4 Renungan Rohani Kristen Tentang Sahabat dan Teman Sejati

Kristenly.com – Dalam hidup ini pasti ada orang yang berperan selalu mendengarkan setiap curhatan kita dan selalu mengerti akan keadaan selain dari keluarga, dia adalah seorang sahabat dan teman sejati. Maka perhatikanlah renungan Kristen tentang sahabat dan teman sejati terbaik 2022.

Seorang sahabat dan teman sejati memiliki peran sangat penting dalam kehidupan, selain dari keluarga ada yang selalu hadir disetiap senang ataupun susah serta selalu memberikan kenyaman setiap ada masalah yang datang

Tanpa adanya mereka, kehidupan akan terasa sepi. Bahkan selain keluarga tidak ada lagi penghibur yang menemani ketika berada di luar rumah, sehingga tanpa mereka bisa menjadikan kita seorang introvert.

Peran teman sejati tidak bisa digantikan oleh keluarga atau apapun, keberadaan sahabat bisa mendekatkan seseorang seperti keluarga sendiri, merekalah yang tau jalan pemikiran makanya dia akan mengerti setiap kondisi dari kita.

Baca juga: 7 Doa Kristen Untuk Teman dan Sahabat Terbaik 2022

Renungan Kristen Tentang Sahabat dan Teman

ilustrasi sahabat sedang bermain
ilustrasi sahabat sedang bermain, sumber gambar: pexels.com

Persahabatan adalah bentuk nyata bagaimana kita memiliki kecenderungan untuk membutuhkan ikatan dan bersosialisasi dengan sesama, sahabat sejati menjadi seorang yang juga kita butuhkan.

Sahabat yang baik biasanya akan menemani kita di dalam suka maupun duka, mereka mau mendengarkan dan menguatkan kita di saat lemah atau membutuhkan ruang yang nyaman untuk berbagi perasaan serta cerita.

Namun, ada kalanya kita perlu memberikan timbal balik atau umpan positif sebagai bentuk syukur atas kehadiran mereka di dalam kehidupan. Mampu memberikan pengaruh yang baik ketika berhubungan dengan sesama.

Menyikapi hal tersebut, nyatanya manusia juga bisa menemukan sosok sahabat yang sejati dan selalu ada menemani setiap langkah, yaitu Tuhan Yesus.

Renungan Harian Kristen Tentang Sahabat Sejati

Sebagai bahan pemahaman tertentu, ada baiknya jika kita mau merenungkan dan membaca Firman Tuhan beserta hikmat dariNya seputar sahabat sejati.

“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” Amsal 27:17

Kadang-kadang, Tuhan memakai orang lain agar mampu membentuk kita. Di satu sisi, sering kali kita masih belum memahami maksud dan tujuannya. Namun, ayat di atas mau berkata bahwa kerelaan dalam menerima teguran dan pembelajaran dari sesama mampu membawa kepada pembentukan karakter.

Persekutuan dan relasi dengan orang lain nyatanya mampu membawa beberapa dampak berupa semakin ditajamkan, didewasakan, dan dimatangkan. Secara kebetulan, orang-orang terdekat kita yang justru Tuhan utus untuk mengasah kita menjadi lebih baik.

“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.” (Amsal 13:20)

Melalui orang-orang yang bijaksana, kita jadi tahu dan mengerti bagaimana caranya menyikapi situasi kondisi tertentu. Hal ini mendorong kita untuk bersikap selektif dalam memilih teman dan sahabat sejati yang mau “menajamkan” serta tidak menjerumuskan menuju persoalan negatif.

Beberapa nilai positif yang bisa kita ambil dari seorang sahabat sejati adalah membangun, menguatkan, sekaligus menuntun kepada kehidupan seturut kehendak Bapa.

Urgensinya dalam mempunyai sahabat tentu bisa dilihat dari seseorang yang mau memberi serta menerima, mau berjalan di dalam setiap suka duka kehidupan, sekaligus meningkatkan semangat untuk senantiasa melayani Tuhan.

Itu sebabnya, terkadang tidak mudah mencari dan menemukan seorang sahabat sejati. Butuh proses dan waktu yang tidak instan. Namun, percayalah bahwa kita bisa diubahkan lewat hadirnya seorang sahabat.

Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17)

Renungan Kristen Tentang Allah Sebagai Sahabat Sejati

Sebagai bahan pemahaman tertentu, ada baiknya jika kita mau merenungkan dan membaca Firman Tuhan beserta hikmat dariNya seputar sahabat sejati.

“Kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” (Yohanes 15:14)

Seseorang pernah memasang status di media sosial yang berbunyi seperti berikut, “The world is a lonely planet.” Hal tersebut mungkin perlu dipertanyakan karena ada milyaran jiwa yang hidup di bumi. Namun, apa yang menyebabkannya menjadi terasa sepi?

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang merasakan kesepian, entah kondisi sosial maupun merasa kurang secara pribadi. Namun, sebagai manusia kita perlu ingat bahwa Yesus sudah membuka diriNya sebagai seorang sahabat yang tidak akan membiarkan anakNya sendirian.

“Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yohanes 15:4)

Tuhan ingin menyatakan bahwa Ia menyediakan dan membuka diriNya sendiri untuk bersatu bersama umatNya supaya kita berbuah dengan banyak. Tuhan Yesus memberikan sebuah janji untuk senantiasa berada di samping kita.

Pada waktu tertentu, mungkin kita akan merasakan kesepian. Namun, ingatlah bahwa Yesus merupakan sosok dari sahabat sejati yang mengasihi setiap saat.

Baca juga: 43 Ayat Alkitab Tentang Persahabatan dan Pertemanan yang Baik

Renungan Kristen Tentang Teman Baik Terbaru 2022

renungan kristen tentang teman baik
renungan kristen tentang teman baik, sumber gambar: pexels.com

Banyak dari kita tidak bisa mengungkapkan perasaan sayangnya kepada sahabat. Karena kedekatan dengan mereka membuat malu mengekspresikan nya, maka pahami dan resapi renungan kristen tentang teman baik atau sahabat sejati terbaru 2022 berikut ini.

Tema 1: Renungan tentang Hakikat Sahabat Sejati

Yohanes 15:13

Dikatakan dalam Yohanes 15, ayat 13, bahwa tidak ada sesuatu di dunia ini yang melebihi keistimewaan seorang sahabat yang memberikan kasih kepada sahabat lainnya.

Dari renungan tersebut dijelaskan bahwasanya tidak ada sesuatu yang lebih besar dan lebih penting posisinya selain daripada sahabat yang saling memberikan kasih sayang, baik itu dari kita terhadap sahabat, maupun dari sahabat terhadap diri kita. Dan sahabat sejati dan tulus adalah mereka yang sanggup memberikan kasih di dalamnya.

Pemberian nyawa untuk sahabat bisa diartikan, seorang sahabat yang rela mengorbankan dan memberikan sesuatu secara tulus. Tidak hanya fokus pada diri sendiri dan egois, namun manusia yang peduli akan sahabat dan orang-orang di sekitarnya.

Dengan mengetahui renungan diatas, kini kita dapat tersadarkan betapa pentingnya berlaku baik terhadap sahabat dan teman sejati. Begitu pula kita yang harus berbahagia ketika memiliki sahabat sejati. Jika telah menemukan sahabat seperti itu, kita harus menjaga erat hubungan tersebut karena kini sulit menemukan sahabat sejati di tengah hiruk-pikuk keegoisan.

Timotius 3:2A, 3-4

Pada Timotius 3, ayat 2a, 3-4 dikatakan bahwa manusia lebih menghargai dan mencintai dirinya sendiri. Ia tidak mengerti indahnya saling mengasihi, menjunjung kedamaian, kerap menjelekkan orang lain, enggan berbuat baik, cenderung bertindak khianat, impulsif, dan cenderung mengikuti hawa nafsu daripada mengikuti sesuatu yang benar.

Renungan ini mengingatkan kita bahwa dewasa ini hubungan pertemanan lebih banyak yang didasari ketidak tulusan. Misalnya sebanyak-banyaknya seseorang memiliki teman, namun tujuannya didasarkan pada perhitungan untung dan rugi, memiliki motif tertentu, dan cenderung tidak tulus.

Kita dapat merenungkan diri, bahwa sejauh ini dari sekian banyak teman yang dimiliki, berapa orang yang menjadi sahabat sejati? Sahabat sejati dapat menjadi teman tempat kita bertukar pikiran, mencurahkan isi hati, menjadi diri apa adanya, dan yang terpenting berdasarkan ketulusan dalam hati.

Amsal 19:4

Amsal 19, ayat 4 berkata bahwa kekayaan dapat menarik banyak sahabat sedangkan orang miskin hanya akan ditinggalkan sahabat.

Dalam ayat ini dapat dimaknai dengan kenyataan masa kini, bahwa sahabat akan datang dengan banyak kepada orang dengan kekayaan, dan sebaliknya sahabat akan berkurang pada orang miskin.

Persahabatan yang melihat latar belakang dan derajat manusia sebagai penilaiannya, bukanlah tindakan yang pantas untuk menyebutnya sebagai sahabat sejati yang benar-benar tulus.

Amsal 17:17

Dalam Amsal 17, ayat 17, menyarankan untuk melibatkan kasih di setiap waktu dan menjadi saudara ketika suka maupun duka.

Dan yang paling tepat sesuai dengan renungan ini, sahabat atau teman sejati adalah ia yang mampu memberikan cinta kasih serta ketulusan dalam setiap tindakan dan setiap kesempatan. Selalu ada dalam setiap susah maupun senang.

Tema 2: Renungan tentang Membangun Ikatan Persahabatan

Amsal 27:17

Maksud dari renungan ini, yaitu manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk yang berinteraksi, pasti membutuhkan bantuan manusia lain atau sesamanya. Maka dari itu, jika besi mampu melebur dengan besi lainnya, maka manusia pun dapat menjalin hubungan yang lebih erat dengan sesamanya.

Menajamkan jalinan persahabatan bisa dilakukan dalam kesempatan apa saja, di mana dan dengan siapa saja. Seperti dengan teman sepermainan, teman satu organisasi, komunitas, dan lainnya.

Amsal 13:20

Dari ayat ini dapat kita tarik kesimpulan, bahwa jika ingin menjalin dan membangun persahabatan pun perlu diperhatikan dengan siapa kita bergaul.

Karena karakteristik lingkungan persahabatan juga dapat berpengaruh pada kehidupan kita. Maksudnya, jika kita bergaul dengan orang yang baik maka akan terlatih baik pula. Namun jika biasa bergaul dengan orang yang salah maka akan terbiasa dalam melakukan sesuatu yang salah juga.

Korintus 15:33

Dari ayat Korintus 15:33, kita dapat merenungkan diri, bahwa betapa pentingnya menjaga dan selektif dalam memilih pergaulan. Hidup yang baik memang memerlukan sahabat sejati untuk berbagi kasih dan ketulusan. Namun jangan pula pula untuk menjauhi kesesatan, dengan menghindari pertemanan yang tidak baik.

Karena jika kita salah dalam memilih pertemanan, maka akan membawa kebiasaan buruk, dan malah menjauhkan dari persahabatan yang sehat yang bisa berbagi kasih.

Baca juga: 10+ Doa Pergumulan Kristen Agar Diberikan Berkat

Keberadaan sahabat dan teman sejati yang begitu dekat kadang membuat kasih sayang sulit disadari, ini hanya diketahui ketika jauh darinya. Mereka adalah ada orang lain yang terasa seperti keluarga dikala jauh dengan rumah.

Melalui renungan rohani tentang sahabat dan teman sejati terbaru 2022 diatas, semoga dapat mendekatkan dengan sahabat dan teman sejati yang selalu menemani dan memberikan pelukan hangat kepada kita. Mereka selalu ada sebagai tempat curhat yang nyaman.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!