7 Renungan Kristen Saat Hari Raya Natal Untuk Orang Percaya

Kristenly.com – Perayaan kelahiran Sang Tuhan Yesus menjadi momen paling penuh suka cita umat Kristen seluruh dunia. KedatanganNya memberikan petunjuk bagi umat. Oleh karena itu, ketika hari itu telah datang, hayati makna mendalam dari renungan kristen saat natal.

Momen perayaan natal selalu mempunyai tema beragam setiap tahunnya. Apapun itu, tidak pernah melunturkan cinta kasih kita kepada Yesus. Merayakannya juga tidak harus bermewah-mewahan penuh kerlap-kerlip lampu hiasan.

Makna natal yang sesungguhnya berasal dari dalam hati manusia sendiri-sendiri. Bagaimana bisa mengambil arti mendalam tentang kelahiran Yesus. Kemudian, kesederhanaan merupakan hal yang lebih Tuhan sukai.

Rahmat Tuhan ketika natal datang selalu tercurahkan kepada semua umat. Oleh karena itu, sebagai manusia yang tidak mempunyai apa-apa karena semuanya merupakan titipan, penting sekali untuk selalu memanjatkan rasa syukur.

Baca juga: 20+ Doa Kristen untuk Sambut Hari Natal dengan Penuh Harapan

Renungan Kristen Saat Natal Terbaru 2022

ilustrasi natal bersama keluarga
ilustrasi merayakan natal bersama keluarga. Sumber gambar: pexels.com

Hati yang tulus, bersih, penuh cinta, dan hilang dari rasa serta pikiran negatif harus Anda siapkan untuk menyambut hari suka cita. Sang Juruselamat akan menebarkan kasih tulus untuk semua umatnya yang membuka hatinya berisikan rasa bahagia. Berikut adalah kumpulan renungan kristen tentang natal terbaru 2022.

Judul 1: Renungan Untuk Keluarga

Tuhan Yesus datang ke dunia bukan hanya untuk menyelamatkan satu orang saja, melainkan seluruh umat manusia. Yesus juga datang untuk memulihkan keluarga. Perayaan natal harusnya menjadi momen perekat antara istri dan suami, orang tua dan anak, serta seluruh anggota keluarga.

Natal dekat dengan liburan, saat ketika semua keluarga berkumpul. Maka akan sangat indah jika momen yang terjadi satu tahun sekali ini bisa dimanfaatkan dengan baik. 

Tidak ada satu keluarga pun di muka bumi ini yang tidak pernah berselisih paham. Namun, biar bagaimanapun, darah lebih kental dari air. Sekali keluarga, tetaplah keluarga. Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita di dalam keluarga kita yang sekarang.

Judul 2: Renungan Untuk Pelayan Tuhan

Di saat momen natal, tentu semua persiapan natal sudah diatur dengan sedemikian rupa. Segala macam latihan dilakukan demi memberikan persembahan pertunjukan yang terbaik, untuk Tuhan dan juga jemaat. Namun, seringkali dengan segala macam kesibukan yang ada menjelang natal, ada banyak pelayan Tuhan yang lupa esensi dari pelayanan yang dikerjakannya.

Ada perbedaan melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan. Ketika Anda memilih mengambil peran di dalam perayaan natal maupun kegiatan kerohanian lainnya, Anda sedang melayani pekerjaan Tuhan. Namun, jika Anda membarenginya dengan penundukan dan penyerahan diri penuh kepada Tuhan, maka di saat yang sama, Anda sedang melayani Tuhan.

Baca juga: 33 Ayat Alkitab Tentang Natal Bagi Umat Kristiani

Judul 3: Renungan Untuk Pemuda

Natal selalu datang bersama dengan tahun baru. Bagi banyak kaum muda, seringkali pergantian tahun menjadi hal yang menyeramkan. Ada banyak hal tidak terduga yang bisa saja terjadi di masa datang, baik itu hal yang buruk maupun bagus. Namun, itulah sebabnya natal datang lebih dahulu daripada tahun baru. Yesus sudah lebih dulu ada, sebelum segala sesuatu terjadi.

Dia memegang kendali akan segala sesuatu. Natal adalah saat ketika kita kembali diingatkan bahwa ada pribadi yang mulia, yang rela datang dan meninggalkan segala kemegahanNya hanya untuk memberikan kehidupan yang terbaik untuk umat pilihanNya.

Judul 4: Renungan Natal Kristen Singkat

Merenungkan cinta dan kasih Tuhan tidak pernah ada habisnya. KasihNya selalu baru setiap hari dan memberikan pengalaman yang berbeda. Maka, momen natal adalah momen yang sesuai untuk mengingat kembali semua karya tangan Tuhan yang sudah terjadi dalam kehidupan dan mengimani hal baik yang akan dikerjakanNya di tahun mendatang.

Anda pasti sudah mengalami puluhan natal dalam hidup Anda. Namun, seiring berjalannya waktu, ada banyak orang dewasa yang mulai mengalami kekosongan saat merayakan natal. Natal tidak lagi meriah seperti masa kanak-kanak. Apa yang membuatnya berbeda? Apakah aktivitas yang terlalu banyak hingga menyita energi? Atau kita sudah kehilangan arti natal yang sebenarnya dalam hidup kita?

Dengan menyempatkan waktu untuk merenungkan cinta kasih Tuhan di saat natal, kita menjadi lebih bisa memaknai hari kelahiran Yesus dengan lebih dalam. Natal bukan sekadar perayaan, natal adalah saat Yesus memulihkan hati kita sehingga kita layak untuk menerima kelahirannya di dalam hidup kita.

Baca juga: 7 Contoh Kata Sambutan Pidato Natal yang Baik dan Menyentuh

Renungan Kristen Tentang Natal Terbaik 2022

renungan kristen tentang natal
renungan kristen tentang natal, sumber gambar: pexels.com

Merayakan kelahiran dari Tuhan Yesus menjadi momen suka cita bagi seluruh umat kristen di dunia. Ada banyak cara yang dapat dilakukan saat perayaan nya, salah satunya dengan membaca renungan rohani kristen tentang natal terbaik 2022 berikut ini.

Judul 1: Memperbaiki Komunikasi Dengan Tuhan

Semakin berkembangnya zaman, sepertinya mempengaruhi kehidupan masyarakat. Hingga hari ini, banyak terlihat kesibukan masyarakat yang semakin tinggi. Bahkan, untuk merawat dirinya sendiri saja, masih banyak orang yang belum bisa melakukannya dengan benar.

Semua kegiatan sehari-hari hanya difokuskan untuk bekerja, mencari uang, demi memuaskan hasrat duniawi. Beberapa orang bahkan sampai tidak sadar semakin jauh dari Tuhan. Padahal kenyataannya, Tuhan adalah Maha segalanya.

Tidak boleh para umat yang beragama sampai melupakan agamanya, termasuk umat Bapa Kristus. Kesibukan yang tinggi, seringkali membuat orang lupa dengan Tuhannya. Lama tidak menyapa, berbicara, dan memanjatkan doa dan pujian kepada-Nya.

Pada kesempatan ibadah minggu pun, masih saja banyak ditemukan para umat yang justru memainkan smartphone masing-masing. Tidak peduli apa yang telah diutarakan pendeta. Beberapa diantaranya pun sampai meninggalkan ibadah walaupun belum menerima berkat. Sikap seperti ini sebaiknya dihindari, sebelum Tuhan mulai murka.

Jangan hanya rajin beribadah hanya saat dirundung duka. Ingat pada kehadirat Tuhan saat merasa gundah saja. Tuhan memang akan memberikan pertolongan pada umat-Nya yang mau memohon dan berdoa pada-Nya. Tapi, sebagai umat taat, baiknya jangan hanya dekat saat sedang susah saja.

Pada momen natal, ada baiknya dipergunakan untuk memperbaiki komunikasi dengan Tuhan. Selalu menjalin hubungan baik dengan-Nya. Berdoa dan mengucap syukur ketika dilanda susah dan senang. Lebih perbesar komitmen untuk berjalan di hadirat Tuhan Yesus yang Agung.

Judul 2: Membuat Tujuan Rohani

Saat komunikasi sudah diperbaiki, dan komitmen untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan sudah kuat, saatnya mulai membuat tujuan Rohani. Jangan dikira, harus menjadi seorang pendeta dulu jika ingin menjawab panggilan Tuhan. Bisa mulai dengan hal-hal kecil dulu, misalnya seperti berperan aktif dalam pelayanan gereja.

Dengan aktif dalam beberapa kegiatan pelayanan gereja, nantinya akan membuat Anda terbiasa berkomunikasi dengan Tuhan. Semakin intens komunikasi dengan Tuhan, maka kedekatan yang terjalin juga makin besar. Artinya, Anda juga akan lebih mempercayakan semuanya, termasuk kehidupan pada Tuhan.

Pelayanan gereja ini bisa disesuaikan dengan bakat yang dimiliki. Jangan bingung ingin melakukan hal apa untuk ikut serta dalam pelayanan gereja. Setiap orang pasti dibekali oleh Tuhan bakat dan kemampuan tertentu. Bakat dan talenta tersebut sebagai media Tuhan berkarya pada umat-Nya.

Gunakan bakat dan talenta tersebut untuk ikut serta dalam upaya pelayanan gereja. Misalnya saja ada bakat tarik suara. Bisa langsung bergabung dengan tim paduan suara gereja. Ini akan menyenangkan dan termasuk langkah mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baca juga: 50 Lirik Lagu Natal Terbaik Untuk Pujian Saat Ibadah Perayaan

Judul 3: Lebih Introspeksi Diri

Ada banyak cara untuk memaknai Natal yaitu kelahiran Yesus Kristus. Tidak hanya harus melakukan pesta pora, senang-senang saja. Ada nilai renungan yang harus dilakukan para umat, supaya perayaan Natal jadi lebih bermakna. Dengan begitu juga para umat bisa ingat bagaimana pengorbanan Yesus Kristus untuk umat manusia.

Salah satunya adalah melakukan introspeksi diri. Hal tersebut bisa ditunjukkan dengan saling maaf memaafkan antar keluarga, saudara, kerabat, teman, dan orang-orang yang dikenal. Saling mengakui kesalahan masing-masing lalu memberi maaf.

Aktivitas saling memberikan maaf tersebut juga merupakan perwujudan kisah kasih Yesus pada anak-anakNya. Dengan berlaku demikian, sama artinya dengan mencontoh sikap Tuhan Yesus yang maha pemaaf, rendah hati, dan sikap baik lainnya. Natal harus bisa dijadikan cerminan terbaik untuk diri sendiri, keluarga maupun orang sekitar.

Natal juga hendaknya dipergunakan sebagai ajang untuk memperbaiki diri. Baik dengan Tuhan maupun sesama. Dengan begitu hidup ini bisa jadi berkat untuk lebih banyak orang.


Seluruh kalangan manusia merasakan suka cita luar biasa atas kelahiran Yesus. Oleh karena itu, kita wajib untuk mampu mengalahkan segala rasa dengki dan benci dalam hati untuk bisa membuka diri semakin mencintai Tuhan serta sesama umat lainnya.

Perayaan natal mempunyai makna kesederhanaan. Kita tidak perlu membuatnya menjadi bermegah-megahan. Semoga dengan merenungkan arti yang sesungguhnya maka bisa memetik sukacita dan penuh rasa syukur atas kehadiran Tuhan Yesus sehingga kehidupan menjadi lebih bahagia.

Heru Siswanto

Heru Siswanto adalah seorang penulis renungan, Ayat Alkitab, doa kristen, dan pembicara yang bersemangat mencurahkan isi hatinya dan mengarahkan para umat Kristiani dari segala usia kembali kepada Yesus.

error: Konten dilindungi !!