4 Renungan Rohani Kristen Tentang Kemerdekaan Indonesia

Renungan Kristen Tentang Kemerdekaan Indonesia – Di dalam Proklamasi 17 Agustus 1945, telah dinyatakan bahwa kemerdekaan menjadi hak seluruh bangsa yang ada di dunia. Ada kebebasan dan kesejahteraan yang berhak diperoleh semua orang di dunia.

Bagi Indonesia sendiri, kemerdekaan adalah sebuah anugerah dan berkat dari Allah yang patut disyukuri. Kita boleh melakukan pekerjaan dan kehendak sesuai kebutuhan serta keinginan hati, tanpa ada paksaan dari siapapun.

Lalu, apa makna sebenarnya dari kemerdekaan bagi umat Kristen? Dalam aspek Kristiani, kemerdekaan ini bisa berupa bebas memiliki keinginan untuk melayani Tuhan, percaya, serta beribadah kepadaNya.

Kita dimampukan untuk merenungkan kembali kemerdekaan tersebut. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika menggunakan renungan rohani di pagi, siang, atau malam hari.

Baca juga: 13 Ayat Alkitab Tentang Pemulihan Bangsa dan Negara

Renungan Kristen Tentang Kemerdekaan Terbaru 2022

ilustrasi bendera Indonesia berkibar
ilustrasi bendera Indonesia berkibar, sumber gambar: pexels.com

Kemerdekaan bukan untuk disia-siakan, kita harus menetapkan langkah untuk ikut andil dalam kemajuan bangsa. Berikut renungan rohani kristen tentang kemerdekaan Indonesia terbaru 2022 yang bisa dipetik untuk menjadi rhema mengenai adanya kemerdekaan di dunia.

Judul 1: Kemerdekaan Didapat Dari Persatuan

Untuk bisa merdeka seperti sekarang, Indonesia mengalami penjajahan terlebih dahulu. Dimana, tentu saja ada banyak hal negatif dan positif dari adanya penjajahan ini. Kerja rodi dan kerja romusha sudah tidak asing lagi didengar ketika berbicara tentang kemerdekaan. Berbagai perlawanan di seluruh wilayah Indonesia pun terus dikerahkan untuk membebaskan negeri ini dari penjajahan.

Hingga pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia bebas dari penjajahan. Tentu saja ada banyak hikmah yang bisa diambil. Semangat juang yang diperlihatkan oleh para pahlawan saat ini bisa dijadikan contoh untuk kehidupan kita di zaman sekarang ini.

Kemerdekaan yang didapat tentu saja tidak mudah. Terlebih orang-orang yang memperjuangkan kemerdekaan berasal dari daerah yang berbeda-beda. Namun, mereka bisa bersatu untuk membuat Indonesia merdeka. Persatuan ini tentu saja harus bisa dicontoh oleh orang-orang zaman sekarang. Sebab, persatuan memiliki kekuatan yang tinggi.

Di berbagai perlawanan melawan penjajah, banyak diantaranya yang memang bersatu. Di zaman kerajaan Majapahit pun kita sudah mengenal sumpah palapa. Di mana, bisa dikatakan bahwa sumpah ini merupakan perwujudan dari persatuan dan kesatuan bangsa. Banyak sekali perwujudan persatuan dan kesatuan lainnya yang bisa ditemukan.

Adanya perjuangan bangsa untuk melawan penjajah tentu saja tidak mudah. Mereka bertaruh nyawa untuk bisa membuat kita terbebas dari penjajahan. Sampai akhirnya, saat ini kita bisa terbebas dari penjajahan. Bisa lebih leluasa menjalani kehidupan. Terbebasnya dari penjajahan bukan berarti semangat juang berakhir begitu saja.

Justru saat ini merupakan awal untuk bisa mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, kita juga harus bisa mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu kehidupan yang makmur dan adil. Perlu disadari bahwa saat ini kepentingan bersama sering dipandang sebelah mata.

Kebanyakan orang-orang sudah lupa mengenai tujuan kemerdekaan itu sendiri dan bagaimana kemerdekaan bisa didapat. Persatuan merupakan kunci untuk bisa memerdekakan dan mempertahankan Indonesia.

Dalam Galatia 5:13 disebutkan bahwa “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”

Jika dibaca berulang kali, maka kita bisa mendapatkan kesimpulan, bahwa jangan sampai mempergunakan kemerdekaan sebagai kesempatan untuk bisa melakukan dosa. Melainkan kemerdekaan harus dijadikan sebagai patokan untuk bisa berbuat baik terhadap sesama.

Judul 2: Memaknai Kemerdekaan

Setiap tahunnya, pasti digelar berbagai acara untuk menyambut hari kemerdekaan. Di mana, selain mengikuti berbagai lomba yang sering diadakan, kamu juga harus lebih bisa bersyukur. Sebab, dengan adanya kemerdekaan ini, kehidupan bisa lebih bebas. Selain itu, tidak perlu merasakan berbagai perjuangan yang sangat berat.

Namun sebenarnya, perjuangan tersebut tidak akan pernah padam. Perjuangan selanjutnya yang harus dilakukan tidak hanya perjuangan terhadap diri sendiri, melainkan perjuangan terhadap orang-orang di sekitar. Maksudnya adalah berjuang untuk bisa membahagiakan diri dan membuat orang-orang di sekitar menjadi bahagia juga.

Hal pertama yang harus dilakukan ketika menyambut kemerdekaan adalah bersyukur kepada Tuhan. Sebab, dengan pertolongan yang diberikan oleh-Nya, kita bisa terbebas dari penjajahan. Umat Kristen percaya bahwa Tuhan Yesus sudah melakukan pengorbanan di atas kayu salib. Korelasi antara kedua hal ini bisa ditemukan dalam Galatia 5:1 “Kita tidak lagi menjadi hamba (budak) dosa, melainkan menjadi hamba kebenaran. Jadi Kristus telah membebaskan kita.”

Dari ayat tersebut bisa disimpulkan bahwa Kristus sudah memerdekakan kita dari kuasa dosa. Namun, saying masih banyak orang Kristen yang justru terbelenggu oleh kuasa-kuasa lainnya. Kebanyakan orang masih berada di bawah tipu daya iblis, kebencian, dendam, dikuasai roh, tamak dan lain sebagainya. Tentunya hal ini bisa membuat hamba jauh dari Tuhannya.

Kemerdekaan yang sudah didapat, tentu saja harus dipertahankan. Jika dari penjelasan diatas, kemerdekaan terhadap diri dan roh pun harus bisa dijaga dengan baik. Caranya adalah dengan bersyukur kepada Tuhan. Sementara itu, kemerdekaan Indonesia harus selalu dipertahankan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Jadi, memang kedua kemerdekaan ini sangatlah penting untuk kehidupan.

Baca juga: 7 Doa Kristen Untuk Hari Kemerdekaan Indonesia Terbaru 2022

Judul 3: Hari Kemerdekaan Indonesia

“Maka haruslah kamu menghalau semua penduduk negeri itu dari depanmu dan membinasakan segala batu berukir kepunyaan mereka…” (Bilangan 33:52)
Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

Seusai pembacaan tersebut, bukan berarti tugas kita selesai sebagai rakyat yang mendiami Tanah Air. Masih ada banyak ancaman dari dalam dan luar negeri yang harus dicegah demi kemerdekaan tersebut.

Di samping pencegahan, ada tindakan nyata dan kontribusi dalam memajukan bangsa lewat pembangunan dalam sektor industri, pendidikan, ekonomi, sosial, dan lain-lain.

Keberhasilan untuk merebut dan menduduki Tanah Kanaan merupakan bentuk “proklamasi kemerdekaan” tersendiri bagi Bangsa Israel. Sesudah mampu mencapai tujuan tersebut, mungkin mereka bertanya-tanya soal apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Sejak awal, Allah sudah memberitahukan apa saja yang harus diselesaikan Bangsa Israel untuk menggenapi rencanaNya. Pertama, mereka harus menghalau penduduk di dalam negeri tersebut dan menumpas berhala yang ada.

Keadaan tersebut hanya akan menjerat kehidupan sekaligus menimbulkan murka Allah bagi dunia. Hal ini dilanjutkan dengan tugas kedua, yaitu membagi-bagikan negeri itu sebagai milik pusaka.

Ada banyak orang yang kehilangan tujuannya setelah mencapai target tertentu. Kepuasan akan keberhasilan memang bagus, namun masih banyak hal yang perlu dituntaskan. Saat kita berani menetapkan target pribadi, jangan lupa sertakan rancanganNya.

Bersama Tuhan, kita mau percaya bahwa kehadiran setiap manusia itu bermakna dan bermanfaat satu sama lain. Tuhan Yesus memberkati.

Judul 4: Renungan Kristen Tentang Kemerdekaan Terbaru 2022

Kemerdekaan bukan untuk disia-siakan. Kita harus menetapkan langkah untuk ikut andil dalam kemajuan bangsa. Berikut renungan yang bisa dipetik untuk menjadi rhema mengenai adanya kemerdekaan di dunia.

“Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa…” (Galatia 5:13)

Kebebasan yang bertanggung jawab adalah pilar dari demokrasi. Sebuah prinsip yang mempertimbangkan adanya kebebasan absolut dari berbagai sisi. Kita perlu tahu bahwa batas dari kebebasan adalah pertanggungjawaban.

Selama setiap orang mau mengutamakan sikap tersebut, kemerdekaan yang sudah diraih tidak akan berubah menjadi semaunya sendiri. Lebih mudahnya, kebebasan itu sudah satu paket dengan tanggung jawab.

Begitu juga dengan hidup kekristenan yang juga merujuk kemerdekaan sejati karena Kristus telah memerdekakan. Kemerdekaan ini juga tidak lain merujuk pada keadaan orang percaya yang lepas dari perangkap dosa. Anugerah yang tidak boleh dianggap sebelah mata.

Sebagai pihak yang menerima anugerah mulia, orang percaya bertanggung jawab untuk tidak memanfaatkan kesempatan terjatuh dalam dosa. Dua hal yang akan dipertimbangkan adalah membangun dan berguna untuk meraihnya secara bijaksana.

Kebebasan dan tanggung jawab layaknya uang logam dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Kebebasan lantas harus menjadi alat yang positif bagi kekudusan umat-umat Allah. Anugerah Tuhan menjadi alasan utamanya.

Baca juga: 20+ Doa Kristen Untuk Bangsa dan Negara Indonesia

Dalam Proklamasi Agustus 1945, sudah dinyatakan bahwa kemerdekaan sebagai hak seluruh bangsa untuk diakui di dunia. Adanya kebebasan dan kesejahteraan ini berhak diperoleh semua rakyat tanah air, sebagai warga NKRI harus melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Bagi Indonesia pun kemerdekaan menjadi anugerah dari Allah yang patut disyukuri, sebagai umat manusia pun harus memaknai renungan rohani Kristen tentang kemerdekaan Indonesia. Hal ini penting demi menghargai jasa para pahlawan di tanah air.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!