4 Renungan Kristen Tentang Pendidikan dan Semangat Belajar

Kristenly.com – Manusia tanpa pendidikan bisa bodoh dan tidak mengetahui apapun bahkan tidak bisa melakukan apapun. Di zaman serba canggih, tanpa hal ini bakalan tertinggal. Agar mampu menghargai proses menjadi berilmu, mari pahami renungan Kristen tentang pendidikan.

Tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa pendidikan. Ini merupakan penolong bagi seluruh umat untuk keluar dari kegelapan menuju ke tempat terang. Dengan hal tersebut, setiap orang menjadi individu yang bijaksana.

Sebagian dari orang banyak yang masih meremehkan pendidikan bahkan dari manusia ada yang memaknainya sebagai alat untuk mendapatkan pekerjaan saja. Dua hal ini adalah kesalahan besar, karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang dan menjadikan hidup berkualitas.

Pendidikan ada di antara umat menjadikan diri sebagai makhluk yang utuh beda dengan hewan. Manusia dilengkapi dengan akal, dan bisa menggunakanya secara maksimal melalui. Ia dapat mempercantik pikiran, hati, dan perbuatan.

Baca Juga: 35+ Doa Kristen Sebelum dan Sesudah Belajar yang Baik dan Benar

Renungan Kristen Tentang Pendidikan Terbaru 2022

ilustrasi semangat belajar di kelas
ilustrasi semangat belajar di kelas, sumber gambar: pexels.com

Kualitas diri manusia mendapatkannya dari pendidikan yang ditempuh. Karena hal ini memberikan ilmu dan pengetahuan yang membawa pada berperilaku dan berpikir lebih baik. Makanya orang berpendidikan lebih sopan santun daripada yang tidak. Berikut renungan kristen tentang pendidikan dan semangat belajar.

Judul 1: Jangan Berhenti Belajar

“Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.” (Titus 3:14)

Mungkinkah kita akan berhenti belajar? Nyatanya, kita bisa saja mencapai titik akhir dari pendidikan formal. Namun, pelajaran yang sarat nilai kehidupan akan kita temui sepanjang hayat. Kita belajar sejak dini untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan dewasa.

Bahkan, seorang dosen tidak akan pernah berhenti belajar karena ia tahu bahwa ilmu senantiasa berkembang dari waktu ke waktu. Semangat agar tidak pernah berhenti belajar ternyata menjadi cerminan dari sifat dinamis untuk terus lebih baik lagi di masa depan.

Rasanya, tidak ada alasan untuk berhenti belajar seiring dengan kemudahan yang bisa kita dapatkan. Perkembangan teknologi memampukan setiap orang untuk membagikan dan menerima berbagai macam wawasan.

Alkitab berulang-ulang mengingatkan kita untuk tidak pernah berhenti belajar, baik dalam hal dunia maupun kerohanian. Titus mengibaratkan belajar sebagai proses untuk berbuah. Apabila kita berhenti belajar, otomatis buahnya ikut berhenti.

Raja Salomo yang dikaruniai hikmat juga berkata: “baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.” (Amsal 1:5).

Orang yang bijaksana akan menunjukkan sikap rajin mendengarkan dan selalu serius dalam menimba ilmu. Bahkan, dalam sebuah masalah kita dimampukan Tuhan untuk belajar dari keadaan tersebut. Mari kita terus belajar dan tidak membatasi diri sendiri ketika ada banyak kesempatan emas di luar sana.

Judul 2: Janganlah Kamu Sering Menghakimi Orang Lain

Dalam kitab Matius ayat 2 dijelaskan karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dengan cara yang sama dengan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, dan diukurkan kepadamu.

Tidak harus menempuh pendidikan formal yang tinggi, semua orang yang biasa pun bisa dengan mudahnya melihat dosa, kesalahan, dan kekurangan orang lain. Namun, sebaliknya kekurangan dan dosa dari kita sendiri sangat sulit kita lihat.

Saat ada saudara seiman kita yang terjatuh ke dalam sebuah dosa, ketika ada hamba Tuhan yang jatuh karena terlibat skandal, ki kita langsung membicarakan mereka dibelakang, seolah-olah kita adalah hamba Tuhan yang paling suci, dan tidak pernah melakukan dosa.

Ketika ada saudara kita yang mengalami musibah seperti sakit yang tak kunjung sembuh, atau adanya kasus perceraian, ditimpa musibah, dan banyak dosa. Kita hanya bisa menghakimi mereka. Akan tetapi, sebagai manusia kita pasti mempunyai salah, kita pasti tidak sempurna, bahkan hamba yang mempunyai banyak karunia dari Tuhan saja mempunyai banyak kekurangan.

Janganlah kita menghakimi lagi, tetapi kita harus mencoba untuk mengingatkan saudara kita tanpa menyinggung mereka. Kita adalah sesama manusia yang penuh dengan dosa, sebaiknya kita menasehati dengan bahasa yang baik kepada satu sama lainnya ketika seseorang terjerumus dalam dosa.

Ada banyak firman Tuhan dalam Alkitab yang mengingatkan kita untuk selalu bersabar, selalu menahan emosi, dan tidak mudah menghakimi orang lain. Sebab dimata Tuhan kita semua orang yang jahat dan butuh pengampunan dari-Nya.

Baca Juga: 31 Ayat Alkitab Tentang Pendidikan dan Pembelajaran

Judul 3: Ajaran Tuhan dalam Keluarga

Berdasarkan kitab Timotius ayat 15 berbunyi Ingatlah bahwa dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci yang memberikan hikmat kepadamu dan menuntunmu kepada keselamatan Kristus Yesus.

Keluarga adalah unit terkecil dalam tatanan masyarakat. Untuk mencapai masyarakat yang harmonis, dan penuh dengan rahmat Tuhan, keluarga sangat berperan. Sebagai pertumbuhan generasi bangsa, dan sebagai tempat pertama calon pemimpin bangsa untuk tumbuh, dan mengenyam pendidikan pertama kali. Dalam keluarga dapat terbangun hubungan darah antara ayah, ibu, dan anaknya.

Kesadaran keluarga itu sangat penting. Karena berawal dari keluargalah pengajaran nilai moral, dan peran positif diajarkan, dan dipraktekan secara terus menerus setiap hari. Sehingga kita dapat mengenal karakter dari anak melalui ajaran kedua orang tua.

Terkadang ada orang tua yang biasa memanjakan anaknya dengan materi, dan memenuhi kebutuhan jasmaninya. Orang tua rela untuk mengeluarkan dana sebesar apa pun demi pendidikan anaknya, dan demi kenyamanan anaknya. Oleh karena itu, keluarga dengan orang tua yang berpenghasilan cukup bisa menyekolahkan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang berilmu. Mereka bisa menyekolahkan anak mereka ke luar negeri demi mendapatkan pendidikan yang terbaik. Akan tetapi, terkadang orang tua lupa untuk memberikan pendidikan rohani.

Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu, jiwamu, dan kekuatanmu. Apa yang telah Tuhan perintahkan kepadamu pada hari ini seharusnya engkau perhatikan, seharusnya engkau mengajarkan kepadanya berulang kali kepada anak-anakmu saat duduk di rumahmu, saat berbaring, atau saat dalam perjalanan, kitab Ulangan ayat 5-7.

Tuhan akan menghendaki orang tua untuk memberi pelajaran kepada anak-anaknya mengenai firman Tuhan agar mereka percaya bahwa dalam hidup kita selalu didampingi oleh-Nya. Dengan mengajarkan Tuhan sejak kecil, mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan.

Jika sejak dini mereka sudah diajarkan untuk takut kepada Tuhan, maka kehidupan mereka akan jauh lebih tentram karena Tuhan akan selalu ada di hati mereka. Saat mereka mengalami kesulitan dalam hidup, tidak khawatir karena Tuhan yang selalu melindungi mereka baik saat senang maupun saat susah.

Segala tulisan yang diilhamkan oleh Allah dalam bentuk Alkitab sangat bermanfaat untuk mengajarkan, untuk memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran. Dengan itu didiklah anak-anakmu kelak untuk selalu takut kepada Tuhan, dan ajarkan mereka bagaimana cara untuk menyenangkan, dan melayani Tuhan dengan baik dan benar. Niscaya kehidupan anak-anakmu kelak akan jauh lebih baik lagi.

Renungan Kristen Tentang Pendidikan Singkat

Pendidikan bisa diperoleh di mana saja, baik secara formal maupun informal. Renungan Kristen di bawah ini ingin menunjukkan bahwa Alkitab sendiri juga mengajarkan banyak hal tentang pendidikan.

“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.” (2 Timotius 3:15)

Keluarga merupakan persekutuan kekariban yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Peranan keluarga ternyata sangat besar dan berpengaruh dalam pertumbuhan generasi penerus bangsa.

Keluarga adalah awal dari segala bentuk pengembangan nilai moral serta pesan positif untuk menjadi praktik nyata sepanjang kehidupan, terutama bagi anak-anak. Di samping itu, keluarga menjadi langkah awal bagi seorang anak untuk menumbuhkan kehidupan rohani yang intim dengan Allah.

Tuhan memiliki kehendak supaya orang tua mau memberikan pelajaran kepada anak-anak soal kebenaran Firman Tuhan secara bertahap setiap harinya. Pembekalan iman adalah bentuk nyata dari sikap dan dukungan supaya sang anak bertumbuh bersama dasar kehidupan dari Kristus.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2 Timotius 3:16)

Baca Juga: 19 Ayat Alkitab Tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Manusia diberkati akal yang harus menggunakannya berpikir. Dengan pendidikan pikiran dapat diatur menjadi lebih baik sehingga bisa tercermin pada tingkah laku dan ucapannya. Pendidikan dapat memberikan martabat untuk semua orang.

Melalui pembahasan mengenai renungan kristen tentang pendidikan dan semangat belajar terbaru 2022 diatas, semoga umat kristiani menjadi lebih paham akan pentingnya pendidikan. Apalagi di zaman sekarang hal itu adalah investasi jangka panjang yang bisa meningkatkan martabat manusia.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!