6 Renungan Kristen Tentang Kematian dan Meninggal Dunia

Kristenly.com – Bagi sebagian besar orang kematian adalah hal yang menyeramkan sebab kita tidak mengetahui hal yang terjadi setelah kematian. Namun, bagi orang yang percaya kepada Tuhan, kematian adalah sebuah siklus hidup biasa yang harus diterima dengan lapang dada.

Semua manusia yang hidup di muka bumi pasti akan kembali ke hadapan Tuhan, hal tersebut dapat terjadi jika sudah waktunya. Pada saat waktunya telah tiba, kita akan meninggalkan dunia ini dan kembali ke syurgaNya. Semua kekayaan yang dimiliki serta pangkat yang telah dicapai ketika masa hidup akan kita tinggalkan.

Pada saat ada kerabat yang meninggal dunia, kita bertugas untuk mendoakan serta menghibur keluarganya. Hal ini bisa kita lakukan dengan memberikan ucapan belasungkawa kristen dan doa yang kita panjatkan bagi orang yang meninggal dunia, ialah doa kristen khusus orang yang meninggal dunia.

Adapun dukungan yang bisa kita beri terhadap orang yang telah meninggal dunia ialah dengan ucapan dan doa. Namun untuk doa atau ucapan dengan kata mutiara, hanya dapat berlaku bagi kita saja. Dimana saat waktunya telah tiba kita untuk meninggalkan dunia ini, kita akan berada di alam abadi dan tidak akan bertemu kembali dengan orang tercinta yang ada di dunia ini sebelum waktunya dipertemukan kembali.

Renungan Kristen tentang kematian membuka cakrawala berpikir kita bahwa kematian tidaklah selalu buruk. Meskipun terkadang ada banyak cara orang meninggalkan dunia ini, tetapi Tuhan menjamin keselamatan orang yang semasa hidupnya benar-benar membaktikan diri kepada Tuhan. Bahkan Rasul Paulus pun mengatakan bahwa kematian adalah sebuah keuntungan baginya.

Kematian tidak lagi menakutkan jika semasa hidup kita mengisinya dengan hal yang benar. Tuhan memberikan banyak kesempatan di dalam hidup kita, sebagai bekal jika kita nanti akan dipanggil pulang kembali ke rumah Bapa.

Baca juga: 49 Ayat Alkitab Tentang Kematian Manusia Untuk Orang Percaya

Renungan Kristen Tentang Kematian Terbaru 2022

ilustrasi kuburan untuk orang meninggal
ilustrasi kuburan untuk orang meninggal, sumber gambar: pexels.com

Jadi apa pandangan Kristen tentang kematian? Apakah benar kematian selalu mengerikan karena diperhadapkan dengan timbang-menimbang dosa? Ada banyak hal yang harus diperhatikan tentang kematian agar kita siap setiap waktu saat Tuhan memanggil kembali diri kita atau orang yang kita cintai. 

Manusia mempunyai usia yang sangat terbatas bahkan tidak pernah tahu kapan akan berakhir. Oleh sebab itu, kita harus mampu menyiapkan kematian sebaik mungkin. Hal ini dapat didapatkan dengan membaca renungan tentang kematian berikut ini.

Judul 1: Kematian Kristus: Korban yang Sempurna

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam ajaran kristiani, jumat agung adalah hari untuk mengingatkan kita mengenai kebesaran kasih serta pengorbanan dari Yesus Kristus. Dimana ia rela untuk mati demi menebus dosa umat manusia. Hal tersebut rela dikorbankan di atas kayu salib.

Kematian Kristus tentunya menjadi suatu bukti dari Ketaatan terhadap Bapa. Pengorbanan yang dilakukan Kristus ini sebagai bentuk pengorbanan sempurna, dimana pengorbanan sempurna ini dikarenakan Ia rela memberikan tubuhNya hanya untuk dijadikan sebagai korban dalam penebusan dosa para umat manusia.

Sebagaimana tercantum dalam Alkitab petrus 2:24 yang isinya menjelaskan bahwa Kristus telah memikul dosa para umat manusia menggunakan tubuhNya di atas kayu salib, hal serupa juga tercantum dalam ibrani 7:25-27. Kristus merelakan dirinya sendiri yang menjadi korban penebusan dosa umat manusia, ia tidak mengorbankan orang lain untuk dijadikan sebagai persembahan.

Di era saat ini tentunya tidak ada pemimpin yang memiliki cermin seperti kristus, yang rela berkorban untuk umat manusia meskipun dengan nyawanya sendiri. Melihat hal tersebut, kita sebagai umat manusia tidak boleh menyia-nyiakan pengorbanan dari Kristus ini. Karena hal tersebut merupakan hal yang mulia dan perlu kita ingat sepanjang masa agar terus menerus berada di jalan kebaikan.

Baca juga: 45+ Ucapan Belasungkawa Kristen Untuk Orang Meninggal

Judul 2: Kematian Orang Percaya: Bukan Akhir Segalanya

Dalam Tesalonika 4:14 telah dijelaskan, bahwa kepercayaan kita terhadap kebangkitan yesus juga sama halnya dengan kita percaya bahwa suatu hari nanti kita akan dibangkitkan kembali dan dikumpulkan oleh Allah bersamaNya.

Dimana kita ketahui jika suatu kematian akan menjadi sebuah berita paling menakutkan untuk setiap orang yang mendengarnya. Hal inilah yang membuat orang tidak berantusias untuk melakukan perbincangan mengenai topik tersebut. Bahkan, beberapa orang kerap menghindar ketika ada topik tersebut dan orang lebih banyak memilih kehidupan dibandingkan dengan sebuah kematian.

Namun walaupun topik perbincangan terkait kematian bisa untuk dihindari, akan tetapi mengenai kematian sendiri tentunya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Karena cepat atau lambat setiap orang yang hidup di muka bumi ini akan mengalami sebuah kematian. Dimana kematian akan menjemput kita dengan tidak mengenal jabatan, status, serta usia.

Dalam pengkhotbah 8:8, setiap manusia yang hidup tidak memiliki kuasa terhadap kematian. Banyak yang bertanya mengenai perginya manusia setelah mengalami kematian. Untuk itulah, setiap orang yang mengalami detik kematian akan merasa takut. Duka mendalam juga kerap dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Sehingga ketika salah seorang anggota keluarga ada yang meninggal, pasti derai air mata dan tangisan akan terjadi.

Hal tersebut merupakan bentuk kesedihan. Orang akan merasa kehilangan dari kematian tersebut. Karena, orang yang meninggal akan pergi untuk selamanya. Hal ini yang dinamakan berduka, dan manusiawi dirasakan oleh umat manusia. Namun jika kita terus menerus bersedih berkepanjangan, maka ia termasuk sebagai orang yang tidak percaya akan kehidupan yang abadi.

Karena sesungguhnya, kematian merupakan awal kita bertemu dengan kehidupan yang sesungguhnya dan kematian tentunya bukanlah akhir. Untuk itulah kita harus percaya dan yakin mengenai hal itu. Tidak ada yang perlu ditakutkan dari sebuah kematian.

Baca juga: 2 Contoh Kata Sambutan Pelepasan Jenazah Kristen

Judul 3: Akhir Pertandingan yang Baik

Dalam hidup, Tuhan memberikan kita kesempatan untuk selalu berbuat kebaikan dan kebenaran. Setiap hari pula kita bertanding, bukan pertandingan dengan orang lain namun dengan diri sendiri. Sebab tiap hari kita selalu diperhadapkan dengan pilihan, mau mengikuti jalan yang sudah diajarkan Yesus atau memilih menuruti kedagingan.‘

Maka ketika waktu kita di dunia ini sudah habis, Tuhan memandang bahwa kita sudah selesai bertanding. Jika waktu itu tiba, maka berharaplah bahwa kita dipandang sebagai pemenang karena sudah menjadi pelaku firman semasa kita hidup.

Judul 4: Awal Kehidupan Baru

Sebagai orang Kristen, kita percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian. Roh kita dipanggil pulang untuk menempati rumah yang sudah dipersiapkan oleh Tuhan di surga. Maka kita tidak perlu takut ketika kematian begitu dekat. Sebab hidup dan mati adalah sepenuhnya hak Tuhan, dan kita hanya perlu mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

Kehidupan kita yang baru sesudah kematian dijamin sepenuhnya oleh Tuhan. Ketika kita sudah percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat kita, maka Tuhan sudah mengalihkan kita dari kematian kekal kepada kehidupan yang abadi.

Baca juga: 2 Doa Kristen Untuk Ziarah di Makam

Judul 5: Bukan Sebuah Hukuman

Ketika kita mendengar bahwa ada saudara seiman yang meninggal karena kecelakaan, musibah atau bencana, seringkali terbersit pemikiran bahwa mungkin ini teguran atau hukuman dari Tuhan. Namun, Tuhan tidak pernah merancangkan hal buruk kepada umatNya. Setiap kematian yang memang sudah ditetapkan Tuhan waktunya adalah indah.

Tuhan seringkali memanggil pulang orang-orang baik lebih cepat, bukan karena Tuhan memberikan hukuman tetapi hadiah. Itu bukti bahwa Tuhan mencintai mereka dan ingin segera berkumpul bersama di surga.

Judul 6: Renungan Kristen Tentang Kematian Usia Lanjut

Ketika mendengar kabar dukacita, sebagai manusia tentu wajar merasa sedih. Namun, kesedihan seharusnya tidak boleh berlarut-larut. Sebab selalu ada rencana Tuhan yang indah di balik setiap peristiwa hidup manusia.

Dalam Mazmur 90 : 10 dikatakan bahwa umur manusia memang yang paling ideal adalah sampai umur 70 tahun. Mengapa? Sebab lewat masa tersebut, ada banyak sekali kesulitan yang dihadapi. Sakit penyakit, kesepian dan masih banyak permasalahan yang terasa sangat nyata dan membebani ketika kita sudah ada di fase usia lanjut.

Maka saat Tuhan memanggil seseorang di masa tuanya, Tuhan menganugerahi kehidupan baru yang lebih melegakan bagi mereka. Tuhan sudah mengaruniakan umur panjang, yang adalah anugerah yang tidak dimiliki oleh banyak orang. Maka ketika kematian menjemput pun, itu juga sebuah anugerah.

Baca juga: 8 Ayat Alkitab Tentang Hukuman Mati Dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru

Memahami renungan Kristen tentang kematian terbaru 2022 membuat kita mengerti dan tidak lagi merasa takut akan kematian, setiap orang yang hidup pasti akan mati dan semuanya adalah murni hak Tuhan. Kehidupan dan kematian adalah dua sisi mata uang. Namun, keduanya pun memiliki keindahannya sendiri.

Tuhan mengaruniakan kepada kita akal budi dan juga hikmat, untuk bisa menikmati hidup dengan baik dan benar. Terlebih lagi jika kita menyerahkan hidup kita ke dalam tuntunan Roh Kudus, maka hidup kita akan berarti. Sehingga ketika kematian menjemput, kita tidak menyisakan penyesalan dan siap menyambut kehidupan baru bersama dengan Bapa di surga.

Melalui renungan Kristen tentang meninggal dunia tersebut, semoga kita menjadi hamba yang akan selalu mengingatnya. Dengan demikian, tidak akan terlena oleh kemewahan duniawi sehingga melupakan bahwa ajal bisa datang kapan saja.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!