5 Renungan Kristen Tentang Tanggung Jawab Orang Percaya

Kristenly.com – Setiap orang mempunyai tugas untuk menjaga dirinya sendiri, orang lain, atau pekerjaan. Maka, dengan demikian harus melakukannya secara bertanggung jawab. Supaya lebih mengerti, bacalah renungan kristen tentang tanggung jawab.

Bertanggung jawab adalah sebuah sikap dari seorang umat Kristen sejati. Dengan mengambil keputusan sesuai keinginan, maka harus mampu menjalaninya sepenuh hati sesuai kepercayaan dari diri sendiri atau orang lain.

Dalam Alkitab, Tuhan memberikan contoh serta pengajaran tentang pentingnya bertanggung jawab. Sikap keberanian ini akan membawa manusia ke dalam sebuah kepercayaan penuh dan kehidupan lebih sejahtera.

Menjalankan berbagai hal dalam hidup dengan penuh tanggung jawab akan memberikan dampak baik, sebagai umat yang selalu pasrah kepada Tuhan Yesus, maka kehidupan terasa lebih damai serta bahagia.

Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Tanggung Jawab

Renungan Kristen Tentang Tanggung Jawab

ilustrasi orang di beri tanggung jawab
ilustrasi orang diberi tanggung jawab. Sumber gambar: pexels.com

Dalam hidup, sikap baik sebagai bentuk kedewasaan dan kebijaksanaan adalah tanggung jawab. Namun, masih banyak orang lari dari keputusan yang telah mereka ambil. Untuk itu, mari renungkan renungan rohani kristen tentang tanggung jawab berikut ini:

1. Tidak Lepas Tangan dari Tanggung Jawab

Samuel 10:24

Dalam Samuel 10:24, berbunyi tentang pertanyaan yang mempertanyakan orang kepercayaan Tuhan. Bahkan orang yang dapat dipercaya dikatakan berbeda dari yang lainnya.

Ayat di atas diambil sebagai bahan renungan dan pembelajaran tentang prinsip tanggung jawab. Di sana dikatakan bahwa orang yang dipilih oleh Tuhan untuk melaksanakan tugas adalah ia yang berbeda dengan yang lainnya. Artinya seseorang tersebut harus memiliki kesiapan dan dapat dipercaya untuk mengemban amanah atau tanggung jawab yang sudah diberikan.

Jika seseorang telah memiliki kesiapan secara mental dan kesanggupan dalam diri, maka Ia dapat dipercaya untuk menyampaikan mandat atau menyempurnakan sebuah tanggung jawab. Begitupun sebaliknya, orang yang tidak memiliki kesiapan dalam hal ini maka tidak bisa dipercaya untuk diberikan tanggung jawab.

Di sisi lain kita pun diberi peringatan bahwa ketika sudah diberi tanggung jawab atau mandat, maka sikap yang tepat adalah menyelesaikan dan bukannya lari atau lepas tangan. Orang yang lari dari tanggung jawab adalah sikap yang buruk dan Ia tidak dapat dipercaya lagi.

Samuel 10:20-21

Pada Samuel ayat 20-21 diceritakan kisah saat suku Israel diharuskan tampil ke muka umum, namun yang didapati adalah kaum Benyamin. Karena itu, disuruhlah kaum tersebut menampakkan diri, namun yang ada malah kaum Matri. Akhirnya disuruhlah kaum tersebut untuk tampil, namun yang didapati adalah seseorang bernama Saul bin Kish.

Dari ayat diatas, memberikan gambaran seseorang yang lari dan bersembunyi dari tanggung jawab dan melemparkan tanggung jawab tersebut kepada orang lain, padahal harusnya ia penuhi sendiri. Alhasil karena ketidaksanggupan seseorang yang dikorbankan atau yang menjadi pengganti, hal tersebut menimbulkan masalah yang baru.

Samuel 10:21B-22

Pada Samuel 10, ayat 21b-22, dilanjutkan kisah Saul. Disebutkan bahwa Saul pun tidak ditemukan, karena sesungguhnya Saul menyembunyikan diri diantara barang-barang sehingga tidak nampak.

Dari ayat ini kita diberikan gambaran bahwa Saul lah yang pada akhirnya harus melakukan tanggung jawab. Namun ia tidak hadir sama sekali ke muka umum, dan malah bersembunyi di tengah kerumunan orang-orang. Hal ini mencerminkan sikap seseorang yang tidak berani bertanggung jawab dan lepas tangan.

2. Harus Berani Bertanggung Jawab

Dari Matius 25, ayat 21, Tuhan berkata kepada seorang hambanya atas kebaikan dan kesetiaannya pada penyelesaian tugas kecil sebelumnya. Maka selanjutnya dipercaya dan diberikan tugas yang lebih besar yang harus diemban.

Dari sini kita dapat merenungkan, bahwa sesuatu yang awalnya kecil bisa menjadi bertambah besar seiring tingkat kepercayaan yang diberikan. Begitu pula dalam hal pemberian tugas dan tanggung jawab.

Jika seseorang diyakini mampu mengerjakan tanggung jawab kecil saja, maka ada memungkinkan ia akan diberikan mandat yang lebih besar di kemudian hari.

Dan seiring dengan datangnya berbagai amanat yang diberikan tersebut, terlepas dari besar kecilnya tugas yang diberikan, kita harus memiliki mental siap dan yakin untuk menyelesaikannya. Dan tidak lari dari tanggung jawab.

Dalam persoalan tanggung jawab masa kini dengan Tuhan, dapat dilihat dengan masalah keduniawian. Misalnya manusia masa kini banyak yang lalai, tidak produktif, dan malas-malasan dalam menyelesaikan tugasnya, apalagi jika sudah menyangkut ketaatan terhadap Tuhan.

Inilah contoh kelalaian dalam menanggung tanggung jawab diri sendiri dalam ketaatan. Tindakan seperti ini sudah sangat jelas merupakan perilaku yang harus diubah dan ditinggalkan.

Dari berbagai renungan yang telah kita pelajari ini, maka kita harus berani bertanggung jawab mulai dari perkara terkecil sekalipun. Dengan begitu kedepannya manusia akan menjadi lebih terbiasa untuk menyelesaikan tugas dan kewajibannya.

3. Keutamaan Jadi Pribadi yang Bertanggung Jawab

Berlaku Baik dan Benar Terhadap Diri

Manusia yang menjunjung tinggi sikap tanggung jawab, bisa dikatakan pula sebagai tindakan baik terhadap diri sendiri. Itu artinya ia mampu memposisikan diri sebagai pribadi yang baik.

Taat Terhadap Tuhan

Melalui renungan yang telah dipahami, kita akan tahu bahwa pada kenyataannya perbuatan tanggung jawab adalah sebagai sikap taat kita terhadap Tuhan. Karena hanya orang yang berani bertanggung jawablah yang lebih dekat dengan Tuhan, bukan seseorang yang meninggalkan tanggung jawabnya secara tidak terpuji.

Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Visi dan Misi Hidup

4. Renungan Rohani Kristen Tentang Tanggung Jawab Terbaru 2022

Kumpulan renungan harian rohani Kristen nyatanya akan membantu kita menyediakan diri untuk melekat kepada Tuhan. Berikut contoh saat teduh yang bisa diambil dan kiranya bermanfaat bagi kita dalam menjalani hidup.

“Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu.” (Titus 2:7)

Seorang ayah baru saja mengingatkan anaknya untuk segera belajar, di samping ia sedang asyik menonton televisi. Seorang ibu mengingatkan anaknya untuk tidak bermain gawai seharian, sedangkan sang ibu tidak melepaskan gawainya dari pagi sampai malam hari.

Begitu juga dengan seorang bos yang mengharuskan karyawan datang tepat waktu sementara si atasan senang datang lebih dari jam delapan pagi. Beberapa contoh kecil yang sering kita temui dalam lingkungan, bukan?

Mengabaikan sendiri, tetapi mau mengatur orang lain. Kondisi ini lebih mudah terjadi karena pepatah berkata, “Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak”. Begitulah manusia yang suka menuntut dan mengatur orang, namun lupa memperbaiki dirinya sendiri.

Memberikan penilaian setelah memperhatikan orang lain sampai lupa harus menyelesaikan bagiannya. Paulus telah berpesan kepada Titus untuk selalu jadi teladan di dalam kebaikan. Titus tidak boleh lupa untuk sadar dan mendidik pribadinya sendiri.

Ia harus mampu menunjukkan gambaran kemurahan hati dan kehormatannya kepada jemaat untuk berlaku yang sama. Kemenangan dan pengaruh baik lebih mudah ditanamkan.

Setiap orang adalah saksi Kristus yang perlu menjadi sosok teladan. Tanggung jawab kita sama, yaitu memuliakan nama Allah dengan cara yang kudus, saleh, bijaksana, dan berbudi. Pada akhirnya, kesaksian tentang kasih, kebenaran, serta keselamatan Kristus bisa dipercaya jika kita hidup dalamNya.

5. Renungan Tentang Tanggung Jawab Terbaru 2022

“Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.” (Yoel 1:3)

Banyak orang tua melaksanakan kehidupan Kristen terbaiknya dalam bentuk perbuatan baik, mendukung pelayanan, maupun rajin pergi ke Gereja. Namun, mereka cenderung membiarkan sang anak mencari jati dirinya sendiri tanpa perbuatan nakal tanpa mengajarinya soal keimanan.

Wabah belalang terjadi ketika memasuki masa-masa dari Nabi Yoel. Tuhan memberikan hukuman kepada Bangsa Israel sebagai bentuk murka dan hukuman karena tidak setia. Ia hanya ingin kisah-kisah keimanan boleh diturunkan dari generasi satu ke generasi selanjutnya tanpa henti.

Di dalam masa Perjanjian Baru, orang percaya punya tanggung jawab atas pemberitaan perbuatan Allah kepada sesamanya. Di samping memaksakan kehendak, ada baiknya jika dipenuhi dengan kasih. Tuhan tidak ingin hanya dikenal oleh satu generasi, melainkan boleh terjadi sepanjang masa.

Kita bertanggung jawab menaati Tuhan di masa kini dan mengajarkan makna kebenaran kepada generasi berikutnya.

Baca juga: Ayat Alkitab Tentang Disiplin

Merenungkan hal atau kejadian tentang tanggung jawab akan memberikan kekuatan dalam diri. Dengan demikian, akan membuat ketenangan dalam hidup. Jika justru bersikap kebalikan, bisa mendapatkan balasan berupa kehilangan kepercayaan.

Renungan seputar tanggung jawab orang percaya memang disusun untuk menguatkan iman Kristen berdasarkan perkataan Tuhan.

Dengan membaca dan memahami renungan kristen tentang tanggung jawab terbaru 2022, semoga bisa memberikan motivasi agar bisa melakukan sikap terbaik tersebut. Selain itu, kelakuan baik ini dapat menjadikan kehidupan lebih sejahtera serta penuh keberkatan dari Tuhan Yesus.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!