4 Renungan Kristen Untuk Guru atau Tenaga Pendidik Terbaru 2022

Kristenly.com – Sosok pahlawan tanpa tanda jasa merupakan mereka dengan kesabaran seluas samudera demi mencerdaskan anak-anak. Melalui berbagai rintangan dan cobaan, tentu saja sangatlah patut mendapatkan apresiasi. Ketahui renungan kristen untuk guru atau tenaga pendidik terbaru 2022.

Guru selalu berusaha keras bagaimana bisa membuat muridnya mengerti pelajaran. Dengan begitu, berbagai cara mereka lakukan sehingga mampu mencerdaskan. Dalam Kristen, sangat memuliakan sosok luar biasa ini.

Menjadi pengajar sangatlah mulia, namun tidak mudah. Ada banyak sekali hal yang harus menguasainya supaya mampu menciptakan pembelajaran terbaik serta menyenangkan. Maka, penting sekali menghormati beliau.

Merenungkan tentang guru dapat meningkatkan rasa hormat dan apresiasi tinggi. Dengan begitu, kehidupan seorang pengajar tersebut menjadi lebih baik. Selain itu, mereka juga menjadi lebih semangat dalam bekerja.

Baca juga: 40 Ayat Alkitab Tentang Guru yang Baik, Kreatif, dan Mendidik

Renungan Kristen untuk Guru Sebagai Agen Transformasi

ilustrasi guru mengajar
ilustrasi guru mengajar, sumber gambar: pexels.com

Pengajar mempunyai kemampuan khusus serta kesabaran. Dengan begitu, untuk bisa menjadi profesi ini harus mampu menguasai skill tersebut. Supaya lebih menghormati mereka, maka pahami dan resapi renungan kristen untuk guru atau tenaga pendidik berikut ini.

Judul 1: Guru = Digugu dan Ditiru

“…dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah Engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu.” (Titus 2:7)

Guru merupakan salah satu sosok yang akan senantiasa digugu dan ditiru. Mereka menjadi teladan yang mencontohkan banyak hal bagi murid-muridnya. Selain memberikan ilmu dan wawasan, nyatanya tugas seorang guru jauh lebih besar dibandingkan itu.

Sebagai pendidik dan orang tua di sekolah, ajaran mengenai normal, aturan, sikap, dan tata krama tidak boleh tertinggal untuk dibekalkan kepada anak didiknya. Menjadi contoh yang benar dalam menerapkan setiap ajaran tersebut.

Menjadi seorang role model nyatanya juga tidak mudah. Alkitab sudah mengatakan bahwa kita dikehendaki agar mampu menjadi teladan bagi iman serta perbuatan baik. Hal tersebut harus bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari karena teori terasa lengkap jika bersama dengan prakteknya.

Tuhan Yesus sudah memberikan ajaran bahwa kita harus mampu meneladaniNya. Begitu pula tentang kasih yang tidak melulu soal pengajaran saja, melainkan sikap hidup yang senantiasa nyata. Sejak muda kita telah diajarkan untuk menjadi garam dan terang bagi dunia.

Marilah kita menjadi pribadi yang senang mencerminkan kasih Allah secara nyata. Menjadi teladan dan terang bagi orang-orang di sekitar kita. Amin.

Judul 2: Menjadi Teladan Seperti Yesus

“dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,” –Titus 2:7

Tuhan Yesus merupakan teladan dari dulu hingga sekarang. Seorang guru pun seperti itu. Ketika mendengar kata guru, sebagian besar dari kita terlintas tentang suatu teladan, seseorang yang patut diikuti, tidak berbuat cela, mengayomi, memberi banyak pengetahuan baru, memberi nasihat menenangkan, dan selalu mengajar.

Setiap manusia bertumbuh membutuhkan teladan, bahkan ketika dewasa pun teladan tetap selalu dibutuhkan. Ketika seorang guru tidak melakukan apa yang diajarkan kepada muridnya, seperti membuang sampah sembarangan, mengasihi, dan berbuat baik. Maka tidak ada satupun yang akan mengikutinya. Terutama seorang anak kecil. Anak kecil mengikuti apa yang orang dewasa contohkan.

“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang.” –Markus 10:45

Melayani merupakan salah satu teladan yang ingin Tuhan Yesus untuk kita ikuti. Menjadi seorang guru merupakan sebuah pekerjaan melayani. Guru membantu seseorang untuk memiliki ilmu. Dari yang tidak bisa membaca, menjadi bisa. Dari yang tidak paham terhadap sesuatu, menjadi paham.

“Tuhan adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.” –Mazmur 103:8

Perilaku Tuhan dalam ayat ini merupakan contoh dari sifat yang harus dimiliki seorang guru. Harus menjadi sosok yang penyayang dan pengasih dalam mengajar, sehingga apa yang diajarkan tersampaikan. Kesabaran juga merupakan kunci penting menjadi guru atau tenaga pendidik. Memiliki banyak murid, itu berarti bertemu dengan beragam sikap. Bayangkan jika kita mengajar penuh emosi, ilmu apa yang akan tersampaikan?

Itu adalah dua dari sekian banyak sifat Tuhan yang dapat dijadikan teladan bagi kita semua, terutama seorang guru.

Baca juga: 55+ Puisi Guru Terbaik yang Menyentuh Hati (Terbaru)

Judul 3: Orang tua sebagai Guru

“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu…” –Ulangan 6:6-7

Keluarga merupakan pendidikan pertama yang anak dapatkan. Di sini jelas bahwa Tuhan telah mengajarkan banyak hal kepada orang-orang, dan Tuhan ingin mereka mengajarkannya kembali kepada anak-anak mereka.

Sebagai orangtua apakah kita sudah cukup andil mengajarkan mengenai Tuhan kepada anak kita?

“Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” –Amsal 22:6

Selain memberitakan tentang Tuhan, sebagai orangtua kita juga harus menuntun mereka. Tentu kita ingin mereka menjadi anak yang benar. Kita bisa mulai memperhatikan bagaimana mereka bergaul, menegur ketika salah, memberi contoh yang baik, dan memperlurus ketika mereka mulai menyimpang. Sehingga sampai tua pun, ia tetap berada di jalan Tuhan.

“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkit amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.” –Efesus 6:4

Tidak semua orang tua memahami bagaimana cara mendidik anak. Ada yang dengan dimanja, kasih sayang, bahkan kekerasan. Jika kita mendidik anak dengan cara yang salah, seperti kekerasan.

Anak tersebut akan memiliki trauma di dirinya. Ia bisa saja tumbuh dengan tidak percaya akan adanya kasih, menjadi anak pemberontak, dan bahkan jatuh ke dalam pergaulan bebas. Dengan begitu, kita sebagai orangtua sudah gagal mendidik menurut ajaran Tuhan.

Renungan Singkat Untuk Guru Sekolah Minggu

Sebagai anak murid yang baik, tentu kita harus tahu cara bersikap dan menghormati guru-guru dan dosen. Berikut renungan Kristen yang berkaitan dengan tugas mulia para pendidik untuk memberikan ilmu kepada banyak orang.

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Yohanes 13:13)

Guru merupakan pengajar yang memberikan ilmu dan pendidikan di bidang formal. Tuhan Yesus mendapat sebutan Guru Agung karena Ia mengajar semua orang kapan saja dan di mana saja. Ajarannya Alkitabiah atau murni berasal dari Alkitab.

“…firman Allah yang hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun;…” (Ibrani 4:12a)

Oleh sebab itu, tidak bisa disangkal bahwa Tuhan Yesus merupakan Pribadi paling berhikmat di bumi. Ia telah mengajar, mendidik, membimbing, sekaligus memberikan teladan baik atas seluruh ajaranNya.

“Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.” (Yohanes 13:15)

Sebagai murid dan pengikut Tuhan Yesus, sudah sepantasnya kita meneladani cerminan kehidupanNya. Selain teladan dalam hidup yang terpuji, kita akan menemukan bahwa Yesus Sang Guru Agung telah memberikan dasar Kerajaan Allah sekaligus kebenarannya.

Marilah kita mencontoh kehidupan Tuhan Yesus sebagai Guru Agung yang tidak pernah meninggalkan kita untuk terus belajar memperbaiki diri sendiri. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan seputar guru di atas kiranya mampu merefleksikan tugas sekaligus peranan pendidik bagi anak-anak di dunia. Terima kasih sudah membaca renungan kali ini dan jangan lupa ikuti update renungan terbaik lainnya.

Baca juga: 33+ Puisi Perpisahan Paling Berkesan (Sekolah, Guru, Sahabat) 2022

Setiap profesi memang mempunyai tantangan tersendiri. Tidak terkecuali menjadi tenaga pendidik. Sekarang ini, sangat miris melihat perlakuan terhadap guru, padahal pekerjaan ini sangatlah mulia dari pandangan Tuhan.

Guru dan dosen merupakan tenaga pendidik yang mengambil peran sebagai orang tua di sekolah maupun di kampus. Ketika orang tua sibuk bekerja memenuhi kebutuhan kita, ada banyak wawasan yang bisa dipelajari bersama para guru dan dosen.

Dunia ini rasanya tidak terasa lengkap tanpa pendidikan. Itulah peran paling murni dari para tenaga pendidik untuk mencetak generasi cerdas dan mau berdaya demi kemajuan negaranya. Tidak hanya itu, nyatanya pendidikan juga membantu setiap kita untuk mengenal Tuhan Yesus.

Kita perlu memahami bahwa peranan pendidik untuk penting bagi semua anak di dunia. Mereka berjasa untuk membesarkan kita menjadi pribadi yang pandai dalam akademik maupun moral

Dengan memahami renungan kristen untuk guru atau tenaga pendidik terbaru 2022 diatas, semoga membuat kita semua semakin menghargai profesi ini. Melalui cara apresiasi yang baik akan menciptakan keharmonisan kehidupan dari para pahlawan tanpa tanda jasa.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!