6 Renungan Kristen Tentang Kerja Keras yang Memotivasi

Kristenly.com – Hidup ialah tentang siapa yang mampu bertahan dari kerasnya cobaan. Maka, dengan demikian sebagai umat Kristen percaya harus mampu berusaha sekuat tenaga. Seperti pernyataan dalam renungan kristen tentang kerja keras terbaru 2022 yang memotivasi.

Melakukan usaha dengan penuh pengorbanan tentu saja karena mempunyai tujuan tersendiri, bekerja keras tidak akan pernah mengecewakan. Hal inilah yang telah Tuhan Yesus janjikan kepada semua umat-Nya.

Allah telah mempersiapkan balasan paling manis untuk hamba-Nya yang mau bekerja keras, perjuangan mendapatkan impian dengan niat murni tentu akan membawa manusia ke dalam keberkahan sehingga memperoleh hasil terbaik.

Orang yang selalu bekerja keras akan memperoleh banyak sekali rintangan. Namun, ini merupakan bagian dari perjalanan panjang. Jika mampu melewatinya dan tidak menyerah, maka kesuksesan serta kebahagiaan bisa menjadi miliknya.

Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Usaha dan Kerja Keras Agar Termotivasi

Renungan Kristen Tentang Kerja Keras

ilustrasi orang bekerja keras
ilustrasi orang bekerja keras, sumber gambar: pexels.com

Kerja keras merupakan bagian dari hidup yang mesti manusia lakukan untuk bisa bertahan. Kehidupan memang semakin sulit, namun jangan sampai putus asa karena tidak kunjung menemukan kebahagiaan. pahami renungan rohani kristen tentang kerja keras berikut ini agar termotivasi:

Judul 1: Pekerja keras

Sebagai manusia yang hidup di dunia ini dari berkat-Nya, Dia tidak menciptakan kita untuk menjadi manusia yang tidak berusaha. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, termasuk untuk mencapai segala mimpi dan harapan, tentu wajib adanya kerja keras yang dilakukan. Agar mampu menjadi berkat dalam kehidupan.

Sebagaimana yang tertulis dalam 2 Tesalonika 3:7-8 “Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu.”

Menjadi teladan bagi kita umat Kristen apa yang telah dilakukan Paulus untuk tidak mempergunakan kebaikan hati orang lain begitu saja. Jadilah orang yang selalu berusaha dengan sepenuh hati, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang bekerja, bukan Sosok yang bermalas-malasan dan berpangku tangan. Dalam Yohanes 5:17 tertulis “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”

Jika Tuhan saja bekerja keras, maka apakah pantas kita sebagai umat-Nya malah bermalas-malasan? Tuhan telah menghendaki kita untuk mampu bekerja keras sesuai dengan porsi yang Dia berikan. Sepatutnya kita terus berupaya dalam mengembangkan talenta yang dikaruniakan oleh-Nya.

Sebelum memulai segala kerja keras yang kita upayakan, sebagai umat Kristen berdoa menjadi keharusan layaknya bernapas. Memohon bimbingan-Nya serta berharap berkat atas kerja keras yang akan dilakukan, kekuatan doa sangat berarti bagi umat Kristen yang percaya betul terhadap kekuasaan Tuhan. Ketika kita selalu mendahulukan berdoa, maka kedamaian akan memenuhi rohani. Karena tanpa berdoa, apa yang diusahakan tidak bisa menjadi sesuatu yang nyata lagi berkat untuk kehidupan.

Tuhan, kami berdoa memohon bimbingan-Mu dalam kerja keras yang kami lakukan. Tuntun kami agar tetap berbuat benar sesuai dengan kehendak-Mu. Kami memohon penyertaan-Mu pada kami untuk hari ini dalam bekerja keras. Lindungi kami dari perbuatan tidak berkenan dihadapan-Mu.

Terima kasih ya Tuhan, kami tidak dapat melakukan hal ini tanpa kasih karunia-Mu. Kiranya kasih-Mu senantiasa menaungi setiap yang kami perbuat dari Roh Kudus yang menguatkan dan meneguhkan untuk tetap menjadi terangMu. Haleluya, Amin.

Judul 2: Pemimpin rohani bekerja keras untuk kita

Pemimpin rohani adalah orang yang ditetapkan Tuhan untuk membimbing, menyampaikan, mengajar kita untuk mengetahui tentang firman Tuhan yang akan membawa kita semakin mengenal kebenaran Tuhan, semakin yakin keimanan dalam hati kepada-Nya sekaligus bertambahnya kedewasaan dalam rohani.

Menjadi seorang pemimpin tentulah tidak mudah. Harus siap ketika mendapat sanjungan serta pujian atas kerja keras yang membuahkan prestasi dan menghadapi kritikan, hujatan, bahkan cacian ketika terjadinya suatu kekeliruan. Tidaklah mudah ketika seorang pemimpin rohani merupakan manusia biasa juga seperti para jemaat, yang tidak luput dari kesalahan. Namun, ditetapkan oleh-Nya untuk bertugas memimpin rohani dalam memberikan tuntunan, arahan, nasihat, serta bimbingan untuk menjadikan umat-Nya dekat dengan Tuhan dan kebenaran.

Pemimpin rohani terus bekerja keras dalam menyampaikan firman-Nya, mendorong, menyemangati dalam keberkatan, sekaligus mengingatkan kesalahan yang diperbuat jemaat agar senantiasa kembali kepada jalan terang-Nya. Dalam 1 Tesalonika 5:12 tertulis “Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegur kamu.”

Oleh sebab itu, Rasul Paulus menasihati agar kita sebagai jemaat bisa memberikan rasa hormat dan juga menghargai atas kerja keras yang dilakukan para pemimpin rohani. Tidak sepantasnya ketika ada kekurangan atau terjadi kesalahan, lantas kita membicarakan kekurangan tersebut dan menyalahkan mereka.

Penghormatan dan penghargaan yang kita lakukan kepada pemimpin rohani tidak berarti mengultuskan mereka. Karena Tuhan tetap dalam posisi tertinggi dan terutama untuk disembah dan dimuliakan, sedangkan pemimpin rohani layak untuk dihormati karena merupakan karunia jemaat.

Dalam Efesus 4:11-12 “…lalah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.”

Baca juga: 4 Renungan Kristen Tentang Pekerjaan Agar Selalu Bersyukur

Judul 3: Kerja Keras Adalah Karakter Mengagumkan

Menjadi Kristen artinya adalah menjadi seseorang yang dapat memberikan teladan hidup yang benar. kemalasan bukanlah sebuah teladan, sebab kemalasan akan mendatangkan kemalangan. Untuk itulah, sebagai orang beriman kita harus mau bekerja keras seperti yang sudah difirmankan Allah.

Tuhan memang pernah berkata bahwa bahkan burung pipit di udara yang kecil dan seperti tidak berharga saja dipeliharanya dengan begitu rupa, terlebih lagi manusia. Namun, tidak ada ayat di dalam Alkitab yang memperbolehkan kita untuk bermalas-malasan dan hanya menunggu berkat Tuhan turun dari langit. Sebagai pelaku Firman, kita harus melakukan segala sesuatu persis seperti yang Dia katakan. Maka, jika Tuhan berkata agar kita bekerja, maka kita juga harus bekerja.

Orang yang malas biasanya akan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Mereka cenderung akan meminta tolong atas segala hal yang sebenarnya bisa mereka lakukan sendiri, dan ini meresahkan sekali. Padahal Tuhan ingin anak-anakNya diberkati untuk menjadi berkat,

Jika kita belum bisa memberkati dengan materi, maka ada baiknya kita memberkati orang lain dengan karakter yang kita miliki. Kerja keras adalah karakter mengagumkan yang harus dimiliki oleh semua orang.

Baca juga: 20 Ayat Alkitab Tentang Menunda Pekerjaan, Jangan Menunda!

Renungan dari Tokoh Alkitab yang Pekerja Keras

renungan tokoh Alkitab yang pekerja keras
renungan tokoh Alkitab yang pekerja keras, sumber gambar: pexels.com

Banyak orang beranggapan bahwa ketika sudah hidup baru dan menerima Yesus sebagai juruselamat, maka kehidupan akan berjalan dengan mulus. Padahal dalam renungan Kristen tentang kerja keras kita paham bahwa kehidupan setelah lahir baru akan lebih keras.

Hal ini dimaksudkan agar kekristenan kita berkembang dan tidak hanya menjadi kristen bayi yang sedikit-sedikit kecewa dan meninggalkan Allah. Tuhan memang menjanjikan berkat, tetapi Tuhan juga menginginkan anak-anakNya untuk berusaha mencari berkat tersebut.

Tuhan tidak menyukai orang malas. Bahkan di dalam Alkitab banyak menyebutkan ayat tentang orang malas dan kesemuanya selalu melihat kemalasan sebagai sebuah dosa dan kekeliruan yang tidak boleh dibiarkan.

Sebagai orang-orang pilihan dan kekasih hati Allah, nama-nama di bawah ini tentunya tidak kekurangan berkat dan kasih karunia. Mereka bisa saja menggunakan anugerah tersebut, sebab semua doa mereka dikabulkan, namun mereka memilih untuk berusaha terlebih dahulu.

1. Rasul Paulus

Dalam suratnya untuk para sahabat di Tesalonika, Rasul Paulus memberikan teladan hidup yang bisa dicontoh hingga kini. Dalam ayat 1 Tesalonika 2: 9, dikatakan bahwa “Sebab kamu masih ingat, saudara-saudara, akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja  siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu.”

Dalam tugas kerasulannya, Rasul Paulus masih menyempatkan diri untuk bekerja membuat tenda. Padahal dia berasal dari keluarga terpandang, dan posisinya sebagai rasul yang berpengaruh pun bisa membuat Rasul Paulus seharusnya hidup enak dengan menunggu berkat. Tetapi Rasul Paulus ingin mengajar dengan tindakan dan menunjukkan perlunya kerja keras.

2. Yesus

Ketika Yesus menjadi manusia, kita melihat cara Tuhan mengabarkan Injil. Dia menerima semua orang yang datang kepadaNya untuk meminta pengajaran. Dia tidak pernah menolak siapapun yang datang, bahkan Tuhan memberikan makan kepada ribuan orang yang mengikutiNya. Yesus juga suka bangun pagi untuk berdoa. 

Dalam waktu tiga setengah tahun hidup Yesus di dunia banyak orang dimenangkan. Dan dalam waktu tersebut, penginjilannya dinilai efektif dan ini merupakan bukti kerja keras Yesus. Sebagai manusia sempurna dan Tuhan yang sempurna, Yesus tidak pernah mengeluh, sebab Dia tahu hal tersebut adalah perintah BapaNya.

3. Dorkas

Dalam istilah lain namanya juga disebut sebagai Tabita atau Lidia. Debora adalah seorang perempuan istimewa karena namanya tercatat di dalam Alkitab. Dia memiliki hati seluas samudra. Dalam kekurangannya, dia masih mau membantu orang yang membutuhkan di sekelilingnya. Dia membuat baju dan memberikannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Tentu hal ini bukan hal yang mudah, mengingat begitu banyak orang yang harus dibantu waktu itu.

Namun, semangat Dorkas tidak pernah padam. Dia selalu membantu mereka yang membutuhkan. Bahkan kematiannya ditangisi oleh seluruh kota. Berkat Dorkas pula, Rasul Petrus bisa membuat mujizat di Yope dan membuat banyak orang menjadi percaya kepada Yesus.

Baca juga:10+ Doa Pulang Kerja Kristen Agar Diberkati Tuhan

Melakukan berbagai usaha demi mendapatkan keinginan haruslah menyertainya dengan niat paling tulus. Renungan kerja keras memberikan kekuatan mendalam, setiap usaha tidak pernah lepas dari campur tangan Tuhan sebagai pemberi hasil terbaik.

Merenungkan renungan tentang kerja keras terbaru 2022 tersebut, semoga bisa memberikan motivasi kepada umat Kristen percaya. Selain itu, juga mampu membuat seseorang semakin semangat dalam mengejar impian serta berserah akan hasilnya kepada Tuhan Yesus.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!