4 Renungan Kristen Tentang Pengorbanan Tuhan Yesus Kristus

Kristenly.com – Sebagai umat Kristen kita mempercayai bahwa Tuhan Yesus melakukan pengorbanan untuk manusia agar mereka dibebaskan atas segala dosanya, maka pahamilah renungan Kristen tentang pengorbanan Tuhan yesus kristus agar kita lebih dekat dengan sang Bapa.

Pengorbanan Tuhan yesus terhadap umat manusia sungguh mulia, oleh karena itu terdapat perayaan-perayaan yang hanya ditujukan untuk-Nya serta juga ada yang khusus untuk mendoakan Yesus Kristus.

Yesus telah mengorbankan dirinya disalib agar dapat membebaskan dosa-dosa dan kejahatan manusia, sehingga mereka tidak mempunyai penghalang antara dirinya dengan Allah. Serta doa-doa manusia dapat terjawab oleh-Nya.

Pengorbanan Kristus masih banyak dan kita sebagai umatnya harus mendoakan Yesus sebagaimana terdapat ibadah liturgi yang berdoa Yesus dengan memanjatkan pujian beserta seruan kepada Yesus atas kerinduan kita kepada-Nya.

Baca juga: 18 Puisi untuk Tuhan Yesus Kristus yang Menyentuh Hati

Renungan Kristen Tentang Pengorbanan Tuhan Terbaik 2022

ilustrasi pengorbanan tuhan yesus
ilustrasi pengorbanan tuhan yesus, sumber gambar: pexels.com

Banyak dari umat kristiani yang tidak mengetahui secara jelas tentang pengorbanan Tuhan Yesus yang besar, bahkan dari mereka ada yang tidak mengerti tentang kisahnya. Untuk itu pahamilah renungan tentang pengorbanan yesus terbaru 2022 berikut ini.

Judul 1: Pengorbanan Sejati

PengorbananNya sungguh mulia dan tiada tara. Kita patut mengingat dan merenungkannya di dalam kehidupan. Oleh sebab itu, berikut referensi renungan Kristen dalam meneladani kisah pengorbanan Yesus di kayu salib.

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13)

Joko adalah seorang laki-laki yang baik dan bekerja sebagai seorang polisi. Melalui pekerjaannya, ia sudah berkomitmen untuk menjadi pelayan masyarakat dan menerima segala resikonya. Hal ini diwujudkan melalui penempelan ayat Yohanes 15:13 di lemari kantornya.

Kata-kata tersebut tidak hanya sekedar dibaca, melainkan berbuah sebagai niat mulia yang ingin dilaksanakan Joko. Komitmen ini terbayar mahal ketika ia harus tewas dalam tugas untuk membela kebenaran. Bukti yang nyata dari pengorbanan sejati.

Setelah Yesus menyatakan kalimat penting tersebut, Ia mulai menapaki peristiwa di Taman Getsemani, pengadilan, hingga penyaliban di depan orang-orang yang menyiksaNya. Yesus mau melewati segalanya tanpa ada penyesalan karena sudah memilih sebuah langkah yang besar.

Sebagai utusan dan Anak Allah, Yesus mempunyai pilihan untuk tidak merasakan siksaan sekaligus penderitaan yang bertubi-tubi. Ia tidak berdoa dan tidak perlu mati demi umat manusia. Namun, ada cinta kasih yang besar dan mampu menyokong pengorbanan sejati untuk membawaNya disalibkan.

Terbukti, pengorbanan tersebut tidak sia-sia melalui pengampunan yang diberikan Allah kepada kita. Asalkan kita percaya dan menerima peristiwa kematian serta kebangkitan Yesus dengan iman. Sudahkah kita percaya dengan Tuhan Yesus yang rela menyerahkan nyawa bagi manusia?

“Yesus adalah korban yang sempurna dan dapat menyempurnakan orang berdosa.”

Judul 2: Menanggung Dosa Umat Manusia

PengorbananNya sungguh mulia dan tiada tara. Kita patut mengingat dan merenungkannya di dalam kehidupan. Oleh sebab itu, berikut referensi renungan Kristen dalam meneladani kisah pengorbanan di Yesus di kayu salib.

“…betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang Kekal telah mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat,…” (Ibrani 9:14)

Yesus menanggung segenap dosa umat manusia dengan berkorban di atas kayu salib dan menggenapi rencana Allah bagi dunia.

Petrus sendiri telah berkhotbah di Yerusalem dengan menyatakan hal berikut: “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” (Kisah Para Rasul 2:23)

Penebusan yang boleh terwujud hanya terjadi satu kali dalam selamanya karena termasuk ke dalam penggenapan sempurna. Yesus yang menanggung dosa manusia hendaknya direspon melalui tindakan nyata dalam kehidupan kita.

Mengorbankan dan menyerahkan nyawa bukan perkara biasa dan menjadi bukti bahwa masih ada kasih sejati. Kita perlu memampukan diri dalam bertindak nyata melalui kepedulian terhadap lingkungan tanpa membedakan karena semuanya sama di mata Tuhan.

Marilah kita senantiasa menghayati serta merespon makna dari pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Bertindak nyata dapat dilakukan jika mau membuka mata hati untuk melihat keadaan di sekeliling kita. Banyak sesama yang menunggu pertolongan tulus dari kita sebagai anak Allah. Amin.

Baca juga: 40 Ayat Alkitab Tentang Roh Kudus Sebagai Penolong dan Penghibur

Judul 3: Pengorbanan di Balik Kemenangan

Dalam Kisah 20:24 disebutkan bahwa seseorang tidak menghiraukan nyawanya sedikit pun, asalkan dia dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanannya terhadap Tuhan.

Seperti yang kita ketahui bersama, setiap orang pasti akan merasakan menjadi seorang pemenang. Entah memenangkan sebuah kompetisi, pertandingan, atau merasakan kemenangan karena bisa menahan hawa nafsu atau bisa lebih bersabar. Untuk mendapatkan kemenangan tersebut tentu saja tidak instan dan mudah. Selalu ada perjuangan yang besar di baliknya.

Di balik kemenangan seseorang, pasti ada perjuangan, pengorbanan yang tentunya membuat kemenangan semakin lebih menarik. Seseorang bisa menjadi lebih disiplin, mengurangi waktu tidur, lebih sering menangis, memperbanyak waktu belajar atau latihan hanya sekedar untuk bisa sampai kepada gelar pemenang. Tentu saja semua ini sama halnya dengan kehidupan. Segala kebahagiaan, kesedihan, berkat, dan lain sebagainya merupakan pengorbanan Tuhan.

Dalam Roma 3:24 “.. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan salah Yesus Kristus.”

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Tuhan Yesus sudah rela menderita dan menyerahkan nyawa-Nya agar manusia bisa terhindar dari segala kutukan dosa. Yesus dianggap sudah menebus kita dari kutuk hukum Taurat, dengan jalan menjadi kutuk karena kita. Di mana, Yesus harus digantung pada kayu salib.

Namun, meskipun begitu banyak sekali orang Kristen yang justru meremehkan pengorbanan Yesus tersebut. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya orang yang berbuat jahat kepada sesama, melakukan perbuatan dosa dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini tidak sesuai, ada baiknya untuk terus melakukan pembenahan diri dan membuat kualitas diri menjadi lebih baik lagi.

Dalam ayat Alkitab ada beberapa menjelaskan mengenai pengorbanan Yesus ini, salah satunya “… kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Petrus 1:18-19).

Baca juga: 35 Kata-kata Ucapan Kenaikan Yesus Kristus ke Surga 2022

Judul 4: Memberi Dengan Penuh Pengorbanan

Di zaman sulit seperti ini nampaknya memang tak mudah untuk melakukan pengorbanan terhadap orang lain. Terlebih di masa pandemi, seberapa orang harus rela kehilangan mata pencahariannya. Kadang hal ini justru membuat orang kurang bersimpati dan memiliki kasih. Beberapa dari mereka tidak peduli dan kadang melihat mereka sebelah mata.

Hal ini memang sesuai dengan isi Alkitab. Di mana, disebutkan bahwa pada masa akhir-akhir ini, kebanyakan orang sudah tidak lagi memiliki rasa kasih dan cenderung untuk mementingkan kebutuhannya sendiri. Memang benar, rasa egois dari setiap manusia semakin besar di zaman sekarang ini. Kadang mereka enggan hanya untuk membantu tetangga yang sedang kesusahan.

Pada kondisi saat ini memang sangat susah mempraktikkan kasih. Sebab memang, kasih sendiri penuh dengan pemberian. Pemberian disini tidak hanya seputar materi saja, tetapi juga perhatian, dukungan, pikiran, waktu dan tenaga juga merupakan bentuk dari pemberian. Orang-orang cenderung susah untuk bisa memberi ketika dirinya sedang dalam kesusahan. Tentu saja hal ini memang terbilang agak susah, terlebih bagi mereka yang belum terbiasa.

Kebanyakan memang lebih menyukai menerima sesuatu dibandingkan dengan member sesuatu. Padahal dalam Alkitab sudah disebutkan bahwa kita harus sering memberi, karena memberi akan menjadikan kunci berkat. Hal ini tertera dalam Amsal 11:25 yang berbunyi “Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan.”

Memang sangat benar untuk selalu bisa memberi siapa saja yang membutuhkan. Jangan hanya karena kita belum mengenalnya, maka kita tidak memberi pertolongan. Tidak ada yang pernah tahu dari pertolongan yang kita berikan, Tuhan memberikan banyak berkat.

Untuk bisa selalu memberi kepada sesama dalam berbagai keadaan memang harus mempertebal dulu kasih kepada Tuhan. Sehingga, selalu bisa ikhlas dengan berbagai pemberian yang diberikan kepada orang membutuhkan. Seperti pengorbanan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, kita juga harus banyak melakukan pengorbanan sebagai bentuk rasa syukur sudah diberikan kehidupan.

Baca juga: 10+ Khotbah Kenaikan Yesus Ke Surga Terbaik 2022

Keagungan dan ketulusan atas pengorbanan Yesus terhadap manusia sungguh membuat umat kristiani merindukan-Nya, dari Yesus lahir sampai Ia disalib dan kemudian dibangkitkan dari kematiannya, sungguh banyak pengorbanan yang telah dilakukan-Nya.

Melalui renungan kristen tentang pengorbanan Tuhan Yesus Kristus terbaru 2022 diatas, semoga kerinduan terhadap-Nya dapat terobati. Serta, senantiasa kita selalu mengingat-Nya dan juga tidak lupa berdoa Yesus untuk menyeru nama-Nya yang agung.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!