4 Renungan Kristen Tentang Selingkuh (Pacar, Suami, Istri)

Kristenly.com – Perselingkuhan hanya dapat membawa kerusakan dan kebencian, orang yang berani selingkuh berarti merusak dirinya sendiri dengan berbuat bodoh. Daripada berselingkuh, mari pahami renungan Kristen tentang selingkuh.

Sungguh muak sekali mendengar perselingkuhan pada suatu hubungan, padahal Allah memberikan kasih sayang kepada umat manusia agar mereka bisa menceritakannya dengan sesama yang harmonis bukannya menyelingkuhi.

Bagi salah satu pasangan yang berselingkuh, mungkin niatnya ingin mencari warna dalam hubungannya. Padahal dia bukan mencari warna tetapi mencari kehitaman dalam hubungan dan menghapus warna-warna yang dilukisnya bersama pasangan.

Mencari warna dalam hubungan seharusnya dilakukan dengan membuat kenangan-kenangan berharga bersama pasangan, bukannya malah mencari orang ketiga yang hanya menjadi perusak warna dan berakhirnya hubungan.

Baca juga: 21 Ayat Alkitab Tentang Selingkuh Sebagai Pengingat

Renungan Kristen Untuk Orang yang Selingkuh

ilustrasi orang berselingkuh
ilustrasi orang berselingkuh, sumber gambar: pexels.com

Semua agama padahal membenci perselingkuhan, tetapi manusia sepertinya belum kapok akan perbuatan ini. Buktinya mereka masih banyak yang melakukan perselingkuhan. Sebagai umat Kristen, pahamilah renungan rohani kristen tentang selingkuh berikut ini:

1. Tuhan Pencemburu

Pasangan yang sayang terhadap Anda pasti akan merasa cemburu ketika Anda dekat dengan lawan jenis lain, apalagi sampai terjalin hubungan spesial. Di dalam Alkitab Tuhan Yesus juga berfirman pada Keluaran 34:14 dimana dituliskan pada ayat tersebut bahwa Tuhan tak suka diduakan karena Ia pencemburu.
Tuhan Yesus secara gamblang menganggap umat-Nya sebagai kekasih-Nya sehingga Ia merasa cemburu ketika ada hal lain yang lebih penting dari diri-Nya.

Tuhan Yesus selalu ingin diprioritaskan oleh umat Kristiani sekalian, jadi jika Anda ingin diprioritaskan Tuhan maka prioritaskanlah Ia. Analogi serupa sama saja pada kehidupan berpasangan antar umat Kristiani, ingin selalu dinomorsatukan dan diprioritaskan.

Saling memprioritaskan satu sama lain merupakan wujud kasih sayang dua umat yang saling menjaga hati satu dan lainnya serta sebagai wujud komitmen akan ikatan yang dijalin dua sejoli.

Setia merupakan dasar paling penting dua insan menjalin hubungan yang direstui oleh Tuhan Yesus agar diperkenankan mencapai kebahagiaan. Tanpa izin dari Tuhan Yesus maka kebahagiaan mustahil bisa Anda raih dan rasakan sebab tanpa kasih-Nya Anda tak bisa berbuat apapun apalagi meraih kebahagiaan. Bahkan Anda membutuhkan izin-Nya untuk bisa senantiasa merasakan sehat dan beraktivitas dengan baik sehari-hari apalagi untuk merasa bahagia.

2. Jangan Mau Dipermainkan Oleh Keinginan

Dalam kehidupan suami istri merenung atau saling melihat ke dalam diri untuk mengakui kesalahan satu sama lain dan saling meminta maaf serta memberikan maaf amat penting. Sebab agar suatu ikatan dapat terjaga dengan baik komunikasi kedua pihak harus dibangun dengan baik dan dengan kejujuran. Awal dari perselingkuhan juga kerap dimulai dengan ketidakjujuran pasangan, tidak jujur biasanya diikuti dengan ketidakjujuran berikutnya yang berujung masalah.

Meskipun Anda tahu bahwa apa yang Anda perbuat akan kembali kepada diri Anda sendiri tetapi godaan akan perselingkuhan tak bisa dicegah hanya dengan ingatan akan hal tersebut.

Seperti yang tersurat pada Galatia 6:7 bahwa Tuhan Yesus memperingatkan hamba-Nya agar jangan menjadi sesat dan jangan mau dipermainkan oleh keinginan nya. Sebab apa yang dilakukan berdasarkan keinginan saja bisa berdampak buruk dan akan kembali dengan keburukan pula.

Dua ayat di atas yakni Keluaran 34:14 dan Galatia 6:7 kami rasa sudah cukup sebagai bahan renungan Anda umat Kristen sekalian bahwa Tuhan Yesus tak menyukai perselingkuhan suami atau istri. Sebagai wujud ikatan suci, umat Kristiani yang taat seperti Anda perlu saling jaga hati pasangan masing-masing. Dengan menjaga hati pasangan maka Anda telah mewujudkan ketaatan Anda kepada Tuhan Yesus karena selalu melakukan apa yang disukaiNya.

Baca juga: 15 Ayat Alkitab Tentang Masa Lalu, Untuk Bantu Move On

3. Tetaplah Jaga Kesetiaan

Renungan di bawah ini akan mengajarkan bahwa kesetiaan lebih baik dibandingkan jatuh ke dalam lubang kesalahan. Berikut rangkaian renungan Kristen yang bisa disadur sebagai bacaan harian untuk bersekutu bersama.

“Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab Tuhan telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu.” (Maleakhi 2:14)

Ada seorang wanita yang menikah dengan laki-laki miskin. Mereka mengalami kemajuan pesat dalam ekonomi karena rintisan bisnis yang dijalani dengan tekun. Tetapi, suami wanita ini kedapatan selingkuh setelah merasakan gelimang harta.

Ia menceraikan sang istri dan menelantarkan kedua anaknya. Namun, wanita ini tetap yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak tidur. Ia membangun kembali kehidupannya secara lebih ulet. Dalam beberapa tahun, kehidupannya membaik. Sedangkan, mantan suaminya terpuruk tanpa harta yang tersisa.

Bacaan hari ini menjadi pengingat bahwa Tuhan benci dengan perceraian dan marah terhadap suami yang menyia-nyiakan kesetiaan istrinya. Allah sendiri tidak menghendaki persembahan dari seorang suami yang rela membiarkan istri merintih dan mencucurkan air mata.

Pernikahan merupakan komitmen seumur hidup yang harus dilandasi dengan kasih dan setia kepada pasangan tercinta hingga maut memisahkan. Apabila pasangan kita melakukan perselingkuhan, Tuhan akan melihat dan mendengar segala tangis atau seruan doa anakNya.

Tidak perlu bersedih dan sakit hati karena Tuhan akan menuntun setiap langkah kaki manusia. Tidak perlu ada dendam dalam bentuk pengampunan yang tidak pernah putus dari Bapa.

Tetaplah jaga kesetiaan dan berharap kepada Tuhan. Ia akan menuntun setiap keluarga untuk membangun dasar atas firmanNya.

Baca juga: 53 Ayat Alkitab Tentang Perceraian dan Perpisahan Dalam Kristen

4. Renungan Kristen Tentang Selingkuh Singkat dan Terbaru 2022

Renungan di bawah ini akan mengajarkan bahwa kesetiaan lebih baik dibandingkan jatuh ke dalam lubang kesalahan. Berikut rangkaian renungan Kristen yang bisa disadur sebagai bacaan harian untuk bersekutu bersama

“Aku akan menjadikan engkau isteriKu untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteriKu dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.” (Hosea 2:18)

Seorang istri memberikan kesaksian tentang suaminya yang tertangkap basah berselingkuh. Mulanya ia sangat marah, tetapi hal tersebut sinar sekejap karena ingat dengan komitmen pernikahannya. Ia mampu memaafkan karena cinta yang besar kepada suami. Keluarganya boleh dipulihkan sampai saat ini.

Nabi Hosea pernah mendapatkan perlakuan khianat dari Gomer, istrinya. Mereka tetap berbagi hidup demi kelangsungan dan langgengnya rumah tangga tersebut. Perzinahan tersebut tidak sekadar disikapi dengan ingatan akan ikrar, melainkan menyatukan diri kembali menjadi satu daging.

Tuhan sendiri memiliki kerinduan akan hubungan yang sifatnya fungsional boleh menjadi personal, tempat di mana pasangan harus saling mengasihi. Kisah pernikahan tersebut nyatanya juga ingin mengingatkan kita mengenai kasih Bapa kepada umatNya.

Marilah kita senantiasa membangun hubungan intim dan mesra bersama pasangan anugerah Tuhan. Dengarkan Dia dan sambut cintaNya dengan penuh sukacita. Amin.

Baca juga: 94 Ayat Alkitab Tentang Patah Hati Menguatkan dan Mengobati Kesedihan

Tidak semua rumah tangga menjadi sesuatu yang harmonis atau tidak menemui halang rintang, salah satu masalah yang berpotensi terjadi dalam bahtera rumah tangga adalah perselingkuhan.

Suami atau istri, keduanya sama-sama memiliki kesempatan untuk berbuat tidak seturut kehendak Tuhan, bagaimana tidak? Kristus telah menjadikan mereka satu tubuh dan telah berikrar untuk setia satu sama lain apapun keadaannya.

Di samping itu, Tuhan tidak suka dengan selingkuh karena pada akhirnya hanya ditemui pertengkaran, perselisihan, perceraian, hingga anak yang ditelantarkan.

Hubungan perselingkuhan adalah hubungan sesaat, karena ia hadir sebagai pemisah yang tentunya juga bakalan hancur. Karena sesuatu yang merusak juga bakalan mengalami kerusakan, itulah hukum alam di dunia.

Dengan renungan kristen tentang selingkuh terbaru 2022 ini, semoga membuat kita semua tersadar bahwa perselingkuhan hanyalah kesenangan sesaat yang hanya membawa kerusakan dan sekali berselingkuh bakalan terulang kembali seperti penyakit mematikan yang sulit disembuhkan.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!