4 Renungan Rohani Kristen Tentang Kejujuran Terbaik 2022

Kristenly.com – Sebagian dari kita masih kesulitan dalam mengatakan kejujuran. Bahkan mungkin ada yang meyakini jujur bakalan hancur, sehingga dia sudah terbiasa melakukan kebohongan. Daripada melakukan kebohongan, mari simak renungan harian rohani Kristen tentang kejujuran.

Manusia sebagai makhluk yang mudah melakukan kekhilafan sangat memerlukan sebuah renungan rohani, melalui ini mereka akan sadar akan tindakannya yang termasuk kejahatan sehingga mereka kedepannya bisa memperbaiki.

Dengan renungan harian rohani, kita dapat mengenal, mengasihi, dan memuliakan Tuhan setiap hari. Ketika mengingat Tuhan setiap hari akan membuat Anda terbiasa melakukan perbuatan yang baik termasuk jujur.

Melakukan kejujuran adalah bentuk ketulusan kepada Allah atas berkat yang diberikan, karena dia yang bersikap jujur tidak akan menyembunyikan apapun dan setiap yang diucapkan adalah keadaan yang sebenarnya.

Baca juga: 50 Ayat Alkitab Tentang Kejujuran yang Wajib Umat Kristiani Pahami

Renungan Harian Rohani Tentang Kejujuran

ilustrasi kejujuran
ilustrasi kejujuran. Sumber gambar: pexels.com

Mendengarkan renungan membawa ketenangan, apalagi renungan kejujuran akan menjadikan Anda lebih sadar baiknya selalu berkata jujur tanpa membuat kebohongan sekecil apapun. Agar tidak lagi melakukan kebohongan mari pahami renungan kristen tentang kejujuran terbaru 2022 berikut ini.

Tema 1: Renungan Menjadi Pribadi yang Jujur

Mazmur 140:14

Terdapat ayat renungan dalam Mazmur 140: Ayat 14 yang berbunyi, bahwa manusia yang benar akan memuji Tuhan, dan manusia yang berlaku jujur akan diam ketika di hadapan Tuhan-Nya.

Makna dari ayat di atas secara tidak langsung merujuk pada maksud, bahwa kejujuran di masa kini menjadi sesuatu yang sangat langka dan mahal harganya. Alasannya karena kini cukup susah untuk menemukan orang-orang yang jujur.

Bahkan ada istilah yang meragukan keberadaan orang jujur di masa kini, karena orang jujur pasti akan musnah. Perkataan tersebut bermakna bahwa kejujuran memang telah menjadi hal yang mahal dan langka.

Dari ayat tersebut mengajak kita untuk merenungkan bahwa istimewanya orang yang selalu memegang prinsip kejujuran. Oleh karenanya alangkah baiknya jika terus menjadi seseorang yang berlaku benar dan jujur.

Mikha 7:2-3

Berdasarkan renungan Mikha 7, Ayat 2-3 dikatakan, bahwa kini orang saleh seolah sudah hilang dan tak tersisa di dunia, tidak ada lagi yang berpegang teguh pada kejujuran diantara banyaknya manusia. yang ada hanyalah manusia yang saling menjebak.

Pada ayat di atas bisa kita maknai bahwa kini orang dengan hati yang saleh sudah jarang ditemukan, banyak yang menggunakan kebohongan untuk saling menjerat dengan tujuan yang menyimpang dan demi keuntungannya sendiri.

Misalnya karena desakan ekonomi yang sulit, bisa membuat seseorang mengorbankan prinsip kejujuran hingga tidak ada lagi nilai baik yang dipegangnya. Karena bertujuan mendapatkan keuntungan yang besar bahkan cenderung tamak, seseorang lebih memilih untuk menyimpang dari kejujuran menjadi kebohongan.

Dari ayat ini pula, kita dapat mengambil hikmah dan membuang yang buruknya. Kita harus tahu bahwa kejujuran memiliki arti yang bagus, yaitu berkaitan dengan hati yang lurus dan bersih. Untuk berpegang menjadi orang jujur, kita perlu yakin pada fakta bahwa sesuatu yang salah tetap salah, yang yang benar tetaplah benar.

Matius 5:37

Di dalam Matius 5, Ayat 37 menganjurkan perilaku manusia untuk jujur. Apabila benar, maka katakanlah yang sebenarnya, dan jika salah lalu katakan pula salah. Lakukan kesesuaian antara maksud hati dan perkataan.

Dalam ayat ini memiliki makna bahwa seseorang harus berkata sesuai fakta dan kebenaran, selaras dengan hati. Tidak dusta ataupun memiliki kemunafikan. Artinya jika dalam hati ia berkata tidak, maka mulut pun harus berkata tidak. Begitu pula jika dalam hati berkata benar atau iya, maka mulut pun berkata iya.

Ayat tersebut juga menentang seseorang yang berlaku tidak jujur atau dusta. Jika seseorang percaya, pasti yakin bahwa kejujuran atau menjadi orang yang jujur adalah sesuatu yang mahal dan bernilai mutlak.

Jika hati dan mulut bertentangan, misalnya dalam hati berkata tidak namun yang keluar dari kata-kata adalah iya maupun sebaliknya, hal tersebut tidak dibenarkan. Kita perlu tahu dalam Alkitab pun dijelaskan bahwa orang yang berdusta merupakan sifat serta perbuatan iblis.

Yohanes 8:44

Dalam Yohanes 8, ayat 44 dijelaskan bahwa iblis adalah bapa dari seorang pendusta. Apalagi jika seseorang mengikuti jalannya, maka ia jelas pengikutnya. Dikatakan bahwa iblis adalah pembunuh umat manusia dan selalu berbuat salah. Ia, berperilaku atas kehendaknya sendiri dan merupakan pendusta yang ulung.

Makna yang dapat diserap dari ayat tersebut, yaitu jika seseorang masih tetap berlaku tidak jujur dan suka berbohong, itu artinya ia telah meneladani sifat dan perbuatan iblis. Karena setiap tindakan yang mengacu pada kedustaan merupakan karakter iblis yang merupakan bapa dari pendusta atau pembohong.

Tema 2: Renungan Tentang Kejujuran, Berkat Bagi yang Jujur

Doa Amsal 3, Ayat 32

Dalam ayat ini, dikatakan bahwa Tuhan hanya bergaul dan dekat kepada orang yang jujur, oleh karenanya kita bisa menjadi orang yang menjunjung tinggi kejujuran untuk dekat secara erat dengan Tuhan. Inilah berkat yang tinggi bagi seseorang dengan kejujuran.

Amsal 11:3

Berdasarkan Amsal 11, ayat 3, dapat dipahami bahwasanya sepandai-pandainya orang berbohong pada akhirnya ia akan terjerat karena kecurangannya. Namun sebaliknya, bagi orang yang jujur, Ia akan terselamatkan oleh ketulusan dan prinsip jujur yang dipertahankan dalam dirinya.

Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Bersumpah

Renungan Kristen Tentang Kejujuran

“Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.” (Efesus 4:25)

Di sebuah persekutuan remaja pemuda, seorang pembina memberikan sebuah permainan. Bentuknya memberikan pernyataan dan yang lain harus menebak apakah itu jujur atau bohong. Dari 3 kali kesempatan, mereka cenderung menggunakan hal jujur dan kesulitan menentukan soal kebohongan.

Pembina tersebut bersyukur bahwa ternyata masih ada prinsip kejujuran yang diterapkan oleh masing-masing remaja pemuda.

Firman Tuhan pada hari ini juga ingin mengingatkan bahwa hendaknya kita mau membuang kelakuan berdusta dan berkata dengan benar satu sama lain. Kata-kata ‘seorang kepada yang lain’ menunjukkan ada kesamaan tanggung jawab untuk menjadikan kebenaran sebagai karakter manusia baru.

Tidak bisa dipungkiri kalau masih banyak tantangan dan godaan untuk hidup benar. Tetapi, kunci kemenangan kita adalah keteguhan hati dalam melangkah menuju hidup kudus dan benar. Kita harus siap menanggung risiko hanya di dalam kasih karunia Bapa.

Saat ini, kecenderungan apa yang mewarnai hidup kita? Apakah berlaku dan berkata dengan benar atau justru merasa kesulitan? Sebagai manusia yang dibenarkan melalui pengorbanan Yesus Kristus, mari relakan diri untuk dipakai menjadi senjata kebenaran Allah yang Hidup!

Renungan Pagi Kristen Tentang Kejujuran

Sebagai salah satu sikap dan akar penting dalam menjalani setiap peristiwa dan masalah, hendaknya kita melakukan kejujuran sesuai kehendakNya. Berikut renungan harian Kristen yang bisa kita petik bersama.

“Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya.” (Amsal 2:7)

Seorang anak baru saja berdusta kepada sang guru dengan mengakui bahwa buku PR miliknya tidak dibawa ke sekolah, padahal ia memang tidak mengerjakannya. Akibat guru yang percaya, ia mulai mengembangkan sifat dusta menuju hal-hal lain di sekitarnya.

Ia mulai berdusta ketika berbicara soal kegiatan sekolah, uang sekolah, maupun uang saku. Tidak lama kemudian, orang tua si dusta dipanggil ke sekolah dan dari situ ia mulai mengatakan semua hal dengan jujur.

Orang yang berdusta mungkin merasa bahwa ia sudah berhasil menutupi sesuatu. Namun, orang jujur ternyata lebih mampu bertahan dan menghadapi segala persoalan maupun kondisi tidak menentu dengan berani serta lapang dada. Sungguh, perbedaan mental yang jauh perbandingannya.

Semakin sering kita mengatakan dusta, terasa nyaman rasanya membuat orang lain terpengaruh dan percaya. Namun, hal tersebut hanya akan membawa kita menjadi pribadi yang tidak apa adanya. Dan ketika dusta itu menumpuk, kita tidak bisa mengenali diri sendiri lagi.

Lebih buruk lagi, perlahan kita tidak bisa menentukan apa saja yang menjadi tujuan dan keinginan penting di dalam kehidupan. Tentu, akan sangat menyusahkan, bukan? Maka dari itu, hendaknya kita senantiasa menjaga diri dari tindakan berdusta.

Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Nazar

Kejujuran seseorang dapat dilihat dari kesesuaiannya antara ucapan dan tindakan, sikap ini tidaklah mudah dimiliki seseorang apalagi di zaman sekarang yang semakin miskin attitude. Makanya sebagai umat beragama berkatalah jujur agar jadi orang yang mudah dipercaya.

Melalui renungan rohani kristen tentang kejujuran terbaik 2022 ini, semoga kita semua terlindungi setiap apa yang diucapkannya sehingga dapat menjadikan diri Anda orang tulus. Selain itu, bagi pembaca dapat menjadikan renungan atas ucapannya selama ini.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!