5 Renungan Rohani Kristen Tentang Kesombongan Manusia

Renungan kristen tentang kesombongan manusia – Siapa yang tidak bangga ketika memiliki harta melimpah, jabatan tinggi maupun perkara-perkara bergengsi lainnya? Namun, kebanggan tersebut bisa menjadi kesombongan ketika kita terlalu menonjolkan diri dan tidak mengakui bahwa hal tersebut juga merupakan berkat Tuhan.

Ada banyak cerita dari orang-orang terkenal yang mengalami banyak masalah di hidupnya karena berawal dari kesombongan? Alkitab pun juga sudah mencatat berkali-kali tentang renungan Kristen tentang kesombongan tokoh Alkitab yang menuai kehancuran dari sifat mereka tersebut.

Allah tidak menyukai orang yang tinggi hati. Ketika kita merasa sombong, pada saat yang sama kita sedang menyamakan diri dengan Allah. Orang sombong tidak mau menerima kritikan, padahal hal tersebut bagus untuk perkembangan diri kita. Manusia hanyalah makhluk yang penuh kekurangan, maka kesombongan hanya akan mendatangkan kesulitan.

Sadar atau tanpa disadari seringkali manusia dalam bertindak terlalu membanggakan diri sendiri. Sikap terlalu membanggakan ini akan berujung pada kesombongan. Untuk itu, sebagai umat kristiani perlu melakukan renungan Kristen tentang kesombongan.

Kesombongan membuat manusia lupa akan berkat dari Tuhan-Nya. Ini terjadi sebab mereka terlalu yakin dengan kemampuan yang dimiliki serta merasa bisa melakukan sendiri tanpa ada bantuan dari manapun termasuk dari Sang Maha Kuasa.

Kesombongan juga dapat melupakan jati diri sebagai manusia terhadap Tuhan-Nya. Manusia menjadi sok tau apa yang akan terjadi dan lupa ada takdir Tuhan yang mengatur setiap kejadian-kejadian dalam kehidupan.

Kesombongan hanya membawa kehancuran bagi manusia. Orang merasa hebat dengan kekuatannya tanpa melakukan pengembangan diri. Mereka juga memandang rendah terhadap manusia lainnya dan bahkan merasa tidak butuh adanya Tuhan.

Baca juga: 27 Ayat Alkitab Tentang Kebingungan dan Ketika Merasa Bingung

Renungan Kristen tentang Kesombongan Terbaru 2022

ilustrasi wajah sombong
ilustrasi wajah sombong, sumber gambar: pexels.com

Sikap sombong sangat tidak pantas dimiliki manusia, karena segala kekuatan berasal dari berkat Tuhan-Nya. Untuk mencegah sikap sombong umat kristiani bisa membaca dan memahami renungan rohani kristen tentang orang sombong berikut ini.

Judul 1: Kesombongan Adalah Sifat yang Tidak disukai Tuhan

Dalam kitab Amsal ayat 4 dijelaskan bahwa mata yang congkak dan hati yang sombong yang menjadi pelita bagi orang fasik adalah sebuah dosa. Sebuah dosa besar yang secara tidak sadar orang lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin hal ini sepele, tapi berdampak besar kepada hidup setiap orang.

Sadar atau tidak sadar kita pernah melakukan dosa yang satu ini. Kesombongan adalah salah satu perkara dosa yang kurang disadari oleh banyak orang. Mengapa? Karena hal itu dapat terjadi bahkan tanpa kita sadari.

Padahal dosa ini mampu mengantarkan pelakunya kepada kehancuran. Kehancuran tersebut bisa berkali-kali lipat jauh lebih buruk ketika kita sampai pada tahap tidak menghormati, dan melupakan Tuhan.

Ada beberapa kasus yang dapat terjadi di mana hamba Tuhan mengalami kegagalan dalam pelayanan dan kemudian terjerumus dalam dosa kesombongan. Tidak hanya nama baiknya yang hancur, bahakan reputasinya pun hancur berkeping-keping.

Ada beberapa ciri orang berperilaku sombong, secara sadar atau tidak sadar. yang pertama adalah merasa bahwa dirinya lebih hebat dari siapapun, kemudian merasa dirinyalah yang paling benar, dan dirinya patut dihormati karena lebih tua atau lebih berilmu.

Namun, kesombongan tersebut dapat menimbulkan dosa besar lainnya jika terus menerus dibiarkan. Itulah mengapa orang yang sombong biasanya mudah marah, dan mudah tersinggung apabila keberadaannya kurang dianggap.

Orang yang sombong akan senang saat dipuji-puji atau dihormati, karena merasa bahwa dirinya lah yang paling di antara orang lainnya. Saat kesombongan mereka mencapai puncaknya, mereka tidak akan mau lagi untuk menerima kritikan dari orang lain, bahkan kritikan dan saran dari orang-orang yang ada di dekatnya.

Pantaskah hamba Tuhan berperilaku sombong? Tentu tidak. Bukankah kita sebagai manusia masih mempunyai banyak kesalahan dan kekurangan disana sini? Jika kita ingin mencapai kata sempurna? Maaf tidak ada yang sempurna kecuali Tuhan.

Maka dari itu sebagaimana kita sekarang, semua itu hanyalah anugerah dari yang Maha Kuasa. Tuhan yangs selalu memberi kita disaat kita mengalami kekurangan. Oleh karenanya berterima kasih lah kepada Tuhan.

Baca juga: 6 Ayat Alkitab tentang Orang Munafik yang Wajib Kamu Ketahui

Judul 2: Hanya Tuhan yang Sempurna, Bukan manusia

Menurut kitab Yesaya ayat 11 dijelaskan bahwa Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan, sedangkan hanya Tuhan saja yang Maha Tinggi, tidak ada yang lain selain-Nya.

Kamu harus ingat bahwa sombong adalah sebuah perbuatan dosa. Ada banyak contoh dalam Alkitab bahwa sifat sombong dapat menghancurkan seseorang. Salah satu contohnya adalah Raja Uzia yang menjabat raja ketika berusia 16 tahun di wilayah Yehuda.

Awalnya ia memiliki hati yang takut akan Tuhan. Tuhan mengabulkan semua doa yang ia inginkan. Di bawah kepemimpinannya, bangsa Yehuda mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai sektor kehidupan seperti kemajuan di pertanian, peternakan, irigasi, dan lainnya.

Tidak hanya di sektor yang vital saja, bangsa yehuda juga memiliki angkatan bersenjata yang mumpuni sehingga nama raja Uzia semakin terkenal hingga ke negara Mesir. Sayangnya karena kekuasaan itulah raja Uzia merupakan campur tangan Tuhan.

Padahal, pembiaran ukupan di atas mezbah adalah tugas para imam keturunan harun, tetapi Uzia tidak lagi menghormati Tuhan terbukti saat ditegur dan diperingatkan ia menjadi sangat marah.

Hingga ia kemudian diazab sakit kusta sampai kematiannya dan setelah ia mendapatkan penyakit kusta tersebut ia dikucilkan di rumah pengasingan yang jauh dari rumah Tuhan. Itulah azab manusia yang tidak menghormati Tuhan. Belajar dari raja Uzia, kita sebagai hamba Tuhan yang taat hendaknya mempercayai dan meyakini bahwa di setiap kegiatan yang kita lakukan mendapat campur tangan Tuhan di dalamnya.

Janganlah berlaku sombong karena kesombongan itu akan mengantarkanku kepada kehancuranmu sendiri. Kita telah belajar dari raja Uzia di masa lalu. Apakah kita akan melakukan hal yang sama seperti raja Uzia lakukan atau melakukan hal yang sebaliknya? Semua tergantung diri kita sendiri. Sikap sombong hanya menyenangkanmu sementara saja, setelah itu menghancurkanmu.

Baca juga: 31 Ayat Alkitab Tentang Kesepian dan Untuk Orang Kesepian

Judul 3: Kesombongan yang Menghancurkan

Bentuk kesombongan di zaman sekarang ini ada banyak macamnya. Selain dengan menggunakan kalimat lugas yang sengaja memperlihatkan dirinya sombong, banyak orang juga terlihat merendah padahal dia sedang ingin melambung. Kita harus waspada agar kita tidak mengulang pola kesombongan yang sama.

Sebagai manusia, wajar memang kita seringkali memiliki keinginan untuk berbangga hati terhadap hal yang kita miliki atau pencapaian yang kita dapatkan. Namun, jika kita membiarkan hal tersebut berlarut-larut, maka kesombongan hanya akan membawa kita semakin menjauh dari Tuhan. Pasalnya kita menjadi berpikir bahwa kita bisa tanpa Tuhan. Padahal, Dia tentu memiliki peran dalam kehidupan kita.

Salah satu sifat yang tidak disukai Allah adalah kesombongan. Ketika seseorang sombong, dia sudah tidak mau diingatkan dan diajar. Merasa diri paling benar dan lebih baik dari orang lain hanya akan membuat jurang dalam sebuah hubungan, baik antar manusia maupun antara manusia dengan Tuhan.

Padahal setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Di hadapan alam dan juga Tuhan, kita sebagai manusia hanyalah serpihan kecil. Jadi, tidak ada hal yang perlu disombongkan, sebab semuanya hanyalah sementara.

Baca juga: 12 Ayat Alkitab Tentang Waspada, Peringatan dan Berjaga-jaga

Judul 4: Sombong Langkah Menuju Kehancuran

Sesuai dengan ayat Alkitab yaitu Tawarikh 26:16a yang sangat berhubungan dengan sombong yang bisa membawa petaka berupa kehancuran. Pada ayat tersebut kurang lebih berbunyi jika ada seseorang yang berubah menjadi kuat, maka dirinya akan langsung merasa tinggi hati. Tidak menutup kemungkinan dirinya akan berubah menjadi seorang perusak.

Pada umumnya, manusia memang tempatnya melakukan dosa. Bersikap sombong adalah salah satu yang paling sering dilakukan. Sombong dengan makna negatif dan dilarang oleh Tuhan yaitu bersikap tinggi hati. Rata-rata orang sombong adalah mereka yang diberikan nikmat oleh Tuhan secara tiba-tiba.

Dulunya tidak punya apa-apa, diberikan jabatan sedikit lebih tinggi, lalu kehidupannya langsung nyaman. Bukan bersyukur, malah sering meninggalkan Tuhan. Bersikap angkuh pada orang lain, menganggap orang lain tidak selevel dengannya. Terus-terusan meninggikan diri sendiri, atas keberhasilan yang didapatkannya.

Seakan-akan semua yang menjadi miliknya tersebut adalah berkat hasil kerja kerasnya sendiri. Sama sekali tidak ada campur tangan Tuhan. Ingatlah, sombong merupakan salah satu dari perbuatan dosa. Sudah banyak sekali contoh ayat-ayat Alkitab yang menjelaskan tentang bagaimana jatuhnya seseorang karena terlanjur sombong dalam hidupnya.

Seperti kejadian Raja Uzia yang awalnya menjabat sebagai raja Yehuda saat masih berumur 16 tahun. Pada awal dirinya memerintah masih atas kehendak Tuhan. Seperti saat ayahnya menjabat pun demikian. Raja Uzia sangat takut dengan Tuhan, seperti apa yang sudah sering ayahnya ajarkan.

Selama dirinya takut dengan Tuhan, melakukan apa saja sesuai kehendak Tuhan, apa semua usahanya pun berhasil. Negara yang dipimpin olehnya juga makmur. Semua fasilitas negara terjamin, masyarakat hidup makmur dan sejahtera.

Semua mulai berubah saat dirinya mulai tidak takut dengan Tuhan. Melanggar semua yang diperintahkan oleh Tuhan, dan makin jauh dari-Nya. Bahkan, ketika diperingatkan dirinya justru marah, menunjukkan Raja uzia tidak hormat pada Tuhan.

Oleh karena kesombongannya tersebut, Raja Uzia akhirnya kena karma dari Tuhan. Dirinya divonis terkena penyakit kusta. Mengharuskan dirinya diasingkan ke daerah pelosok kecil, bahkan jauh dari rumah Tuhan.

Baca juga: 13 Ayat Alkitab Ketika Merasa Bosan dan Jenuh dengan Kehidupan

Judul 5: Sombong Dosa yang Mudah Dilakukan

Dari ayat Alkitab yaitu Amsal 30:32 yang kurang lebih artinya adalah bila seseorang tidak sengaja menyombongkan diri tanpa atau dengan berpikir dahulu, segera tepukkan tangan pada mulut. Hal ini karena sombong adalah dosa, dan tidak boleh sampai diucapkan oleh umat kristus yang taat.

Sayangnya berbicara sombong itu termasuk perbuatan yang paling mudah dilakukan. Manusia bisa secara sengaja maupun tidak sengaja bicara sombong. Dapat sombong di mana saja dan kapanpun. Bersikap sombong hanya mengandalkan ucapan.

Ada lagi ayat Alkitab dari Amsal 21:4 yang artinya adalah orang-orang yang terbiasa bersikap sombong adalah mereka yang siap menanggung dosa. Sombong adalah perkara yang sangat dibenci oleh Tuhan. Banyak orang yang secara tidak sadar justru bersikap sombong, termasuk orang Kristen sendiri.

Padahal kenyataannya, sombong bahkan bisa mengantarkan umat pada jurang kehancuran bagi dirinya sendiri. Sudah banyak contoh kasus umat kristus yang justru gagal dalam pelayanan hanya karena bersikap sombong. Nama baik yang selama ini dijaga, langsung kotor seketika hancur berkeping-keping hanya karena ucapan sombong.

Ciri orang sombong adalah mereka yang merasa paling benar dan patut dihormati dibanding yang lain. Sikap ini faktanya akan membuat makin banyak dosa yang ditanggung seseorang. Orang sombong juga cenderung tidak mau menerima kritikan dari orang lain.

Sebagai umat kristus yang taat, tidak boleh sampai terbesit sedikitpun untuk berbuat sombong. Apalah daya kita jika dibandingkan dengan kekuatan Tuhan. Hanya Tuhan yang pantas untuk sombong, namun nyatanya tidak bukan? Sesungguhnya hanya Tuhan maha tinggi, seperti yang tertuang dalam ayat Alkitab Yesaya 2:11.

Baca juga: 15 Ayat Alkitab Tentang Kecewa Pada Seseorang

Renungan Tentang Kesombongan dari Tokoh Alkitab

ilustrasi kesombongan tokoh Alkitab
Sumber gambar: pexels.com

Di bawah ini kita akan belajar tentang beberapa tokoh Alkitab yang sombong kemudian menerima upah dari sifat mereka tersebut. Dengan belajar merenungkan hal ini, maka diharapkan kita dapat mengambil pelajaran dan tidak mengikuti jejak mereka. 

1. Firaun

Saat Bangsa Israel ingin keluar dari Mesir, Firaun selalu mencoba menghalangi. Dia berpikir bahwa Allah Israel bisa dikalahkan dengan ilah yang dia miliki. Bahkan saat Tuhan menjatuhkan sembilan tulah atas Israel, Firaun masih saja mengeraskan hatinya. Dia menggunakan kepura-puraan untuk menipu Musa agar mau berdoa pada Tuhan meringankan bencana yang terjadi di negerinya.

Namun, Tuhan adalah Allah yang hidup. Dia mengetahui segala isi hati dari Firaun. Hingga akhirnya, buah kesombongan Firaun berakhir dengan maut, yang bahkan tidak hanya menyerang keluarganya tetapi bahkan seluruh Mesir. Kesombongan Firaun berakhir bersamaan dengan kematian seluruh anak lelaki sulung dan rasa kehilangan yang sangat besar.

2. Goliat

Siapa yang tidak ingat dengan raksasa dari Filistin ini? Ceritanya menjadi cerita paling favorit untuk didengarkan oleh kita semasa kanak-kanak. Dari Goliat, kita belajar bahwa kekuatan dan kemampuan diri yang kita miliki tidak akan bisa dihadapkan dengan kebesaran Tuhan. Terbukti dengan Goliat yang bertubuh tinggi besar, berpakaian zirah lengkap dan berpengalaman perang, bisa kalah dengan Daud yang seorang penggembala dan hanya menggunakan ali-ali sebagai senjata.

Sebab Daud tidak datang sendiri. Dia datang bersama dengan Allah Israel yang hidup. Ketika Daud mengandalkan kekuatan Tuhan, dia tidak takut dengan apapun dan terbukti Daud bisa membawa kemenangan bagi Israel.

3. Saul

Raja pertama Bangsa Israel ini dipilih sendiri oleh Allah. Tentu hal ini merupakan sebuah keistimewaan yang membuat Saul berbeda dengan orang lain sebangsanya. Dia bahkan sudah diurapi dan penuh dengan Roh Kudus. Namun sayangnya ketika berjalannya waktu, Saul mulai sombong dan merasa pencapaiannya selama ini adalah berkat kemampuannya.

Puncak berpalingnya Tuhan dari Saul adalah saat dia mempersembahkan korban bakaran sendiri tanpa menunggu Nabi Samuel. Dia melakukan hal yang bukan bagiannya. Sejak saat itu Roh Tuhan undur atasnya. 

Baca juga: 48 Ayat Alkitab Tentang Jangan Khawatir, Cemas dan Ketakutan

Tuhan sangat membenci manusia yang bersikap sombong. Orang yang sombong tidak akan berdoa kepada Sang Bapa karena sudah merasa hebat, sehingga nantinya akan membawa kehancuran pada diri sendiri.

Dengan renungan rohani kristen tentang kesombongan manusia terbaru 2022 diatas, semoga manusia dapat terhindar dari sikap sombong dan selalu bersyukur atas berkat dari Tuhan. Selain itu pembaca dapat mengambil hikmahnya untuk berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!