9 Renungan Kristen untuk Anak Sekolah Minggu Terbaru & Terbaik 2022

Kristenly.com – Sebenarnya ada banyak renungan Kristen untuk anak sekolah Minggu, biasanya kegiatan ini dilakukan sesuai dengan tema masing-masing. Misalnya mengambil salah satu ayat di dalam Alkitab sebagai sumber utamanya.

Penyampaian renungan ini tentunya harus dilakukan secara mudah dan juga sederhana agar tetap gampang ketika dipahami, jadi bisa dikatakan untuk dibedakan pada umur mereka masing-masing.

Renungan yang cocok ditujukan bagi anak-anak biasanya harus menggunakan pembahasan ringan, tujuannya agar mereka bisa dengan mudah menerimanya tanpa terasa berat ketika ingin memahaminya atau tertarik pada materinya.

Satu hal yang paling menarik bisa dilakukan adalah dengan mengibaratkannya menggunakan hewan-hewan sehingga mudah dipahami, cara seperti ini dianggap cukup efektif bagi anak-anak agar lebih gampang mencernanya.

Baca juga: Ayat Alkitab Untuk Anak Sekolah Minggu

Renungan Rohani Kristen untuk Anak Sekolah Minggu

ilustrasi anak mendengarkan renungan
ilustrasi anak mendengarkan renungan. Sumber gambar: pexels.com

Berikut ini adalah renungan rohani Kristen untuk anak sekolah Minggu yang bisa dijadikan sebagai referensi, Anda pun dapat menggunakannya ketika dibagikan kepada para peserta dengan mudah.

Judul 1: Perintah Tuhan Untuk Kedua Orang Tua

Kitab Amsal ayat 8 berbunyi Hai anakku (anak Yesus), dengarkanlah didikan dari ayahmu, dan jangan lah menyia-nyiakan ajaran ibumu.

Dari firman diatas kita dapat mengetahui bahwa kita tidak boleh melawan atau membantah perkataan orang tua. Kedua orang tua kita sangat menyayangi kita sejak kecil. Ibu yang melahirkan, dan merawat kita hingga kita bisa berjalan sendiri, makan sendiri, dan melakukan segala aktivitas sendiri.

Sedangkan ayah yang selalu ada untuk memberi nafkah kepada keluarga, ayah yang selalu menjadi pelindung saat anaknya mengalami kesusahan, dan ayah lah yang selalu membela anaknya saat anaknya mendapatkan hal yang tidak menyenangkan di lingkungan sekitarnya.

Ayah dan ibu adalah kedua orang tua kita yang sudah diperintahkan Tuhan untuk selalu ada mendampingi kita dari lahir sampai sekarang. Hendaknya kita sebagai anak yang berbakti membalas jasa-jasa mereka selama ini.

Namun, sayangnya ada beberapa anak yang tidak menyukai kedua orang tuanya karena beberapa hal. Bisa saja orang tua mereka mengajarkan hal yang kurang baik sehingga anaknya menjadi memberontak, atau kedua orang tua sedang mengalami konflik yang berakibat perceraian.

Kekerasan kepada anak juga beberapa kali terjadi, dan menjadi sebuah kasus yang penting. Seorang ibu yang frustasi karena dililit banyak hutang tega untuk memukuli anaknya. Padahal anaknya tidak salah apa-apa. Ada juga ibu yang tega membunuh anaknya agar pengeluaran yang ia keluarkan berkurang. Ada ayah yang memerkosa anaknya sendiri, dan dosa besar yang dilakukan orang tua lainnya.

Jika orang tua tersebut taat kepada Tuhan dan menjalankan perintah-Nya mungkin tidak ada kasus semengerikan itu. Orang tua sebaiknya mengajarkan kepada anaknya untuk takut akan kuasa Tuhan.

Karena Tuhan selalu melihat, dan mendampingi apa pun yang kita lakukan. Saat merasa terpuruk karena masalah yang berat, Tuhan akan segera membantu kita jika kita percaya atas kuasa-Nya.

Memiliki orang tua yang lengkap juga menjadi mimpi bagi sebagian anak. Oleh karena itu, ketika kedua orang tua kita masih lengkap, kita harus mematuhi perintah ayah, dan ibu. Karena orang tua juga tangan dari Tuhan.

Baca juga: Quiz Alkitab Untuk Anak Sekolah Minggu dan Jawabannya

Judul 2: Belajar Untuk Beriman Kepada Tuhan

Kitab Mazmur ayat 1-3 berbunyi dengan adanya masalah seharusnya kita belajar untuk semakin beriman kepada Tuhan dan menyaksikan kuasa-Nya. Masalah membuat kita melihat dan merasakan kekuatan dari Tuhan.

Setiap kita dilanda masalah yang berat, janganlah kamu meragukan kuasa Tuhan. Karena Tuhan akan selalu memberikan jalan keluar, bahkan jalan keluar yang tidak pernah bisa pikirkan. Tuhan pasti tahu yang terbaik untuk hamba-Nya.

Ada orang yang setiap ada masalah tetap berpikiran positif. Memikirkan bahwa masalah adalah ujian keimanan kita kepada Tuhan. Ujian pantaskah kita menjadi hamba-Nya selama ini? Jika kita bisa melewatinya maka kita terbukti sebagai hamba Allah yang taat.

Namun, ada juga orang yang ditimpa masalah malah menyalahkan kepada Tuhan. Ia marah mengapa ia mendapatkan ujian seperti itu. Sampai ia tak percaya lagi dengan kuasa dari Tuhan dan mencari jalan keluarnya sendiri. Akan tetapi, jalan yang ia buat malah menuju kepada kesesatan dan jauh dari Tuhan. Ia kemudian menjadi hamba pembangkang yang selalu melakukan dosa-dosa. Hamba yang tidak disukai oleh Tuhan.

Seharusnya saat kita mendapat masalah atau mendapat musibah, hal itu bisa digunakan untuk belajar menambah keimanan kita kepada Tuhan, dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Jangan lah kamu kemudian menjauhi Tuhan karena masalah tersebut. Ingatlah bahwa setiap masalah yang kita lalui adalah ujian keimanan dari Tuhan untuk menentukan seberapa besar iman, dan kepercayaan kita kepada-Nya.

Tuhan selalu ada untuk kita, karena Ia selalu melihat, dan selalu mendengar doa hamba-Nya. Jika doamu belum didengar, sabar dulu, Tuhan ingin melihat usahamu untuk menarik hatinya lebih lagi. Karena Tuhan menyukai hamba yang memohon kepadanya dengan penuh pengharapan. Dengan berdoa setiap melakukan sesuatu adalah contoh bahwa kita membutuhkan kuasa-Nya di setiap keadaan apapun itu. Susah atau senang.

Baca juga: Lomba Sekolah Minggu Terbaru yang Unik dan Seru

Renungan Harian Anak Singkat dan Terbaru 2022

renungan harian anak yang singkat
renungan harian anak yang singkat, sumber gambar: pexels.com

Ada banyak sekali renungan dalam kristen yang dapat didengarkan untuk menambah keimanan kepada Yesus, penyampaiannya tentu harus menggunakan bahasa yang mudah seperti renungan harian anak sekolah minggu terbaru 2022 yang singkat berikut ini.

  1. Didiklah anakmu, hingga dia akan memberikan ketentraman kepadamu, serta mendatangkan sukacita kepadamu. Butuh Kamu pahami kalau dunia anak jaman saat ini berbeda dengan jaman dulu. Zaman saat ini mereka disuguhi dengan kemajuan iptek serta kemudahan mengakses data. Dengan suatu gadget di tangan, seorang anak sanggup melaksanakan banyak perihal yang diinginkannya. Mulai dari bermain, berbicara, menyaksikan apalagi belajar. Belajar merupakan salah satu perihal positif dari gadget yang pada mayoritas anak tidak sering dimanfaatkan.
  2. Dunia anak saat ini sudah dipadati dengan hal-hal yang negatif: kekerasan, pornografi serta pula pemberontakan. Ini merupakan suatu ancaman yang sungguh-sungguh untuk para orang tua pada spesialnya serta warga pada biasanya. Dalam keadaan yang semacam ini, orang tua wajib mendidik anaknya dengan bijaksana serta penuh atensi. Kelengahan orang tua akan jadi pintu masuk hal-hal negatif menyerbu benak serta pertumbuhan mental kanak-kanak kita. Secara garis besar terdapat 3 metode buat mendidik anak biar mereka mempunyai rasa hormat terhadap orang tua:
  3. Kanak-kanak butuh ketahui kalau menghormati orang tua merupakan kehendak Tuhan serta perihal itu tertulis di dalam Alkitab, bukan cuma hanya himbauan ataupun anjuran, ataupun tradisi turun-temurun. Jadi menghormati orang tua merupakan Alkitabiah, sesuatu perintah dari Tuhan. Sebab seperti itu orang tua memiliki tanggung jawab penuh buat mengajar serta menanamkan nilai-nilai firman Tuhan kepada anak-anaknya semenjak dini.
  4. Apabila hati anak telah diterangi oleh firman Tuhan, langkah hidupnya tidak lagi sembarangan sebab Roh Kudus akan senantiasa menegaskan tiap dikala serta pada dikala yang pas. Jika mereka tidak menghormati ibu dan bapaknya, hati nuraninya akan menyalahkannya karena mereka telah berdosa serta melawan Tuhan. Salah satu pemazmur mengatakan, “Dengan apakah seseorang mempertahankan kelakuannya? Dengan menjaganya cocok dengan firmanMu.” (Mazmur 119:9).
  5. Nyatanya tidak gampang mendidik anak walaupun itu anak sendiri. Kala kanak-kanak memberontak serta kurang ajar kerapkali orang tua langsung naik pitam serta marah kepada mereka. Ingatlah kalau tiap didikan yang kita bagikan kepada kanak-kanak memerlukan doa pula! Janganlah mengira kalau sebab ia merupakan anak sendiri kemudian kita akan gampang mendidiknya. Kita sangat memerlukan kuasa Roh Kudus buat melaporkan yang salah serta menanamkan kebenaran firman Tuhan itu di hati anak. Tanpa kuasa Roh Kudus sangat sukar mengganti yang salah ataupun mengawali hal-hal yang benar serta baik kepada anak.
  6. Anak yang berbuat salah wajib dinasehati, ditegur apalagi jika butuh dihajar dengan rotan. yang diartikan dengan rotan di mari merupakan lidi buat dipukulkan ke anak dengan sebagian pukulan saja, bukan memukul dengan emosi. Banyak orang tua kaya memanjakan anak dengan duit serta harta tetapi tidak sempat berperan keras kepada anak. Dampaknya tidak sedikit anak dari keluarga terletak yang malah memberontak serta ikut serta narkoba serta lain-lain.
  7. Apakah yang akan kita peroleh bila kita mendidik kanak-kanak dengan bijaksana serta cocok firman Allah? Pertama, akan memberikan ketentraman. Maksudnya orang tua tidak butuh jadi risau dikala kanak-kanak terletak di luar rumah, semacam di sekolah maupun dalam pergaulan. Selaku akibat jangka panjangnya seorang anak nanti akan jadi individu yang khawatir akan Tuhan, karena sudah tertanam firman Allah dalam kehidupannya. Kedua, mendatangkan sukacita. Orang tua mana yang tidak bersuka cita, apabila anaknya tidak ikut serta dalam hal-hal yang negatif, apalagi jadi anak yang berprestasi di sekolahnya serta mempunyai masa depan yang penuh pengharapan di dalam Tuhan.
Baca juga: Lirik Lagu Sekolah Minggu Anak

Melaksanakan renungan Kristen untuk anak sekolah Minggu memang tidak bisa dilakukan secara sembarangan, setidaknya Anda harus menjadikan materi tersebut terdengar mudah untuk dipahami.

Selanjutnya buatlah renungan ini menjadi terdengar seru dan menyenangkan, mengingat bahwa di usia yang masih sangat muda tentunya terasa sulit untuk mendapatkan materi berat dalam hal agama.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!