air. Seburuk apapun keluarga kita, mereka tetap adalah keluarga dan Kristus memerintahkan kita untuk saling menyayangi.

Mungkin awalnya akan terasa berat saat kita akan melepaskan ego dan mau kembali saling menyayangi setelah ada perselisihan. Tetapi, tidak ada salahnya berdamai, Sebab itu mendatangkan umur panjang dan juga tentunya kebahagiaan batin yang tidak bisa digantikan dengan apapun.

Judul 12: Renungan Harian Kristen tentang Keluarga Dalam Tuhan

Sebuah keluarga Kristen seharusnya menjadi keluarga teladan yang menjadi contoh. Tetapi seringnya malah banyak yang berbuat sebaliknya. Tanggung jawab sebagai keluarga Kristen sangat berat dan itulah sebabnya siapapun yang ingin membangun keluarga harus benar-benar siap.

Setiap keluarga adalah unik di mata Tuhan, maka kita tidak bisa membandingkan satu keluarga dengan keluarga yang lain. Sebab tantangan yang mereka hadapi dan badai yang sudah mereka lalui juga berbeda. Banyak generasi rusak karena berawal dari keluarga yang tidak harmonis. Maka untuk bisa menjadi keluarga yang baik, setiap anggota keluarga harus mengerti prinsip dasar Firman Tuhan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Memiliki keluarga yang bahagia adalah sebuah keuntungan. Namun, jika kita tumbuh dalam keluarga yang kurang beruntung, kita harus tetap bersyukur. Sebab kita masih memiliki figur bapa yang sangat baik, yang melebihi bapa kita yang ada di dunia.

Tuhanlah yang memilih sebuah keluarga, dan Dia juga yang akan memampukan mereka dalam setiap badai kehidupan. Setiap keluarga memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebab itu, jika kita ingin keluarga kita bahagia, maka jangan pernah membanding-bandingkan dan merasa cukup dengan keluarga yang kita miliki.

Baca juga: 26 Ayat Alkitab Tentang Orang Tua Dalam Keluarga Kristen

Keluarga menjadi bentuk paling kecil dari adanya sebuah komunitas besar. Maka, di dalamnya terdapat peran masing-masing anggota demi mencapai tujuan bersama. Agar selalu dalam limpahan kebahagiaan, maka merenungkan firman Tuhan bisa menjadi penguat serta pedoman.

Dalam kehidupan keluarga Kristen penting mengimani firman Tuhan. Melalui renungan kristen tentang keluarga bahagia dan sejahtera tersebut, semoga menjadikan Anda sebagai umat penuh ketaatan dan membawa seluruh anggota tetap berada pada jalan Allah.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!